Connect with us

Lifestyle

5 Risiko Menjalani Operasi Skoliosis yang Perlu Anda Tahu

Salah satu cara mengobati kondisi skoliosis adalah dengan operasi tulang belakang (fusi spinal). Biasanya, operasi ini dilakukan untuk mengurangi derajat lengkungan tulang. Bila Anda dianjurkan untuk melakukan operasi skoliosis, pahami dulu beragam risiko dan efek sampingnya.

Tujuan dari prosedur operasi skoliosis

Sebelum mempelajari risiko dari operasi skoliosis, ada baiknya jika Anda mengetahui tujuan dari operasi itu sendiri. Salah satu prosedur operasi skoliosis adalah spinal fusion atau fusi spinal. Operasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan dua atau lebih tulang belakang agar menyatu dan menjadi tulang yang kuat.

Biasanya, pasien skoliosis dengan kasus yang cukup serius akan disarankan untuk melakukan operasi tersebut. Tujuan dari operasi itu termasuk beberapa hal berikut.

Advertisement
  • Menghentikan progres dari kelengkungan tulang. Pasalnya, pada kasus tertentu, kelainan tulang ini akan semakin parah jika tidak dihentikan. Oleh karena itu, setidaknya operasi skoliosis harus dilakukan untuk mencegah kelengkungan tulangnya semakin parah.
  • Mengurangi derajat kelengkungan tulang. Tergantung pada kelenturan tulang belakang pasien, operasi ini biasanya dapat mengurangi kelengkungan tulang dari 50-70%. Dengan begitu, pasien dapat berdiri lebih tegak.
  • Menjaga keseimbangan tubuh. Dokter akan membantu memperkirakan posisi tulang belakang yang diubah tidak akan mempengaruhi keseimbangan pasien. Atau, jika memang posisi tulang belakang diubah menjadi posisi yang lebih baik, dokter juga akan mempertimbangkan bagaimana pasien dapat tetap menjaga keseimbangan tubuhnya.

Sayangnya, meski dengan operasi pasien memiliki harapan agar kondisinya lebih baik, operasi ini juga disertai dengan risiko yang tidak bisa disepelekan oleh pasien skoliosis.

Risiko menjalani operasi fusi spinal untuk pasien skoliosis

Sebenarnya, operasi untuk skoliosis saat ini sudah cukup aman dibandingkan sebelumnya. Namun, sama halnya dengan prosedur operasi lain, operasi untuk penderita skoliosis juga memiliki risiko yang harus diketahui terlebih dahulu. Simak penjelasan berikut.

1. Paraplegia

Salah satu risiko dari operasi skoliosis ini ditandai dengan kehilangan kemampuan untuk menggerakkan atau merasakan tubuh bagian bawah hingga kaki atau dalam medis disebut dengan paraplegia. Hal ini tidak jauh berbeda dengan lumpuh.

Meski jarang terjadi,  pasien mungkin saja mengalami hal ini setelah operasi skoliosis. Untuk mengurangi kemungkinan dari risiko ini, kondisi tulang belakang pasien skoliosis bisa dimonitor selama operasi.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan dari risiko ini adalah:

Advertisement
  • Somatosensory evoked potential (SSEP), di mana dokter akan meletakkan alat elektrik kecil pada kaki pasien yang sinyalnya dapat diterima oleh otak. Sinyal dari alat ini harus terus konsisten selama operasi. Namun, jika sinyal melemah pada satu titik, itu bisa jadi tanda bahwa ada masalah pada tulang belakang pasien.
  • Motor evoked potential (MEP). Metode ini  tidak jauh berbeda dengan alat sebelumnya, hanya saja MEP memonitor sinyal yang berkaitan dengan otot pasien.
  • Stagnara wake-up test, di mana  pasien akan dibangunkan dan diminta untuk menggerakkan kakinya di tengah operasi.

Dengan ketiga metode yang telah disebutkan, dokter dan tim operasi dapat mengembalikan kondisi tulang belakang secepat mungkin jika terjadi masalah. Dengan begitu, risiko mengalami paraplegia atau kelumpuhan setelah menjalani operasi skoliosis dapat dihindari.

2. Kehilangan darah dalam jumlah banyak

Risiko lain yang mungkin terjadi pada pasien skoliosis setelah menjalani operasi adalah kehilangan banyak darah. Pasalnya, saat melakukan operasi pada tulang belakang yang tergolong susah, mungkin otot di area tulang belakang akan robek dan bermunculan keluar. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan.

Tetapi, risiko dari operasi skoliosis ini juga bisa dihindari dengan teknik operasi yang benar. Artinya, jumlah darah yang keluar dapat ditahan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, bahkan pasien juga tidak membutuhkan transfusi darah.

Untuk berjaga-jaga, pasien juga bisa mendonorkan darahnya terlebih dahulu sebelum operasi, yang nantinya bisa diberikan kembali pada tubuh pasien jika dibutuhkan saat operasi. Alternatif lainnya, di tengah-tengah operasi, darah pasien juga bisa diambil dan dikembalikan lagi pada pasien jika memang dibutuhkan.

3. Kerusakan saraf pasien

Setelah menjalani operasi, risiko lain yang mungkin dialami oleh pasien skoliosis adalah kerusakan saraf tulang belakang.

Advertisement

Kerusakan saraf ini dapat memicu gejala-gejala seperti mati rasa pada satu atau kedua kaki pasien. Namun, dalam kasus yang sudah cukup parah, pasien dapat mengalami paraplegia, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

4. Pseudoarthrosis

Risiko lain dari operasi skoliosis adalah kegagalan tulang belakang untuk menyatu, atau bisa juga disebut dengan pseudoarthrosis. Biasanya, kondisi ini terjadi karena salah satu tulang yang digunakan untuk menyatu dengan tulang belakang tidak menempel dengan benar.

Jika pasien mengalami kondisi ini, pasien akan merasakan gejala-gejala seperti rasa tidak nyaman, hingga tulang belakang tidak mengalami perubahan sama sekali. Biasanya, akan dibutuhkan operasi lanjutan untuk membenarkan kondisi ini.

5. Batang titanium yang dipasang di tulang belakang bergeser

Saat operasi, biasanya tulang belakang akan dipasangi batang titanium untuk membantu membetulkan posisi tulang belakang pasien skoliosis. Tetapi, batang titanium ini bisa saja berubah posisi setelah operasi.

Advertisement

Jika dibiarkan begitu saja dan tidak segera ditindak lanjuti, kondisi justru akan membuat kondisi tulang belakang pasien semakin buruk. Oleh karena itu, jika batang titanium ini bergeser, pasien akan membutuhkan operasi lanjutan untuk mengembalikan posisi dari batang tulang belakang.

Oleh sebab itu, jika pasien skoliosis ingin menjalani operasi tulang belakang untuk mengatasi kondisinya, pasien juga harus tetap mengetahui setiap risiko yang mungkin terjadi. Dengan begitu, pasien dapat mempertimbangkan manfaat dan risiko dari prosedur operasi dan memutuskan apakah pasien memang membutuhkan operasi tersebut.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport4 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan5 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan7 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Populer