Connect with us

Lifestyle

7 Penyebab Gastritis (Radang Lambung) yang Harus Anda Tahu

Gastritis adalah penyakit pencernaan yang diakibatkan peradangan pada lambung. Gejalanya umum meliputi sakit perut, kembung, hingga mual dan ingin muntah. Banyak orang selama ini menganggap bahwa satu-satunya penyebab gastritis adalah kebiasaan makan makanan pedas. Faktanya, tidak cuma itu yang bisa bikin lambung meradang. Berikut adalah beberapa penyebab radang lambung yang harus Anda ketahui. 

Berbagai penyebab gastritis (radang lambung) yang umum

Peradangan lapisan lambung akibat gastritis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya, asam lambung yang naik hingga merusak lapisan lambung atau adanya infeksi bakteri yang menyebabkan luka pada permukaan lambung.

Sementara itu, penyebab naiknya asam lambung mungkin juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-sehari. Di antaranya minum alkohol terlalu sering saat perut kosong, atau terlalu lama mengonsumsi obat-obatan NSAID seperti aspirin atau obat antinyeri lainnya. 

1. Infeksi bakteri H.pylori

Advertisement

Helicobacter pylori adalah bakteri yang umum hidup di saluran pencernaan. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya. Namun jika jumlahnya berlebihan, H. pylori bisa menyerang dan menginfeksi lapisan perut. Bila makin parah infeksi ini dapat menyebabkan luka di dalam perut dan di usus kecil, yang kemudian jadi penyebab gastritis.

H. pylori menginfeksi dengan cara menurunkan kadar keasaman cairan lambung dan melubangi lapisan lendir pada lambung dan usus. Lapisan perut normalnya dilindungi oleh lendir dan sel-sel kekebalan tubuh. Bakteri H. pylori akan mengganggu respons kekebalan tubuh di sana sehingga menyebabkan radang lambung. Inilah yang kemudian menimbulkan luka menganga pada dinding organ cerna. 

Gejala infeksi H.pylori umumnya berupa perut nyeri dan kembung. Pada kasus yang parah, Anda bisa mengeluarkan feses berwarna hitam saat BAB.

Infeksi bakteri H.pylori penyebab gastritis dapat didiagnosis dengan tes darah dan tes napas sederhana. Namun, orang yang memiliki gastritis dengan keturunan kanker lambung atau punya faktor risiko kanker tertentu harus menjalani skrining lainnya untuk menghindari risiko kemunculan kanker di kemudian hari. 

Advertisement

Pengobatan gastritis akibat infeksi bakteri umum menggunakan obat antibiotik.

2. Minum alkohol terlalu sering atau banyak

minuman beralkohol

minuman beralkohol

Sering minum minuman beralkohol adalah penyebab gastritis yang harus dihindari. Alkohol bukanlah cairan yang bisa dicerna lancar oleh sistem pencernaan manusia. 

Menurut sebuah penelitian dari jurnal American Academy of Pediatrics, konsumsi alkohol dapat langsung mengikis lapisan dinding dalam lambung. Lapisan lambung yang menipis ini akan lebih sensitif terhadap paparan cairan asam yang biasanya diproduksi mencerna makanan.

Alkohol juga meningkatkan produksi gastrin dan mengurangi sekresi pepsin, yang dapat menyebabkan iritasi lambung. 

Advertisement

Gejala radang lambung yang diakibatkan berlebihan minum alkohol umum menimbulkan nyeri perut di bagian atas, mual dan muntah. Komplikasi yang parah dapat mengakibatkan perdarahan berat dalam saluran cerna. 

3. Mengonsumsi obat antinyeri berlarut-larut

obat antibiotik untuk diare

obat antibiotik untuk diare

Obat antinyeri nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan aspirin sering digunakan untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, atau nyeri menstruasi.

Namun sayangnya, obat antinyeri ini dapat menjadi penyebab munculnya gastritis. Terutama jika obat digunakan terlalu sering atau digunakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Obat NSAID sejatinya bekerja mengurangi rasa sakit dengan memblokir enzim yang memproduksi prostaglandin. Namun di dalam perut, obat antinyeri akan memperlambat produksi lendir pelindung dinding lambung dan mengubah strukturnya. Padahal, prostaglandin bekerja melindungi lapisan mukosa lambung.

Advertisement

Ketika lapisan lendir lambung menipis sementara prostaglandin terhambat, akan terbentuk celah di dindingnya. Luka ini akan menyebabkan dinding lambung meradang karena tidak ada lagi yang melindunginya dari paparan cairan asam.

Seiring waktu, peradangan dapat menimbulkan luka yang disertai perdarahan.

4. Stres 

kekurangan hormon dopamin penyebab stres

kekurangan hormon dopamin penyebab stres

Penelitian yang ditulis dalam buku berjudul Stress-Induced Gastritis terbitan 2019, stres berat bisa menjadi penyebab gastritis atau radang lambung.

Saat kita stres, otak akan meningkatkan produksi sejumlah enzim seperti histamin dan gastrin. Peningkatan kadar enzim-enzim ini kemudian mengubah kadar pH lapisan lendir lambung. Kondisi lingkungan lambung yang jadi “kurang asam” akan memicu lambung memproduksi lebih banyak cairan asam untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Advertisement

Kenaikan asam lambung di saat lapisan lendir melemah karena stres dapat mengikisnya terus sehingga muncul luka yang memicu radang lambung (gastritis). 

Masih menurut penelitian di buku tersebut, stres juga dapat membuat kekebalan lapisan lambung terhadap racun menurun. Ketika racun masuk ke dalam pencernaan, perut jadi rentan terserang bakteri atau virus lain yang bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan lambung.  

5. Cairan empedu bocor

cara mengatasi stres penderita penyakit crohn

cara mengatasi stres penderita penyakit crohn

Cairan empedu bisa bocor dan masuk ke lambung sehingga menjadi penyebab gastritis. Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh organ hati untuk mencerna lemak, memecah kolesterol dan sel darah merah tua, dan membuang racun dari tubuh Anda. Empedu akan disimpan dulu di kantong empedu setelah diproduksi.

Saat kemasukan makanan berlemak, perut akan memberi sinyal pada kantong empedu untuk melepaskan cairan empedu. Cairan ini akan mengalir melalui dua tabung kecil (saluran kistik dan saluran empedu biasa) ke bagian teratas usus kecil Anda (duodenum).

Advertisement

Empedu dan campuran makanan dalam duodenum akan masuk ke usus kecil melalui katup pilorus. Katup pilorus biasanya hanya terbuka sedikit untuk menyalurkan cairan empedu. 

Ketika katup itu tidak bisa menutup dengan rapat, cairan empedu bisa bocor dan mengalir ke lambung sehingga menyebabkan lambung meradang. Pasalnya, cairan tersebut memang tidak dirancang untuk bisa “diterima” di dalam lambung.

6. Merokok

dampak negatif rokok

dampak negatif rokok

Merokok diketahui juga dapat menjadi penyebab gastritis. Dikutip dari National Institute of Diabetes, Digestive, and Kidney Disease, merokok terbukti meningkatkan produksi zat yang dapat merusak struktur pepsin, enzim yang dibuat dalam lambung untuk memecah protein.

Selain itu, merokok dapat menjadi penyebab gastritis karena mengurangi aliran darah segar ke lapisan lambung, sekresi lendir pelindung lambung, dan natrium bikarbonat yang menetralkan asam lambung. 

Advertisement

Merokok cenderung menimbulkan peradangan pada dinding lambung yang akhirnya sampai membentuk luka alias borok (tukak). Gejala radang lambung yang disebabkan oleh rokok adalah mulas dan rasa nyeri terbakar di bagian dada.

7. Penyakit autoimun

pilek sakit kepala

pilek sakit kepala

Penyakit autoimun adalah kondisi sistem kekebalan tubuh yang justru berbalik menyerang organ dan jaringan tubuh Anda yang sehat. Padahal sistem imun seharusnya menyerang zat asing yang masuk, seperti parasit, bakteri, atau virus.

Beberapa contoh penyakit autoimun adalah diabetes tipe 1, rematik, dan psoriasis. Ketiganya bisa menjadi penyebab gastritis. 

Pada orang yang punya penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya keliru menyerang sel-sel sehat dalam lambung. Hal ini lama-kelamaan dapat mengubah struktur dan mengurangi jumlah lendir pelindung dinding lambung sehingga memicu peradangan.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport8 jam ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport14 jam ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport15 jam ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport15 jam ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport15 jam ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan22 jam ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan22 jam ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan3 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan3 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional3 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional3 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional4 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional4 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan4 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan4 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan4 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan4 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport3 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport3 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional5 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport6 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport3 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Nasional3 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Nasional2 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Populer