Connect with us

Lifestyle

5 Penyakit Akibat Gula Berlebihan (Selain Diabetes)

Gula hampir tidak bisa dilepaskan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Rasanya yang manis memang menambah kenikmatan. Es krim, soda, permen, hingga nasi putih semuanya mengandung gula.

Namun, tahukah Anda gula bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan? Tak hanya diabetes, ada berbagai penyakit lain yang secara langsung maupun tidak langsung diakibatkan oleh konsumsi gula berlebih. Berikut macam-macam penyakit akibat gula yang bisa menyerang Anda.

1. Penyakit jantung

Penyakit akibat gula yang pertama adalah penyakit jantung. Dr. Frank Hu, Profesor Nutrisi di the Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan semakin banyak Anda mengonsumsi gula tambahan maka semakin meningkat pula risiko Anda terkena penyakit jantung. Bahkan dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association, dinemukan fakta orang yang 17 hingga 21 persen kalorinya berasal dari gula tambahan memiliki risiko meninggal akibat penyakit jantung sebesar 38 persen lebih tinggi.

Advertisement

Hubungan antara banyaknya konsumsi gula dan berakibat pada penyakit jantung sebenarnya tidak secara langsung. Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat membuat hati bekerja lebih keras. Pasalnya, hati memetabolisme gula dengan mengubah karbohidrat menjadi lemak. Lama kelamaan, jika kebiasaan mengonsumsi gula berlebih tidak Anda hentikan, maka lemak akan menumpuk di hati dalam jumlah besar dan menyebabkan terjadinya perlemakan hati (fatty liver). Perlemakan hati inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan kronis yang memicu penyakit jantung.

2. Obesitas

Obesitas menjadi penyakit akibat gula yang bisa menjadi memicu berbagai penyakit kronis. Menurut British Dietetic Association (BDA), makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan mengandung banyak kalori. Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, semakin banyak pula kalori yang Anda konsumsi.

Gula mematikan sistem kendali nafsu makan seseorang. Sehingga biasanya sekali saja Anda makan dan minum manis, Anda tidak bisa berhenti dan ingin mengonsumsi makanan manis lainnya. Tanpa sadar, kalori yang dikonsumsi bisa melebihi batas normal. Akibatnya, jika kebiasaan ini dibiarkan terus menerus maka bukan tidak mungkin Anda mengalami berat badan berlebih.

Advertisement

Padahal, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi gula lebih dari 10 persen asupan kalori harian, umumnya sekitar 70 gr untuk pria dan 50 gr untuk wanita. Sedangkan dalam satu kaleng minuman bersoda saja kalorinya mencapai 35 gr. Untuk itu, jika Anda ingin mengonsumsi makanan dan minuman manis, gunakan pemanis rendah kalori. Selain menghindari lonjakan gula darah, pemanis ini juga tidak mengandung banyak kalori yang bisa membuat Anda cepat gemuk.

3. Hiperglikemia

Hiperglikemia adalah penyakit gula darah tinggi sebagai komplikasi dari diabetes. Biasanya, berbagai faktor yang dapat memicu diabetes mengalami hiperglikemia yaitu makanan yang tidak dijaga, kurang gerak, obat-obatan nondiabetes yang bisa menaikkan gula darah, dan melewatkan konsumsi obat penurun gula darah atau suntik insulin.

Hiperglikemia termasuk masalah kesehatan yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Biasanya, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, saraf, dan juga jantung. Tak hanya itu, hiperglikemia juga bisa menyebabkan Anda mengalami koma.

Untuk itu, selain mengikuti berbagai aturan minum obat yang dianjurkan dokter, Anda juga perlu mengendalikan jenis makanan yang dikonsumsi. Usahakan untuk menghindari berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan jika sudah memiliki diabetes untuk mencegah keparahan kondisi.

Advertisement

4. Kerusakan gigi

Tahukah Anda, gula ibarat magnet bagi bakteri jahat di dalam mulut. Kelompok bakteri ini menghasilkan asam di mulut setiap kali Anda makan gula. Bakteri jahat ini memakan gula yang Anda makan dan membentuk plak pada gigi.

Plak adalah lapisan lunak dan lengket di gigi yang terdiri dari 70 persen bakteri yang berasal dari air liur. Plak pada gigi yang tidak hilang dengan air liur dan tidak terangkat saat disikat membuat pH mulut menurun sehingga membuatnya menjadi lebih asam.

Serangan asam berulang menyebabkan hilangnya mineral di email gigi. Lama-lama, hal ini bisa melemahkan dan menghancurkan email gigi yang pada akhirnya bisa membentuk lubang kecil di gigi. Jika dibiarkan, lubang ini akan terus membesar hingga menyebar ke lapisan gigi yang lebih dalam dan bisa mengakibatkan rasa sakit.

Saat gigi mulai rusak Anda akan merasakan berbagai gejala seperti sakit gigi, sakit saat mengunyah, dan gigi sensitif terhadap makanan dan minuman manis, panas, atau dingin.

Advertisement

5. Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang mengakibatkan hilangnya neuron (sel otak) dan sinapsis (persimpangan antara sel-sel otak) secara bertahap. Kondisi ini mengakibatkan penurunan fungsi otak seiring berjalannya waktu. Penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta perubahan perilaku sehari-hari menjadi tanda-tanda penyakit Alzheimer. Hingga akhirnya, saat Alzheimer sudah cukup parah, pengidapnya tidak lagi mampu melakukan berbagai kegiatan tanpa bantuan orang lain.

Ternyata, penelitian menemukan hubungan antara konsumsi gula dengan penyakit Alzheimer. Peneliti dari University of Bath, Inggris, menemukan fakta bahwa kelebihan glukosa dapat merusak enzim penting di otak yang merespon peradangan. Akibatnya terganggunya enzim tertentu ini, sel-sel otak lebih mudah mengalami peradangan yang bisa berujung pada Alzheimer. Namun, penyakit akibat gula yang satu ini bisa masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk dapat memastikan keduanya benar-benar saling berhubungan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan2 jam ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan3 jam ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport2 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport3 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport3 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional5 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Populer