Connect with us

Lifestyle

7 Kesalahan Pemeriksaan Tekanan Darah yang Kerap Terjadi

Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa pemeriksaan tekanan darah merupakan proses yang cepat dan mudah. Sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama proses pengecekan tekanan darah agar hasilnya lebih akurat. Ini karena adanya kesalahan sedikit saja saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, bisa sangat memengaruhi hasilnya. Apa saja kesalahan yang mungkin terjadi?

Berbagai kesalahan dalam pemeriksaan tekanan darah

Dr. Michael Hochman, selaku dosen di University of Southern California sekaligus bagian dari American Heart Association Task Force, mengemukakan pendapatnya mengenai pemeriksaan tekanan darah. Menurutnya, kesalahan yang sengaja atau tidak sengaja terjadi dalam pemeriksaan tekanan darah dapat membuat hasilnya menjadi rancu.

Artinya, hasil pemeriksaan tersebut tidak cukup akurat untuk menyatakan apakah tekanan darah yang Anda miliki tergolong tinggi atau rendah. Berikut sejumlah kesalahan yang kerap terjadi selama pemeriksaan tekanan darah:

1. Menahan buang air kecil

 

Advertisement

Meski kelihatannya sepele, tapi kebiasaan menahan buang air kecil atau membiarkan kandung kemih terisi penuh selama pengukuran berlangsung dapat memengaruhi hasil tekanan darah. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Korean Journal of Family Medicine.

Penelitian yang melibatkan sekitar 172 orang wanita usia menengah ini, mengukur lama waktu urin ditahan sekaligus efek tekanan pada kandung kemih. Faktanya, melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan kondisi kandung kemih yang terisi penuh dapat membuat hasilnya meningkat.

Sementara ketika kandung kemih telang dikosongkan, hasil pengukuran tekanan darah akan menurun dan kembali normal. Para peneliti sebenarnya belum menemukan penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, tekanan pada kandung kemih saat penuh dengan cairan diduga dapat memengaruhi perubahan pada tekanan darah.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk buang air kecil dulu sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah guna terjadinya kesalahan pembacaan hasil.

Advertisement

2. Posisi duduk yang tidak tepat

Duduk dengan posisi tubuh membungkuk dan kaki menggantung alias tidak berpijak sempurna pada tanah, termyata bisa menimbulkan kesalahan pada pemeriksaan tekanan darah. Ini karena setiap kaki memiliki denyut nadi dan aliran darahnya masing-masing.

Ketika dilakukan pemeriksaan, otomatis tekanan darah yang ada di kaki akan ikut dinilai. Normalnya, tekanan darah pada kaki haruslah sama dengan yang ada di tangan. Namun jika posisi tubuh bungkuk, bahkan disertai dengan kaki yang tidak menapak sempurna pada lantai, tentu bisa mengacaukan hasil pemeriksaan.

3. Duduk dengan menyilangkan kaki

 

 

Advertisement

Selain menggantung atau tidak menapak rata dengan lantai, posisi duduk dengan menyilangkan kaki juga bisa menimbulkan kesalahan pada pemeriksaan tekanan darah. Sebab saat salah satu atau kedua kaki disilangkan, pembuluh darah yang mengalir di sepanjang kaki akan berubah membesar mengikuti posisi kaki.

Akibatnya, tekanan darah pun akan meningkat yang kemudian memengaruhi pembacaan hasil pengukuran. Lagi-lagi, pastikan Anda duduk dengan posisi kaki lurus dan menapak pada tanah. Tujuannya agar hasil pemeriksaan tekanan darah lebih akurat.

4. Salah posisi saat memasang alat pengecek tekanan darah

Idealnnya, alat pengecek tekanan darah seharusnya dipasang melingkar di bagian lengan tangan atas, dengan menempel langsung pada kulit. Apabila alat tersebut dipasang pada lengan tangan tapi dengan menempel pada baju, bisa menimbulkan kesalahan pada pemeriksaan tekanan darah.

Kerja alat yang terhalang oleh baju atau tidak menempel langsung pada kulit akan membuat hasil tekanan darah Anda kurang akurat. Bahkan, angkanya bisa saja meningkat lebih tinggi daripada yang seharusnya.

Advertisement

Oleh karena itu, sebaiknya gulung pakaian di lengan tangan Anda ke atas, agar alat bisa menempel langsung pada kulit selama proses pengukuran.

5. Posisi lengan tangan menggantung

Petugas pemeriksa tekanan darah biasanya akan meminta Anda untuk meletakkan salah satu lengan tangan yang telah dipasang alat pada meja. Atau paling tidak, letakkan lengan tangan Anda di tempat yang rata sehingga posisinya tidak menggantung.

Hal ini dikarenakan tinggi atau rendahnya posisi lengan tangan berpengaruh dengan letak jantung, sehingga turut berdampak pada tekanan darah. Ketika lengan tangan Anda menggantung tanpa sandaran, akan menimbulkan kesalahan karena hasil pemeriksaan tekanan darah biasanya akan meningkat.

Maka itu, sebaiknya letakkan lengan tangan Anda pada meja atau alas yang rata agar setidaknya kerja jantung bisa lebih rileks. Dengan begitu, hasil yang ditunjukkan dari pemeriksaan tekanan darah pun lebih akurat.

Advertisement

6. Berbicara atau bercanda selama pemeriksaan berlangsung

 

 

Tanpa sadar, ternyata banyak berbicara, tertawa, atau bahkan bercanda selama proses pemeriksaan tekanan darah bisa menimbulkan kesalahan pada hasilnya. Pasalnya, tekanan darah di dalam tubuh dapat meningkat selama Anda berbicara secara aktif.

Inilah yang kemudian menyebabkan hasilnya kurang akurat, karena berbeda dengan tekanan darah yang sebenarnya Anda miliki. Solusinya, usahakan tetap diam selama pemeriksaan tekanan darah berlangsung, dan baru bicaralah setelah selesai.

Advertisement

7. Ukuran alat tidak sesuai

 

 

Adanya kesalahan pada penggunaan ukuran alat pengecek tekanan darah bisa memengaruhi hasil pemeriksaan. Mengutip dari Harvard Health Publishing, menggunakan alat yang berukuran terlalu kecil bisa membuat Anda merasa tidak nyaman.

Hal ini pun berpengaruh pada hasil pemeriksaan karena tanpa sadar dapat meningkatkan tekanan darah. Jadi, selain memposisikan duduk dengan nyaman, pastikan juga ukuran alat pengecek tekanan darah yang Anda gunakan sudah sesuai.

Advertisement

Source

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport1 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer