Bisnis
PINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), semakin agresif menggelar kegiatan edukasi dan litersasi di kalangan generasi muda.
Kali ini sasarannya adalah mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat. Edukasi dikemas melalui acara Pintu Goes to Campus bertajuk ‘Financial Literacy‘ dihadiri lebih dari 200 mahasiswa serta diisi dengan penyerahan penghargaan bagi delapan mahasiswa berprestasi.
Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa.
Menurutnya, literasi crypto dan juga investasi, merupakan hal yang sangat penting yang harus dipahami bersama. Rektor pun mengaku bahwa saat ini produk keuangan.
“Begitu banyak masalah-masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang,” ujar Rektor Arief di acara literasi crypto yang berlangsung baru-baru ini (9/4) di Bale Sawala, Unpad.
Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto yang turut hadir di acara mengimbau kepada kalangan generasi muda, terutama mahasiswa, agar melakukan investasi crypto tidak sekadar ikut-ikutan.
Filosofi investasi yang ada di OJK itu, katanya, masih sangat relevan dengan yang ada di crypto, yaitu perhatikan 2L (Legal dan Logis).
Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi oleh OJK. “Pastikan logis jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti,” lontar Djoko.
Sementara CMO PINTU, Timothius Martin, di hadapan mahasiswa menyampaikan masa depan adopsi crypto.
Dijelaskan, ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi crypto. Sekitar 1 banding 15. Artinya, dari setiap 15 orang di dunia, satu orang sudah pernah trading atau investasi crypto.
Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham. “Jadi memang masalahnya itu bukan adopsinya, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasinya.
Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan OJK, universitas, dan Investortrust, menggelar acara edukasi dan literasi ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi tentang aset crypto sebelum mulai berinvestasi.
Industri crypto terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data dari OJK per Februari 2026, jumlah investor aset crypto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta.
Tren ini juga tercermin secara global, World Economic Forum mencatat sekitar 42% investor Gen Z telah memiliki aset crypto.
Hal tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap investasi digital sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah tren tersebut.
“Kami akan terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang belajar agar generasi muda dapat membangun pemahaman yang matang dan mengambil keputusan finansial secara bijak,” tandasTimothius. ()
Bisnis4 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan5 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport5 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport5 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Banten6 hari agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi


















