Connect with us

Lifestyle

Anemia Sel Sabit: Gejala, Penyebab, Pengobatan | Hello Sehat

Pengertian

Apa itu anemia sel sabit (sickle cell anemia)?

Anemia sel sabit atau sickle cell anemia adalah jenis anemia yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang menyerupai bulan sabit. Kondisi ini terjadi karena keturunan. Artinya, bayi atau anak berisiko mengalami kondisi ini jika salah satu orangtua memiliki gen mutasi pembentuk sel sabit.

Itu sebabnya, anemia sel sabit dikategorikan sebagai salah satu kondisi kelainan atau cacat bawaan adalah pada bayi yang baru lahir.

Anemia sel sabit atau sickle cell anemia adalah kondisi yang ditandai dengan keping  yang berbentuk abnormal seperti bulan sabit dengan tekstur kaku dan lengket.

Advertisement

Sel darah merah yang sehat dan normal seharusnya berbentuk piringan bulat pipih sehingga mudah mengalir di dalam pembuluh. Namun, bentuk sabit pada anemia jenis membuat sel darah merah dapat saling menempel dan menyumbat pembuluh darah kecil. Tekstur sel pun kaku dan lengket.

Kondisi ini lama-lama bisa menghentikan aliran darah yang seharusnya sehingga mengakibatkan timbulnya rasa sakit dan kerusakan pada organ-organ tubuh bayi.

Gejala, penyebab, dan obat anemia sel sabit akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Ada cukup banyak bayi yang lahir dengan kelainan bawaan ini. Anemia sel sabit adalah kondisi yang lebih umum terjadi pada orang-orang dari ras atau etnis tertentu.

Advertisement

Ras atau etnis tersebut mencakup Afrika, India, Mediterania, Saudi Arabia, Qatar, Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Tanda-Tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia sel sabit (sickle cell anemia)?

Umumnya, gejala anemia masing-masing jenisnya memiliki kemiripan. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala spesifik dari anemia sel sabit, yaitu:

  • Anemia kronis (menahun)
  • Lemah dan letih
  • Bengkak pada tangan dan kaki karena pembuluh darah terhambat
  • Mata, kulit, dan bibir berwarna kuning
  • Pertumbuhan terlambat
  • Rasa sakit parah pada dada, daerah perut, persendian dan tulang, yang dapat berlangsung selama hitungan jam hingga mingguan
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Infeksi berulang pada bayi

Melansir dari Mayo Clinic, gejala anemia sel sabit biasanya baru akan muncul saat bayi berusia sekitar lima bulan.

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa khawatir terhadap suatu gejala yang dialami si kecil, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anemia sel sabit biasanya terdiagnosis pada saat bayi. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter, jika:

Advertisement
  • Rasa sakit yang intens tanpa sebab, seperti rasa sakit di daerah perut, dada, tulang, atau persendian
  • Bengkak pada tangan atau kaki
  • Bengkak di daerah perut, khususnya sakit saat disentuh
  • Demam, bayi dengan kondisi ini memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena infeksi dan demam yang juga merupakan tanda awal infeksi
  • Kulit pucat
  • Kulit kuning atau putih di mata
  • Beberapa tanda atau gejala stroke, berupa:
    • Mati rasa atau terasa lemah di salah satu bagian wajah, lengan, atau kaki
    • Kebingungan
    • Mendadak kehilangan pandangan

Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia sel sabit (sickle cell anemia)?

Penyebab anemia adalah kurangnya sel darah merah. Namun, setiap jenisnya memiliki penyebab mendasar yang berbeda-beda.

Anemia sel sabit terjadi karena kerusakan genetik pada gen pembentuk hemoglobin dalam darah bayi. Kerusakan atau mutasi itu diturunkan dari orangtua ke anak.

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh tubuh.

Advertisement

Mutasi gen tersebut menyebabkan hemoglobin (beta-globin protein) bercampur dengan terlalu banyak zat besi. Ketika bayi memiliki sickle cell anemia, kelainan pada hemoglobin membuat sel darah merah menjadi kaku, lengket, dan cacat.

Kemungkinan orangtua yang memiliki anemia sel sabit melahirkan anak yang sehat adalah sebagai berikut:

  • 25% kemungkinan bayi yang baru lahir tidak terserang penyakit ini.
  • 50% anak-anak memiliki faktor genetik tersembunyi, tetapi penyakitnya tidak muncul.
  • 25% kemungkinan anak-anak yang dilahirkan memiliki sel sabit.

Seorang bayi bisa mengalami kondisi ini jika lahir dengan dua gen sel sabit yang diwariskan dari kedua orangtuanya. Jika hanya satu orangtua yang memilikinya, anak Anda biasanya tidak akan menunjukkan gejala apa pun dan mungkin berperan sebagai pembawa sifat (carrier). 

Untuk bayi yang lahir dengan pembawa sifat (carrier), penting untuk melakukan skrining kesehatan sebelum menikah dengan pasangannya ketika dewasa. Hal ini untuk mengetahui apakah pasangannya memiliki pembawa sifat atau tidak. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan perencanaan kehamilan dan mengetahui kemungkinan anemia sel sabit pada keturunannya. 

Faktor-Faktor risiko dan komplikasi

Apa yang meningkatkan risiko untuk mengalami kondisi ini?

Satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko sel sabit atau sickle cell anemia adalah memiliki keturunan sel sabit.

Advertisement

Orangtua yang memiliki sel sabit menandakan bahwa ia memiliki hemoglobin yang normal dan satu gen sel sabit. Akibatnya, darah memiliki hemoglobin normal dan tidak normal.

Meskipun anak yang dilahirkan tampak sehat, tetap ada kemungkinan ia membawa sifat sel sabit sebesar 25 persen.

Komplikasi

Apa saja risiko komplikasi dari anemia sel sabit?

Kelainan bentuk dapat menyebabkan sel darah merah sulit bergerak melalui pembuluh darah. Sel darah merah yang bentuknya abnormal ini dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Kondisi tersebut dapat memicu rusaknya jaringan dan organ-organ karena tidak mendapatkan cukup asupan darah. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Advertisement

Bayi yang mengalami sickle cell anemia mungkin juga mengalami pembengkakan di bagian tangan dan kaki serta mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Komplikasi dari anemia jenis ini juga termasuk penyakit ginjal dan mata, stroke, dan infeksi seperti osteomielitis atau pneumonia. Dalam kasus yang berat, sumsum tulang bayi juga dapat berhenti memproduksi sel darah merah.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang paling umum untuk mendiagnosis penyakit ini?

Cara mendiagnosis anemia sel sabit tergolong berbeda dengan cara umum mendiagnosis anemia. Dokter akan mendiagnosis adanya sel sabit berdasarkan catatan medis pada pemeriksaan bayi dan anggota keluarganya. Biasanya, dokter juga dapat melakukan tes darah untuk melihat sel sabit dan mutasi hemoglobin.

Advertisement

Bayi akan terdiagnosis dari awal jika segera melakukan tes darah sejak lahir.

Tes untuk mendeteksi gen sel sabit sebelum kelahiran

Penyakit sel sabit dapat didiagnosis sejak bayi belum lahir dengan mengambil sampel beberapa cairan yang mengelilingi bayi di dalam rahim ibu (cairan ketuban). Hal ini bertujuan untuk mencari gen sel sabit.

Jika Anda atau pasangan Anda telah didiagnosis mengalami anemia sel sabit, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda harus mempertimbangkan skrining ini. Mintalah rujukan ke konselor genetika yang dapat membantu Anda memahami risiko terhadap bayi Anda.

Advertisement

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk anemia sel sabit (sickle cell anemia)?

Sel sabit mungkin tidak sepenuhnya dapat diobati. Perawatan umumnya ditujukan untuk mengendalikan gejala dan meredakan rasa sakit.

Jika si kecil mengalami rasa sakit berlebihan dan obat-obatan tidak efektif, dokter mungkin akan memberikan penghilang rasa sakit secara cara pengobatan anemia.

Obat hydroxyurea misalnya yang dapat membantu mengurangi jumlah sel sabit di dalam darah. Obat ini juga menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi serta kondisi kesehatan yang lebih buruk.

Transfusi darah dan stem cell transplantation juga bisa dilakukan dokter sebagai pengobatan anemia sel sabit pada bayi dan anak.

Advertisement

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi sickle cell anemia dan mencegah anemia bertambah parah adalah sebagai berikut:

  • Minum banyak air untuk mencegah bayi mengalami dehidrasi.
  • Lakukan diet untuk anemia dengan banyak sayuran hijau yang kaya folat. Anda sebaiknya mengonsumsi folat setiap hari.
  • Olahraga ringan untuk meningkatkan ketahanan.
  • Lakukan imunisasi bayi sesuai dengan yang dianjurkan dokter Anda.
  • Jangan bepergian dengan pesawat tanpa ruangan bertekanan.
  • Jangan menyalahgunakan obat penghilang rasa sakit. Sebaiknya hanya minum sesuai resep dan selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat untuk bayi dan anak

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum21 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional21 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer