Connect with us

Lifestyle

Sembuh dari Kanker Usus Besar, Mengapa Masih Harus Kemoterapi?

Bagi sebagian penderita kanker kolorektal atau dikenal juga dengan kanker usus besar, berbagai pengobatan yang dilalui mampu mengangkat atau menghancurkan sel kanker sehingga ia dinyatakan sembuh dari kanker. Namun sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi beberapa orang dan mengharuskan mereka hidup dengan kanker. 

Ketika sembuh dari kanker, terkadang tak serta-merta kita terbebas dari jadwal kunjungan rutin ke rumah sakit. Masih terdapat pengobatan lanjutan, seperti kemoterapi, terapi radiasi (radioterapi), atau terapi lainnya yang jika dilakukan dengan rutin dapat membantu mengendalikan kanker usus besar. Hal ini tentu membuat Anda harus memiliki usaha khusus agar pengobatan yang Anda jalani tetap  menunjukkan perkembangan yang baik, seperti menjaga pola makan dan rutin kontrol ke dokter.

Sebenarnya, apa saja sih hal-hal yang harus diperhatikan ketika Anda telah menuntaskan pengobatan, dan dinyatakan sembuh dari kanker usus besar? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui apa yang seharusnya dilakukan pasien kanker kolorektal usai menjalani pengobatan.

Advertisement

Hidup dengan kanker usus besar, pengobatan apa yang mungkin saya dapatkan?

Operasi kanker usus besar adalah salah satu pengobatan utama dan paling umum jika Anda memiliki kanker usus besar (kanker kolorektal). Jika Anda didiagnosis kanker pada tahap awal (stadium awal), dokter Anda kemungkinan akan menjalankan prosedur ini. Semakin awal Anda didiagnosis kanker usus besar, akan semakin tinggi pula kemungkinan Anda sembuh dari kanker. 

Operasi kanker usus besar sudah berhasil, lalu, apa yang harus saya lakukan?

Ketika menjalani operasi kanker usus besar, usus Anda adalah organ yang akan menjadi “aktor utama”. Akan banyak tindakan yang dilakukan pada organ pencernaan yang satu ini. Itu sebabnya, biasanya, setelah operasi kanker usus besar dilakukan Anda dianjurkan tidak makan atau minum selama beberapa hari sampai usus Anda siap untuk bekerja normal kembali, melakukan tugas mencerna makanan.

Usai operasi berhasil dilaksanakan, karena tidak dapat langsung mengonsumsi makanan padat, Anda akan diberikan cairan infus yang akan menjaga asupan nutrisi Anda. Dokter Anda akan memberi tahu apa yang boleh dimakan dan diminum, serta kapan sebaiknya Anda memulainya.

Seperti operasi pada umumnya, Anda pasti akan merasakan sakit pada beberapa hari awal pasca-operasi. Obat pereda nyeri mungkin akan diberikan untuk meredakan sakit yang Anda rasakan. Jika rasa sakitnya tidak tertahankan, sebaiknya ungkapkan pada dokter atau perawat sesegera mungkin sehingga mereka bisa menemukan jenis dan dosis pereda nyeri yang tepat.

Advertisement

Mengapa saya malah mengalami diare atau susah BAB setelah operasi?

Setelah operasi usus, jangan kaget jika Anda mengalami diare untuk beberapa waktu karena ini adalah hal normal yang dialami seseorang yang menjalani operasi kanker. Apabila bagian usus yang diangkat berukuran besar, Anda juga bisa terkena diare dan sembelit secara bergantian. Konsultasikanlah dengan dokter atau perawat Anda mengenai masalah ini, sehingga mereka dapat memberikan saran terkait perubahan kebiasaan buang air besar Anda ini.

Sudah sembuh dari kanker, kenapa masih harus kemoterapi?

Sekalipun prosedur operasi telah sukses dijalankan, dokter mungkin saja akan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi jika ia menilai Anda berisiko tinggi mengalami kekambuhan atau penyebaran kanker. Biasanya, keputusan ini muncul setelah biopsi sel kanker menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan atau ditemukan sel kanker yang bergerak jauh dari lokasi awalnya di usus.

Ketika Anda hidup dengan kanker sebelum menjalani pengobatan, sel-sel kanker yang berdiam dalam diri Anda bisa saja diangkut dalam aliran darah atau sistem limfatik (kelenjar getah bening) dan bisa tumbuh menjadi kanker sekunder suatu saat di masa depan. Itu sebabnya, sebagai upaya pencegahan, dokter akan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi pasca-operasi untuk mengurangi kemungkinan kembalinya atau penyebaran kanker. Prosedur kemoterapi ini biasanya akan dimulai setelah Anda pulih dari operasi, kurang lebih dalam delapan minggu.

Bagaimana tentang perawatan tindak lanjutnya?

Sekalipun pengobatan Anda telah tuntas dan mungkin tubuh Anda sudah bersih dari sel kanker, dan dinyatakan sembuh dari kanker, pemeriksaan dengan dokter tetap perlu dilakukan secara rutin selama beberapa waktu. Biasanya, dokter mungkin akan menanyakan kondisi kesehatan atau masalah yang mungkin Anda miliki. Dokter juga mungkin akan menjalankan pemeriksaan laboratorium, rontgen, atau mungkin scan untuk memeriksa tanda-tanda kanker atau efek samping pengobatan.

Advertisement

Beberapa efek samping akibat pengobatan kanker bisa terjadi selama beberapa hari hingga beberapa bulan, namun ada pula yang berlangsung seumur hidup Anda. Itu sebabnya penting untuk mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan karena Anda membutuhkan biaya yang besar untuk setiap pemeriksaan rutin. 

Saat kanker usus besar berhasil diangkat, sel kanker bisa saja kembali. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh orang yang pernah hidup dengan kanker. Itu sebabnya menjalankan kontrol rutin sesuai anjuran dokter sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan AndaAnda jalankan setelah tuntas menjalani pengobatan kanker.

Dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan fisik setiap tiga sampai enam bulan sekali pada dua tahun pertama pasca-pengobatan kanker usai dijalani untuk memastikan bahwa Anda benar-benar sembuh dari kanker. Setelahnya, frekuensi pemeriksaan mungkin bisa menjadi lebih lama apabila pengobatan kanker yang dijalani menunjukkan hasil yang positif.

Berbagai tes mungkin akan dilakukan pada masa 3-6 bulan pertama pasca-pengobatan untuk melihat perkembangan kanker usus besar yang Anda jalani. Anda harus memiliki jadwal perawatan tindak lanjut setiap tahunnya. Ini membantu mengendalikan pemulihan Anda dengan lebih mudah dan jelas.

Advertisement

3 kunci penting hidup sebagai survivor kanker usus besar

Meski telah sembuh, bukan berarti Anda bisa mengabaikan perencanaan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sekalipun tak ada yang mau hal ini terjadi, kanker bisa tetap kembali sekalipun sudah dinyatakan sembuh dari kanker. Untuk itu, agar pengobatan dan kesembuhan yang didapat bisa bertahan, secara umum, ada 3 hal kunci yang menjadi dasar Anda melakukan perawatan lanjutan bagi kanker usus besar yang pernah Anda alami, yaitu:

  • Tujuan utama perawatan lanjutan kanker usus besar yang Anda jalani adalah untuk deteksi dini, sebagai upaya pencegahan kembalinya kanker yang telah dinyatakan hilang usai pengobatan.
  • Perawatan lanjutan kanker usus besar (kolorektal) terdiri atas pemeriksaan fisik reguler, carcinoembryonic antigen test, computed tomography scan (CT Scan), dan kolonoskopi atau rektosigmoidoskopi.
  • Untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko Anda mengalami kekambuhan kanker dan rencana perawatan lanjutan bagi Anda.

Meski pemulihan dan perawatan kesehatan setelah pengobatan kanker usus besar tidaklah begitu sulit, Anda tetap membutuhkan opini dari dokter untuk menilainya. Selalu berikan perkembangan terbaru mengenai kondisi kesehatan Anda dan perbanyaklah informasi untuk mengatasi hal buruk yang terjadi pada kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional14 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional14 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional1 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer