Lifestyle
7 Penyebab Anda Tidak Juga Mens, Padahal Tidak Hamil • Hello Sehat

Lama menunggu datangnya tamu bulanan bisa jadi sebuah ritual yang bikin deg-degan. Pada kebanyakan kasus, tidak haid adalah tanda klasik bahwa Anda positif hamil. Namun jika setelah berulang kali tes hamil hasilnya negatif, absennya haid di bulan ini bisa jadi pertanda masalah kesehatan tertentu.
Apa saja penyebab tidak haid?
Apabila haid Anda selama ini teratur tapi dalam 3-6 bulan belakangan jadi jaranga atau tidak haid sama sekali, berikut beberapa penyebab yang paling mungkin terjadi:
Stres
Jika Anda sedang stres, siklus haid Anda bisa menjadi lebih lama atau lebih cepat selesai, atau mungkin berhenti sama sekali.
Tenangkan pikiran Anda dan luangkan waktu untuk bersantai. Olahraga teratur, seperti berlari, berenang, dan yoga, dapat membantu Anda rileks. Latihan pernapasan juga bisa membantu.
Berat badan turun tiba-tiba
Berat berat badan yang turun berlebihan atau tiba-tiba bisa menjadi penyebab tidak haid karena produksi hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi jadi terhambat.
Kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memengaruhi siklus haid Anda. Jika Anda kelebihan berat badan, tubuh Anda mungkin menghasilkan kelebihan estrogen, salah satu hormon yang mengatur sistem reproduksi pada wanita.
Estrogen berlebih dapat memengaruhi seberapa sering Anda mengalami haid, dan juga dapat menjadi penyebab tidak haid.
Olahraga berlebihan
Olahraga yang intens dan berlebihan dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam proses menstruasi. Kehilangan terlalu banyak lemak tubuh melalui olahraga yang intens juga dapat menghentikan fase ovulasi.
Pil kontrasepsi
Minum pil KB bisa menyebabkan haid tidak teratur. Beberapa jenis kontrasepsi lainnya seperti KB suntik, dan KB spiral (IUD) juga dapat menyebabkan menstruasi berhenti sama sekali.
Namun, menstruasi Anda biasanya akan kembali ketika Anda berhenti minum pil KB.
Menopause
Anda mungkin mulai tidak haid saat mendekati menopause. Ini karena kadar estrogen akan mulai berkurang dan ovulasi akan menjadi kurang teratur. Setelah menopause, haid akan berhenti sepenuhnya.
Menopause adalah bagian alami dari proses penuaan pada wanita, yang biasanya terjadi antara usia 45-55 tahun.
Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah masalah keseimbangan hormon wanita. Wanita dengan PCOS akan mengalami kelebihan hormon androgen yang dapat menghambat proses ovulasi.
Wanita dengan PCOS juga biasanya memiliki kista kecil (kantong berisi cairan) yang membuat ovarium membesar. Kista ini tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan menyebabkan tidak terjadinya ovulasi.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional5 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

































