Nasional
Jelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral

Menjelang peringatan Hari Kartini, Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) Ibu Selvi Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat peran perempuan dan mendorong kesetaraan gender sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif, dengan cara kolaborasi lintas sektoral.
Hal tersebut disampaikan saat Ibu Selvi menerima audiensi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kediaman Resmi Wakil Presiden, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (13/04/2026). Pertemuan ini membahas berbagai upaya penguatan peran perempuan, kesetaraan gender, serta rangkaian kegiatan menyongsong Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Selvi menyambut baik inisiatif pencanangan bulan April sebagai bulan pemberdayaan perempuan, oleh berbagai Kementerian di tingkat pusat, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementarian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, termasuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
“Jadi, memang sekarang ini, perempuan memang harus berdaya dan juga bisa menghasilkan karya, bisa memiliki nilai. Jadi kalau dilihat kebelakang, apa yang diperjuangkan RA Kartini dari zaman dulu itu ada hasilnya di era sekarang dan kebermanfaatannya terus kita rasakan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian perempuan Indonesia saat ini yang dinilai sebagai buah dari perjuangan panjang R.A. Kartini.
“Jadi banyak sekali wanita-wanita, perempuan-perempuan Indonesia sekarang sudah bisa berada di posisi-posisi yang sangat luar biasa. Mungkin kita-kita juga bisa seperti ini berkat apa yang sudah diperjuangkan Kartini dari zaman dulu,” tutur Ibu Selvi.
Lebih lanjut, Ibu Selvi menekankan pentingnya terus menggaungkan nilai perjuangan Kartini, khususnya kepada generasi muda, agar semangat kesetaraan tidak luntur oleh perkembangan zaman.
“Mungkin pada saat itu, tidak ada orang yang mempunyai gagasan seperti itu, tapi Kartini mempunyai gagasan untuk setarakan hak antara laki-laki dan perempuan, dan itu bisa kita rasakan sampai sekarang. Dan tentu saja, itu harus selalu kita gaungkan, khususnya kepada generasi-generasi muda sekarang. Jangan sampai nilai-nilai filosofi dari Kartini itu hilang. Tidak hanya Kartini, tapi juga dari pahlawan-pahlawan Nasional Indonesia. Itu yang harus kita sosialisasikan supaya anak-anak kita itu mengerti apa nilai filosofi yang harus kita pelajari dan harus kita pegang. Menjadi pegangan untuk ke depannya,” tambahnya.
Di sisi lain, Ibu Selvi juga mengingatkan bahwa perjuangan kesetaraan gender masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait perlindungan perempuan dari kekerasan.
“Tadi juga ada perwakilan dari Dinas PPPA dari Kabupaten Jepara. Jadi beliau juga menjelaskan bahwa ternyata sampai sekarang ini kasus KDRT masih banyak, yang paling tinggi justru KDRT. Kemudian pelecehan seksual, kemudian pernikahan terhadap anak [di bawah umur]. Jadi, kita inginnya tidak hanya menggaungkan Kartini lahir di Jepara atau Rembang sebagai tempat terakhirnya Kartini, kemudian perjuangannya [untuk] kesetaraan perempuan, tapi ada nilai yang harus diangkat lagi bahwa sampai sekarang, masih banyak perjuangan perempuan yang harus diperhatikan. Khususnya, masih banyak perempuan yang mengalami kekerasan seksual, KDRT, kemudian pernikahan dini terhadap anak juga masih [terjadi]. Itu adalah salah satu awareness (kesadaran) yang harus kita bangun di hari Kartini ini kepada perempuan-perempuan Indonesia. Kalau mengalami ini harus seperti apa, langkah apa yang mereka harus lakukan,” papar Ibu Selvi.
“Kemudian, nanti kedepannya apa yang bisa kita berikan untuk mereka, agar mereka bisa kembali melanjutkan hidup sebagai perempuan kepala rumah tangga. Kemudian juga terutama untuk perempuan-perempuan yang disabilitas. Jadi, nilai itu yang mungkin harus ditambahkan di peringatan hari Kartini,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri PPPA Arifatul Choiril Fauzi menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden.
“Dan pemerintah telah menetapkan dalam Asta Cita Presiden, khususnya poin keempat, yaitu penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kemudian kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan. Tertera jelas sekali bahwa pemerintah punya perhatian yang luar biasa bagaimana kesetaraan gender dan meningkatkan peran perempuan untuk berproses bersama-sama dalam pembangunan nasional untuk menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.
Dalam rangka Peringatan Hari Kartini 2026, Kementerian PPPA mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” dengan konsep kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
“Oleh karena itu, pada pelaksanaan Hari Kartini tahun ini, kami menginisiasi bahwa pelaksanaan Hari Kartini ini menjadi konsen kolaborasi dari berbagai kementerian lembaga,” ujarnya
Hadir dalam audiensi tersebut Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, Ketua Umum Seruni KMP Ibu Tri Tito Karnavian, Sekretaris I Seruni KMP Ibu Wahyu Prasetyo Hadi, Penasihat Seruni KMP Ibu Ida Pratikno. Selain itu hadir pula Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Sekretaris Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu, Deputi Kesetaraan Gender Amurwani Dwi Lestariningsih, serta Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik, Keamanan, Hukum, HAM, Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Pemerintah Daerah Wilayah II Iip Ilham Firman.
Pemerintahan6 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Bisnis7 hari agoIndah Kiat Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Nasional5 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum5 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Tips7 hari agoRekomendasi AC Low Watt Terbaik 2026 untuk Di Rumah yang Hemat Listrik dan Cepat Dingin
Pemerintahan6 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten5 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional5 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025

















