Connect with us

Lifestyle

Memotong Tali Pusat Bayi Tidak Usah Terburu-buru! (Ini Waktu yang Ideal)

Bisa dibilang, seremoni pemotongan tali pusat adalah momen yang paling penting dari kehidupan awal bayi. Setelah sembilan bulan hidup dalam kandungan hanya bergantung pada tali pusat untuk menerima segala asupan gizi dari sang ibu, kini bayi sudah bisa lebih mandiri. Beberapa dokter biasanya langsung memotong tali pusat bayi segera setelah lahir ke dunia untuk menurunkan risiko perdarahan berat pada ibu. Meski begitu, menunda pemotongan tali pusat bayi barang sebentar saja ternyata ada manfaatnya, lho!

Di sisi lain, dokter dan orangtua harus pintar-pintar memperkirakan lama waktunya jika tidak ingin langsung memotong tali pusat bayi. Para pakar kesehatan berargumen bahwa menundanya terlalu lama mungkin akan berisiko negatif pada perkembangan bayi. Lalu, harus berapa lama idealnya kalau ingin menunda pemotongan tali pusar yang benar-benar aman bayi ibu dan bayinya?

Menunda memotong tali pusat bayi kurangi risiko anemia

Menjaga tali pusat tetap utuh tersambung selama beberapa saat sebelum akhirnya dijepit (klem) dan dipotong dilaporkan dapat berdampak baik bagi sang buah hati, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). Terutama apabila bayi lahir prematur.

Advertisement

Penundaan klem memungkinkan bayi terus menerima lebih banyak pasokan darah segar yang kaya zat besi dari plasenta. Aliran darah segar dari plasenta mungkin masih mengalir sampai lima menit setelah bayi lahir, tapi transfer darah yang paling optimal terjadi dalam 1-3 menit pertama. Dengan demikian, menunda memotong tali pusar bayi dapat menurunkan risiko anak tumbuh besar mengidap anemia defisiensi zat besi. Anemia defisiensi besi merupakan masalah kekurangan gizi yang paling umum ditemukan pada anak-anak Indonesia, lapor IDAI.

Di antara banyak manfaat dari menjaga tali pusar tetap utuh setelah bayi lahir adalah meningkatkan asupan oksigen ke dalam paru-paru bayi untuk memperkaya napas pertama mereka. Pasalnya, darah beroksigen yang mengalir melalui plasenta akan terus mengalir ke paru untuk memungkinkan organ tersebut berkembang maksimal saat menghirup udara.

Selain itu, berdasarkan riset-riset terdahulu, penundaan pemotongan tali pusat bayi juga bermanfaat untuk:

  • Menurunkan risiko perdarahan intraventrikular sebesar 59 % pada bayi prematur.
  • Penurunan risiko terjadinya infeksi sebesar 29 persen.
  • Penurunan risiko enterokolitis nekrotikans (peradangan saluran cerna yang sering terjadi pada bayi prematur dan bayi susu formula) sebesar 62 persen.

Namun demikian, menundanya terlalu lama juga tidak baik. Misalnya dengan menunggu sampai tali pusat mengering dan terlepas sendiri, seperti yang umum dilakukan pada persalinan alami Lotus birth.

Terlalu lama mengulur waktu berisiko sebabkan infeksi tali pusat

Masih nenurut Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG), ketika tali pusat sudah berhenti berdenyut maka plasenta sudah menjadi jaringan mati sehingga tidak lagi mengandung darah segar.

Advertisement

Bila didiamkan terus menerus dalam waktu lama, tali pusat akan rentan terinfeksi akibat paparan bakteri dan kuman dari lingkungan sekitar. Hal ini akan meningkatkan risiko bayi terserang infeksi tali pusat

maka akan menjadi tempat yang rentan bagi bakteri dan kuman untuk bersarang. Akibatnya, sang buah hati akan menjadi rentan terkena infeksi akibat plasenta dan tali pusat yang terus menerus menempel dan tidak dipotong. Pada kasus yang parah, infeksi dapat meluas hingga ke area kulit perut di sekitar tali pusat dan membuat kulit tampak mengeras, memerah, dan membengkak.

Jadi, berapa lama waktu yang ideal untuk menunda memotong tali pusat bayi?

Keputusan tentang kapan waktu yang tepat untuk memotong tali pusar idealnya harus dibuat setelah dokter dan ibu (serta calon ayahnya) berdiskusi matang bahkan sebelum persalinan dimulai, dengan mempertimbangkan proses persalinan, kesehatan bayi, dan juga kondisi ibu.

Namun umumnya, berbagai studi menunjukkan menunggu setidaknya 30 detik sampai satu menit sebelum penjepitan tali pusar memungkinkan lebih banyak darah segar kaya zat besi dari plasenta mengalir ke dalam tubuh bayi yang baru lahir. Sejumlah organisasi kesehatan internasional, termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO), bahkan merekomendasikan pemotongan tali pusar dilakukan sekiranya dalam satu sampai tiga menit setelah bayi lahir.

Advertisement

Pemotongan tali pusat dalam rentang waktu ini juga sama disarankan untuk ibu yang mengidap HIV positif. Berdasakan riset WHO, penundaan pemotongan tidak berdampak terhadap peningkatan risiko penularan HIV dari ibu ke bayi karena darah yang masih didapat bayi sementara masih tersambung pada tali pusatnya akan tetap sama dengan darah yang selama ini diperoleh dalam kandungan. Risiko bayi tertular HIV dari ibu yang positif lebih disebabkan dari adanya virus HIV yang masuk ke tubuh bayi lewat aliran darah yang mengalir dalam plasenta selama kehamilan, atau adanya paparan terhadap darah ibu ketika melahirkan normal, bukan dari penundaan pemotongan tali pusat.

Meski begitu, dokter biasanya tidak akan menunda memotong tali pusat bayi jika ia diketahui memiliki masalah pernapasan dan/atau kondisi medis lain yang membutuhkan perawatan darurat.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional2 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional2 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional20 jam ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer