Connect with us

Lifestyle

9 Kesalahan Menyikat Gigi yang Paling Sering Anda Lakukan

Menyikat gigi merupakan rutinitas harian yang tidak perlu pikir panjang: gosok, kumur, buang — dua kali setiap hari. Lagipula, Anda telah terbiasa melakukannya sejak kecil (mudah-mudahan). Namun, banyak dari kita yang ternyata menyikat gigi dengan cara yang salah. Cara menyikat gigi yang salah justru semakin membuka peluang bagi bakteri hidup dan membuat masalah di dalam mulut, lho! Hayo… Apakah Anda masih sering melakukan kebiasaan-kebiasaan ini?

Cara menyikat gigi yang salah

1. Menyikat gigi terlalu sebentar

Tahukah Anda bahwa menyikat gigi yang tepat membutuhkan waktu setidaknya dua menit? Kebanyakan orang dewasa melakukannya dengan sangat cepat, bahkan di bawah satu menit — dan tidak menyadarinya. Persepsi kita tentang berapa lama waktu kita menyikat sangat tidak akurat. Beberapa orang berpikir mereka menyikat gigi selama beberapa menit, tetapi bisa kurang dari setengah menit.

Untuk mencapai waktu yang direkomenasikan, coba gunakan stopwatch. Atau, gunakan sikat gigi elektrik dengan built-in alarm yang akan berbunyi ketika Anda telah menyikat selama dua menit. Idealnya, Richard H. Price, DMD, penasihat konsumen untuk American Dental Association, dilansir dari WebMD, menyarankan Anda membagi mulut Anda menjadi empat daerah dan menghabiskan 30 detik untuk setiap bagian.

Advertisement

2. Menggosok gigi terlalu keras

Jika kekuatan Anda saat menyikat gigi hampir sama kerasnya seperti saat Anda menggosok kerak lengket di punggung wajan penggorengan, sama saja Anda membahayakan kesehatan Anda. Menggosok dengan keras memberikan rasa kepuasan batin bahwa pekerjaan yang Anda lakukan sudah 100 persen mengangkat semua plak dan sisa makanan yang terselip.

Tapi, menggosok terlalu keras dapat membuat jaringan gusi stres berat dan malah menyebabkannya merosot longgar, sehingga memperlihatkan sebagian akar gigi. Daerah ini sangat sensitif terhadap panas dan dingin. Akar gigi juga lebih rentan terhadap pembentukan lubang daripada bagian enamel gigi yang lebih keras.

Plak (lapisan koloni bakteri) bertekstur lengket namun juga lembut, sehingga Anda tidak perlu menyingsingkan lengan baju tinggi-tinggi setiap kali menyikat gigi. Jangan pula menyikat gigi lebih dari tiga kali sehari. Terlalu sering menyikat gigi dapat membuat lapisan terluar gigi, alias enamel, lebih cepat aus dan merusak gusi Anda. Dua kali sehari, pagi dan malam, cukup.

3. Asal gosok saja

Menyikat gigi lurus, bolak-balik seperti Anda sedang menyetrika bukan cara yang terbaik untuk membersihkan gigi dengan optimal.

Advertisement

Konsentrasikan pembersihan gigi Anda sampai tuntas di setiap daerah gigi mengikuti cara di bawah ini, dengan memberikan perhatian ekstra untuk gusi, daerah gigi belakang dan dalam yang sulit dicapai, dan daerah sekitar tambalan, mahkota, atau area perbaikan gigi lainnya:

  • Genggam sikat gigi Anda dengan menempatkan sudut kepala sikat gigi sedikit miring 45º melawan garis gusi (tidak menempelkan keseluruhan permukaan bulu sikat langsung di gigi). Sikat dengan gerakan sapuan pendek-pendek dan memutar, mirip menyapu dalam lingkaran kecil, menjauhi garis gusi untuk seluruh permukaan gigi depan. Teknik ini berfungsi agar bulu sikat dapat mengeluarkan plak yang bersembunyi di balik batas gusi. Bersihkan barisan gigi atas, kemudian bawah sambil tetap menjaga posisi bulu sikat miring terhadap garis gusi
  • Gunakan metode yang sama untuk membersihkan barisan gigi bagian samping kanan dan kiri, mulai dari atas kemudian bawah (ujung terdalam menuju terluar)
  • Sikat permukaan menggigit gigi dengan gerakan menyapu, dari ujung terdalam ke luar. Bersihkan bagian atas dalam, kemudian bawahnya
  • Untuk membersihkan sisi dalam barisan gigi depan, posisikan bulu sikat secara vertikal dan sikat dengan gerakan melingkar kecil dengan bagian ujung kepala sikat
  • Terakhir, sikat lidah Anda untuk membantu mengikis plak yang menempel di permukaan lidah sekaligus menyegarkan napas.

4. Buru-buru berkumur setelah menyikat gigi

Setelah menyikat gigi, ludahkan kelebihan busa sikat gigi dan jangan langsung berkumur setelahnya. Berkumur setelah menyikat gigi akan membilas konsentrasi fluorida dari pasta gigi yang tersisa, sehingga mencairkannya dan mengurangi efek pasta gigi.

5. Langsung menyikat gigi setelah makan

Jangan segera menyikat gigi setelah makan atau minum yang asam. Selalu tunggu setidaknya 30 menit.

Penelitian menunjukkan bahwa menyikat terlalu cepat setelah makan dan minuman, terutama yang bersifat asam, bisa membawa lebih banyak dampak pada kesehatan gigi Anda. Jika Anda sudah mengonsumsi apapun yang asam, Anda harus menghindari menyikat gigi selama minimal 30 menit. Makanan yang mengandung asam sitrat, seperti jeruk, grapefruit, dan lemon, melemahkan enamel gigi. Asam menyerang gigi, mengikis enamel dan lapisan di bawahnya, yang disebut dentin. Menyikat dapat mempercepat proses pengikisan. Asam refluks menimbulkan masalah yang sama: Meskipun mungkin baik untuk menyikat gigi setelah asam lambung naik untuk menghindari rasa pahit pedasnya, hal ini dapat merusak gigi Anda.

Pakar kesehatan gigi menyarankan untuk lebih baik menyikat gigi sebelum makan atau minum asam, dan minum segelas air putih ketika Anda selesai mengonsuminya untuk membilas asam yang menempel di gigi.

Advertisement

Sebaliknya, makanan dan minuman tertentu — terutama yang tinggi karbohidrat dan gula — memacu kembang biak bakteri tertentu dalam mulut Anda yang akan menyerang enamel gigi Anda setidaknya dua puluh menit setelah Anda makan. Dengan menyikat gigi segera setelah Anda makan makanan ini, Anda akan menyingkirkan bakteri sebelum mereka mulai menggerogoti gigi Anda.

6. Salah pilih sikat gigi atau pasta gigi

Seiring waktu, bulu sikat menjadi kasar, kusut, bengkok, dan melengkung sehingga ketika Anda meyudutkan sikat Anda menjadi 45 derajat, bulu-bulunya tidak lagi mengarah ke arah yang benar. Bulu sikat menjadi lebih lembut dan berhenti bekerja secara efektif. Setiap tiga bulan, ganti sikat gigi Anda dengan yang baru.

Sikat gigi Anda harus muat dalam mulut Anda dengan nyaman — dan pada umumnya, kepala sikat yang lebih kecil lebih baik. Kecuali Anda memiliki mulut yang besar, kepala sikat kecil sama efektifnya membantu Anda mengakses gigi geraham yang sulit dijangkau dan sulit dilihat.

Jenis pasta gigi yang Anda gunakan juga penting. Kandungan dalam pasta gigi khusus pemutih atau pengontrol tartar dapat keras untuk gigi Anda. Partikel pemutih dalam pasta gigi dapat berbahaya dan mengikis struktur gigi. Gunakan pasta gigi fluorida biasa. Orang dewasa harus menggunakan pasta gigi yang mengandung sedikitnya 1.350 bagian per juta (ppm) fluorida. Anak-anak tidak perlu menggunakan “pasta gigi anak-anak” istimewa. Anak-anak segala usia dapat menggunakan pasta gigi keluarga, asalkan mengandung fluoride 1,350-1,500ppm.

Advertisement

Jika Anda ingin memutihkan senyum Anda, Anda selalu dapat beralih antara pasta gigi pemutih dan yang biasa secara teratur.

7. Tidak flossing

Anda tidak sendirian jika Anda jarang atau bahkan tidak pernah flossing alias menggunakan benang gigi. Tapi, sikat gigi saja tidak cukup.

Menyikat gigi hanya dapat menjangkau sela-sela gigi yang dapat dijangkau bulu sikat, namun tidak mengangkat semua plak yang mungkin bandel menyangkut tanpa Anda ketahui. Di sinilah flossing akan banyak berguna.

Flossing bukan hanya untuk mencabut plak dan sisa makanan yang terselip di sela gigi, lho. Rutin melakukan flossing juga dapat mengurangi risiko penyakit gusi dan bau mulut yang disebabkan plak di sepanjang garis gusi. Direkomendasikan untuk flossing terlebih dahulu sebelum menggosok gigi, juga setiap hari sebelum tidur.

Advertisement

8. Pakai obat kumur setelah gosok gigi

Menggunakan obat kumur yang mengandung fluorida dapat membantu mencegah kerusakan gigi, tapi jangan menggunakan obat kumur langsung setelah menyikat gigi atau Anda akan membasuh konsentrasi fluorida di pasta gigi yang tersisa di gigi Anda. Pilih waktu yang berbeda untuk menggunakan obat kumur, seperti setelah makan siang. Jangan makan atau minum selama 30 menit setelah menggunakan obat kumur.

Terakhir…

9. Jarang gosok gigi

Anda pikir sesekali membolos menyikat gigi sebelum tidur itu bukan masalah besar. Anda salah besar. Sembilan puluh delapan persen dari semua penyakit gigi dapat dihindari dengan menyikat dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur) dengan pasta gigi berfluorida dan flossing, dibarengi dengan pemeriksaan dokter gigi rutin. Dan penelitian yang diterbitkan dalam BMJ, dilansir dari Reader’s Digest, menemukan hubungan antara kebersihan mulut yang buruk (baca: orang yang jarang/tidak pernah menyikat gigi) dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

BACA JUGA:

Advertisement

Source

Nasional10 jam ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer