Connect with us

Lifestyle

Rio Reifan Tertangkap Lagi, Kenapa Pecandu Narkoba Sulit Berhenti?

Selasa malam (14/8), Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kembali menangkap pesinetron Rio Reifan untuk ketiga kalinya atas tuduhan penyalahgunaan narkotika. Penangkapan ini agaknya semakin memperkuat anggapan bahwa pecandu narkoba sulit berhenti dari ketergantungannya. Apa yang menyebabkan hal ini?

Bagaimana seseorang menjadi pecandu narkoba?

Melansir laman Kompas, Rio sebelumnya telah dua kali ditangkap atas kepemilikan sabu. Setelah penangkapan pertama pada 8 Januari 2015 yang membuahkan vonis penjara 1 tahun 2 bulan, ia kembali ditangkap pada 13 Agustus 2017.

Dua tahun berselang, Rio kembali harus berurusan dengan polisi karena menggunakan narkoba jenis serupa. Usut punya usut, sabu atau methamphetamine merupakan salah satu jenis narkoba yang paling sering membuat pecandu sulit berhenti.

Advertisement

Menurut American Addiction Centers, hal ini disebabkan karena narkoba memengaruhi pusat imbalan (reward center) pada otak. Zat adiktif ini memicu pelepasan senyawa yang disebut dopamin. Dopamin menimbulkan efek berupa rasa gembira yang meluap.

Akan tetapi, efek gembira dari konsumsi narkoba akan menurun seiring waktu. Dosis narkoba yang biasa dikonsumsi lambat laun tidak lagi menimbulkan rasa gembira yang sama. Otak pun “meminta” dosis yang lebih besar demi memperoleh efek tersebut.

Inilah yang membuat pecandu narkoba semakin sulit berhenti. Mereka terus menambah dosis narkoba, tapi tidak mendapatkan efek gembira yang sama. Tanpa disadari, jumlah dopamin pada otak mereka justru kian berkurang seiring bertambahnya dosis narkoba.

Akhirnya, bagian saraf yang berfungsi membawa sinyal juga mengalami kerusakan. Penggunaan narkoba dalam jangka panjang juga menimbulkan dampak negatif berupa:

Advertisement
  • Perilaku agresif dan depresi
  • Kehilangan kemampuan untuk berpikir secara logis
  • Berkurangnya kemampuan mengingat
  • Tubuh gemetar dan kejang

Mengapa pecandu narkoba sulit berhenti?

Kecanduan terhadap narkoba umumnya diatasi melalui rehabilitasi. Namun, rehabilitasi bukanlah proses yang mudah. Ada banyak faktor yang dapat menghambat, bahkan menggagalkan proses rehabilitasi narkoba. Berikut di antaranya:

1. Otak harus “diprogram ulang”

Saat seseorang kecanduan narkoba, otaknya telah terprogram untuk menerima narkoba dan membiarkan kecanduan terjadi. Pecandu narkoba sulit berhenti karena mereka harus melawan mekanisme ini dalam otaknya sendiri.

Rehabilitasi bertujuan untuk mengatur ulang otak sehingga Anda dapat mengurangi kecanduan dengan cara yang sehat. Proses ini sulit dan memakan waktu lama. Pasien harus benar-benar tekun menjalani rehabilitasi untuk memperoleh hasil optimal.

2. Adanya risiko gejala putus obat (withdrawal symptoms)

Gejala putus obat (withdrawal symptoms) terjadi karena otak telah beradaptasi dengan keberadaan narkoba. Tanda-tandanya berupa rasa cemas, lelah, mengantuk, depresi, halusinasi, serta bertambahnya keinginan untuk menggunakan narkoba.

Pecandu narkoba sulit berhenti karena gejala putus obat berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Mereka akhirnya menghindari rehabilitasi dan malah kembali menggunakan narkoba untuk menghindari kondisi ini.

Advertisement

3. Efek yang ditimbulkan dari narkoba begitu besar

Selain kegembiraan yang meluap-luap, narkoba juga membuat Anda bersemangat, lebih awas terhadap hal-hal di sekitar, dan secara umum menimbulkan emosi positif. Semua ini hanya berlangsung sementara, tapi efeknya begitu besar.

Inilah yang membuat pecandu narkoba sulit berhenti. Bagi mereka, tak ada hal lain yang lebih positif yang dapat memberikan sensasi serupa. Pada akhirnya, mereka kembali menggunakan narkoba dalam dosis lebih besar yang berbahaya.

Rehabilitasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan

Kendati merupakan cara terbaik mengatasi kecanduan narkoba, rehabilitasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, gejala putus obat dapat menimbulkan efek berbahaya hingga kematian.

Rehabilitasi perlu dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten. Bagi pecandu narkoba yang sulit berhenti, keberadaan keluarga dan orang-orang terdekat memiliki andil besar dalam menunjang pemulihan.

Advertisement

Pasien dan tenaga medis akan menemui banyak kendala selama rehabilitasi. Proses ini juga sangat mungkin menimbulkan efek samping. Namun, dengan komitmen dan kesabaran, seorang pecandu berat sekalipun akan memperoleh manfaat yang sepadan.

Sumber gambar: Beepdo

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport5 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport5 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport5 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport5 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional6 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan6 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport7 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport2 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer