Connect with us

Lifestyle

Info Terlengkap Tentang Penyakit Rubella

kabartangsel.com – Apa itu rubella? Penyakit rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit rubella ini juga dikenal sebagai campak Jerman yang membuat penderitanya mengalami ruam merah dan suhu badan tinggi. Penyebab rubella adalah virus. Virus rubella ini menyebar melalui droplet bersin atau ingus orang yang terinfeksi oleh penyakit rubella atau campak Jerman ini.

Bagi kebanyakan orang penyakit rubella adalah penyakit ringan tapi bagi wanita hamil, rubella adalah penyakit yang bisa menyebabkan konsekuensi serius. Campak rubella sering terjadi pada anak-anak, namun sejak diperkenalkannya program vaksinasi pada 1980-an, penyakit ini telah hampir seluruhnya diberantas.

Baca juga: Seperti Ini Gejala Anak yang Terkena Virus Rubella

Bila virus rubella merebak harus dilaporkan ke Dinas Kesehatan di bagian penyakit menular, karena penyakit rubella adalah penyakit yang sudah diberantas dengan vaksinasi. Ini berarti bahwa setiap dokter yang mendiagnosis infeksi ini diwajibkan oleh hukum untuk menginformasikannya kepada Dinas Kesehatan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sumber infeksi virus rubella dan menghentikan penyebarannya.

Penyebab Rubella dan Gejala Rubella 

Penyebab penyakiy rubella adalah virus. Gejala rubella yang utama adalah ruam yang berwarna merah muda khas. Gejala rubella dimulai dengan bintik-bintik dan gatal, sebelum menyebar dari belakang telinga ke kepala, leher, dan kemudian dari tubuh bagian atas. Ruam biasanya berlangsung hingga seminggu.

Advertisement

Gejala rubella atau campak Jerman yang utama lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan belakang kepala, badan panas hingga bersuhu 38 derajat Celcius atau lebih, dan badan menggigil. Gejala yang kurang umum lainnya pada orang dewasa adalah arthritis dan arthralgia—peradangan dan nyeri sendi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, rubella adalah penyakit yang dapat mengakibatkan komplikasi serius. Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella dapat menyebabkan radang otak; dalam satu dari 3.000 kasus, rubella dapat memengaruhi pembekuan darah. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan.

Dalam kebanyakan kasus rubella adalah penyakit dengan kondisi ringan, tetapi jika Anda curiga mengalami gejala rubella, Anda harus menghubungi dokter untuk mengonfirmasi apakah ruam akibat campak rubella, atau gejala penyakit lainnya. Terutama apabila Anda sedang hamil. Campak rubella atau campak Jerman ini dapat didiagnosis dengan tes darah.

Jika Anda terkena rubella, jauhi lingkungan kerja untuk menghindari penularan, dan jika anak Anda terinfeksi virus rubella, sebaiknya ambil izin sakit dari kegiatan bersekolah sampai anak berkonsultasi dengan dokter.

Advertisement

Baca juga: Mengenali 6 Gejala Rubella pada Ibu Hamil

Penyakit Campak Rubella Berbahaya pada Ibu Hamil

Beberapa wanita hamil akan memiliki kekebalan terhadap campak rubella, baik dari yang telah memiliki penyakit di masa lalu atau dari yang divaksinasi. Namun, jika seorang wanita hamil yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus rubella, dia bisa menularkannya kepada anaknya yang belum lahir.

Virus ini dapat menyebabkan sejumlah cacat lahir yang dikenal sebagai congenital rubella syndrom (CRS) atau sindrom rubella bawaan. Cacat lahir ini termasuk cacat mental, katarak, tuli, ketidaknormalan jantung atau penyakit jantung kongenital, dan pertumbuhan janin lebih lambat dari janin normal.

Risiko bayi yang terkena CRS dan keparahan dari cacat lahir tergantung di usia kehamilan ketika ibu terkena rubella:

  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan menginjak 11 minggu, risiko CRS adalah sebesar 90 persen
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan antara minggu ke 11-16, risiko CRS adalah sebesar 10-20 persen
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan antara minggu ke 16-20, risiko CRS minimal yaitu tuli
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan di atas minggu ke-20, tidak ada peningkatan risiko CRS.

Wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami rubella atau jika telah berada bersama dengan seseorang yang mengalami rubella selama minimal 15 menit. Tes dapat dilakukan jika Anda belum diimunisasi terhadap rubella dan Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk memeriksa apakah bayi mengalami CRS. USG dan amniosintesis mungkin dapat menentukan jenis dan tingkat cacat lahir.

Pasien dapat ditawarkan konseling sehingga mereka dapat membuat keputusan tentang apakah akan melanjutkan dengan kehamilan dalam kasus di mana cacat lahir sudah dikonfirmasi.

Advertisement

Baca juga: Ruam pada Anak – Pengobatan Rubella, Fifth Disease, dan Coxackievirus

Mengobati Penyakit Rubella

Rubella adalah kasus yang relatif ringan dan tidak ada pengobatan khusus untuk kondisi tersebut. Gejala rubella biasanya reda dalam waktu 7-10 hari dan tidak perlu mengobati ruamnya karena akan menghilang seiring berjalannya waktu.

Parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam, meringankan rasa sakit, dan nyeri. Parasetamol atau ibuprofen diberikan sesuai usia dan aman digunakan untuk anak-anak. Pasien juga perlu minum banyak cairan. Jika rubella terjadi pada ibu hamil, tentu harus segera menghubungi dokter.

Pencegahan Penyakit Rubella 

Anda tentu sudah mengetahui apa itu rubella. Selebihnya, pengetahuan tentang pencegahan rubella tentu juga sangat penting. Rubella adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Cara yang paling efektif untuk mencegah rubella atau campak Jerman harus diimunisasi dengan measles, mumps, dan Rubella (MMR) atau campak, gondok dan rubella (CGR).

Vaksin MMR diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari program vaksinasi rutin. Dosis pertama diberikan pada sekitar 12-13 bulan dan dosis kedua sebelum mereka mulai sekolah, biasanya antara tiga sampai lima tahun.

Advertisement

Wanita yang berencana untuk memiliki bayi dapat meminta dokter mereka untuk dilakukan tes kekebalan rubella. Mereka yang tidak memiliki atau sedikit memiliki antibodi rubella akan ditawarkan vaksin MMR. Vaksin ini dapat diberikan setiap saat hingga satu bulan sebelum mendapatkan kehamilan agar ibu kebal terhadap virus rubella. National Health Service (NHS) mengatakan bahwa ibu menyusui aman untuk mendapatkan vaksin MMR.

Jika berpikir imunisasi dalam diri Anda tidak lengkap, dan berisiko mendapatkan virus rubella, Anda bisa meminta vaksin MMR setiap saat. Vaksin tunggal untuk melindungi rubella tidak lagi tersedia. MMR adalah paket vaksinasi yang memberikan untuk gondong, campak, dan rubella (3 in 1).

Source

Advertisement
Sport1 jam ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport2 jam ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport8 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport20 jam ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport23 jam ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport1 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport1 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional3 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional3 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer