Connect with us

Lifestyle

4 Teknik Relaksasi untuk Anak yang Memiliki Penyakit Kronis

Tentu saja tidak mudah jika Anda terserang penyakit kronis, apalagi anak-anak. Bagi anak yang memiliki penyakit kronis, stres sangat rentan terjadi. Ini membuat gejala yang mereka rasakan bertambah parah, mudah cemas, dan gelisah. Salah satu cara untuk mengurangi stres pada anak dengan penyakit kronis adalah menerapkan teknik relaksasi. Apa saja latihan relaksasi yang direkomendasikan? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Teknik relaksasi untuk anak dengan penyakit kronis

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran saja, semua bagian tubuh pun akan terkena imbasnya. Dalam merespons stres, tubuh akan memproduksi hormon tertentu yang dapat menyebabkan jantung berdetak cepat, tekanan darah meningkat, pencernaan melambat, dan menyita konsentrasi.

Semua efek tersebut sangat berdampak buruk bagi anak dengan penyakit kronis. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Untungnya, stres pada anak bisa dikurangi dengan teknik relaksasi seperti berikut ini.

1. Latihan pernapasan

Sumber: The Indian Express

Rasa sakit sekaligus stres bisa membuat anak bernapas lebih cepat dan lebih dangkal. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengajarkan anak untuk melakukan latihan pernapasan. Latihan ini membantu anak lebih tenang sehingga pernapasannya jadi lebih baik.

Advertisement

Cara mempraktikan teknik relaksasi untuk anak ini cukup mudah. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  • Posisikan tubuh anak untuk duduk tegak atau berbaring dengan nyaman. Letakkan satu tangan di atas perut dan tangan lainnya di dada.
  • Tutup mata dan coba lemaskan semua otot yang ada di tubuh. Terutama otot-otot yang mudah sekali merasa tegang, seperti area wajah, leher, dan rahang.
  • Kemudian, tarik napas dalam secara perlahan dan buang. Pastikan pernapasan ini membuat perut si kecil naik dan turun.
  • Setiap tarikan napas, cobalah untuk memikirkan suatu hal yang menarik untuk mengalihkan diri dari stres.

Pada awalnya, memang sulit untuk mengajarkan teknik relaksasi ini pada anak yang masih kecil. Namun, latihan ini bisa mengalihkan anak dari kecemasan, rasa gelisah, dan juga stres yang mengganggu. Lakukan secara rutin supaya anak lebih terbiasa.

2. Terapi visualisasi

terapi visualisasi
Sumber: Sott

Selain latihan pernapasan, teknik relaksasi yang paling sering digunakan adalah terapi visualisasi. Latihan relaksasi untuk anak dengan penyakit kronis ini bisa membantu mengurangi rasa sakit dan kecemasan dengan meningkatkan perasaan positif.

Terapi ini merupakan penggabungan dengan latihan pernapasan. Caranya, posisikan tubuh anak sesantai dan senyaman mungkin. Kemudian, tutup mata dan minta anak untuk menarik napas dalam secara perlahan dan hembuskan.

Langkah selanjutnya, minta anak untuk membayangkan tempat yang paling ia sukai. Tempat yang sangat luas, rindang, dan anak dapat bermain dengan bebas tanpa gangguan. Kemudian, buka percakapan ringan mengenai apa yang dilihatnya, supaya anak lebih mendalami visualisasi yang ada di dalam pikirannya.

Melatih anak untuk melakukan teknik relaksasi ini kadang tidak mudah. Anda mungkin perlu memancingnya dengan gambar dan video yang dilengkapi suara supaya lebih nyata. Jika Anda merasa kesulitan, jangan ragu untuk meminta bantuan dokter atau psikolog.

Advertisement

3. Terapi musik

Seperti halnya terapi visualisasi, terapi musik juga bisa menenangkan pikiran dan membuat hati senang sehingga rasa sakit dan cemas menjadi berkurang. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan pada teknik relaksasi ini, antara lain:

  • Mengajak anak mendengarkan musik dari alat musik tertentu dan menyanyi
  • Ikut menari atau membuat gerakan sendiri diiringi dengan musik
  • Mengajak anak untuk langsung memainkan alat musik

Pada terapi ini, anak tidak diharuskan memiliki bakat khusus, seperti memiliki suara yang bagus. jago menari, atau mahir memainkan alat musik. Anda hanya perlu melibatkan anak dengan kegiatan seperti mendengarkan, bernyanyi, dan belajar memainkan alat musik.

4. Terapi pijat

terapi pijat
Sumber: Destination Thailand News

Teknik relaksasi untuk anak yang dapat Anda coba selanjutnya adalah terapi pijat. Ya, terapi ini memang bisa melemaskan otot yang tegang dan melancarkan sirkulasi darah sehingga membuat anak jadi lebih rileks dan berkurang rasa sakitnya.

Khusus untuk terapi ini, Anda perlu bantuan praktisi maupun dokter. Pasalnya, tidak semua jenis pijatan aman diterapkan pada anak dengan penyakit kronis. Beberapa teknik pemijatan yang biasanya digunakan untuk terapi, antara lain:

  • Swedish massage. Pijatan tangan dengan minyak untuk melemaskan sendi dan otot. Gerakan pijatan yang menjadi andalan, antara lain gerakan mengurut dan menekan dengan cepat.
  • Deep-tissue massage. Hampir sama dengan teknik sebelumnya, namun lebih banyak menggunakan gerakan menekan pada area sekitar otot dan jaringan ikat.
  • Trigger-point massage. Teknik pemijatan ini hanya berfokus pada area tertentu pada tubuh yang menimbulkan rasa sakit dan kaku.

Meski bermanfaat, tetap perhatikan beberapa hal ini

Meskipun teknik relaksasi memberikan manfaat pada anak dengan penyakit kronis, konsultasi dokter tetap harus dilakukan. Penyakit kronis sangat membutuhkan perawatan dokter, baik itu dalam menentukan obat, pola makan, gaya hidup hingga cek kesehatan rutin secara menyeluruh.

Jangan jadikan cara ini sebagai pengobatan utama. Namun, terapkan sebagai pengobatan tambahan yang mendukung pengobatan utama yang direkomendasikan oleh dokter.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional10 menit ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional21 menit ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional18 jam ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer