Connect with us

Lifestyle

Cara Mengatasi Kekurangan Natrium dalam Tubuh Sesuai Anjuran Dokter

Mineral sangat penting bagi tubuh, termasuk natrium. Kekurangan natrium bisa menyebabkan seseorang mengalami hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah lebih rendah dari batas normal (135-145 mmol/L). Mengatasi kekurangan natrium tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu cara tepat agar tak menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa. 

Sebelum mengobati, kenali dulu penyebab hiponatremia

tanya dokter

Terlalu banyak cairan dalam tubuh bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami kekurangan natrium alias hiponatremia.

Tak hanya itu, hiponatremia juga dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan obat diuretik, gangguan kelenjar, serta gagal jantung kongestif.

Advertisement

Jika Anda pernah mengalami gejala kekurangan natrium, diskusikanlah bersama dokter Anda untuk mengetahui penyebabnya.

Selain itu, berkonsultasi dengan dokter juga bisa dilakukan untuk mengetahui cara mengatasi kekurangan natrium. Mengetahui cara mengatasi kekurangan natrium bukan berarti Anda bisa mengobatinya tanpa arahan dari dokter.

Meski tampak ringan, hiponatremia tetap berisiko menimbulkan komplikasi yang berdampak besar bagi kesehatan jika tak ditangani secara tepat.

Cara mengatasi kekurangan natrium (hiponatremia)

tangan diinfus

tangan diinfus

Mengutip laman American Family Physician, cara mengatasi kekurangan natrium alias hiponatremia dapat dibagi ke dalam dua langkah.

Advertisement

Langkah pertama adalah menentukan apakah pasien memerlukan penanganan segera. Biasanya, hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan jenis hiponatremia yang dialami, yakni akut atau kronis.

Langkah kedua yaitu menentukan tindak penanganan yang tepat. Berdasarkan kondisi pasien, dokter perlu mempertimbangkan banyaknya infus natrium yang diberikan serta penanganan lain apabila diperlukan.

Berikut ada cara mengatasi kekurangan natrium berdasarkan jenis hipnatremia yang dialami.

1. Hiponatremia akut

Hiponatremia akut ditandai dengan penurunan kadar natrium yang terjadi dalam waktu cepat, yakni antara 24 hingga 48 jam.

Advertisement

Kondisi ini perlu ditangani dengan segera karena pasien biasanya mengalami kejang dan berisiko terkena pembengkakan otak.

Kadar natrium pada hiponatremia akut akan menurun hingga 125 mmol per liter. Pasien perlu mendapatkan infus agar jumlah natriumnya naik sebanyak 4-6 mmol per liter guna mencegah kerusakan pada saraf dan otak.

Cara yang disarankan untuk mengatasi kekurangan natrium akibat mengobati hiponatremia akut, yaitu:

  • Gejala parah: infus berisikan 100 mL natrium klorida (NaCl) 3% selama 10 menit atau sesuai kebutuhan.
  • Gejala ringan hingga sedang, dengan risiko lebih kecil terhadap pembengkakan otak: infus berisikan NaCl 3% sebanyak 0,5-2 mL per kilogram berat badan setiap jam.

2. Hiponatremia kronis

infus adalah

infus adalah

Hiponatremia disebut kronis jika terjadi selama lebih dari 48 jam. Cara mengobati gangguan ini pun berbeda dengan hiponatremia akut. Dokter perlu mengetahui penyebabnya terlebih dulu sebelum bisa mengatasinya.

Advertisement

Kebanyakan kasus hiponatremia kronis diatasi berdasarkan penyebabnya. Misalnya dengan mengubah pola makan, mengurangi asupan air agar tidak melebihi 1-1,5 liter per hari, atau mengonsumsi obat diuretik untuk mengeluarkan cairan tubuh berlebih.

Terkadang, tindakan infus natrium diperlukan untuk memperbaiki kadar natrium dalam darah. Namun, pemberian natrium sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu cepat.

Pasalnya, hal tersebut bisa berisiko menyebabkan kerusakan pada selaput mielin yang menyelimuti sel saraf. Ketika hal itu terjadi, maka pasien disebut mengalami sindrom demielinisasi osmotik (ODS).

Dengan mempertimbangkan risiko ODS, berikut adalah cara mengatasi kekurangan natrium dengan pemberian cairan infus untuk mengobati hiponatremia kronis:

Advertisement
  • Risiko ODS tinggi: pemberian serum natrium sebanyak 4-8 mmol per liter setiap hari. Batas maksimum peningkatan natrium yang disarankan adalah 8 mmol per liter dalam jangka waktu 24 jam.
  • Risiko ODS normal: pemberian serum natrium sebanyak 10-12 mmol per liter dalam jangka waktu 24 jam; atau 18 mmol per liter dalam jangka waktu 48 jam.

Dokter biasanya memberikan natrium melalui infus untuk mengobati hiponatremia sehingga kadarnya kembali normal.

Namun, perlu diingat bahwa metode tersebut hanya bisa mengatasi kekurangan natrium atau gangguan elektrolit, tapi tidak menghilangkan faktor penyebabnya.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport9 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport9 jam ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport10 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport10 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport10 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport7 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport7 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport7 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport7 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer