Bukan ratusan tahun. Ukiran Monumen Khmer Diresmikan pada September 2017, sementara foto yang dibagikan adalah hasil dokumentasi pada tahun 1979 oleh Roland Neveu.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
======
KATEGORI
Konten yang Salah.
======
SUMBER

http://bit.ly/2ktGUGV, akun “Pujianto Open” (facebook.com/suyantoooajah), sudah dibagikan 27,081 kali per tangkapan layar dibuat.
======
NARASI
“Bagaimana ini bisa terjadi…?? Sedangkan ukiran itu sudah ratusan tahun usia nya….”
======
PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
* SUMBER membagikan ukiran Monumen Khmer yang diresmikan pada September 2017.
* SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran, ukiran yang berusia beberapa tahun disebut “ratusan tahun”.


(2) Salah satu artikel mengenai acara peresmian monumen, The Sun: “Seorang Biksu Buddha menonton di sebelah kiri ketika Anggota Dewan Kota Lowell Rodney Elliott, bersama dengan anggota dewan lainnya dan Walikota Ed Kennedy mengungkap Monumen Khmer di depan Balai Kota Lowell. SUN Photo oleh David H. Brow …
DIPOSTING OLEH THE LOWELL SUN PADA 09/24/2017 18:40 EDT …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2muzO5F / http://archive.fo/xcHYu (arsip cadangan).


(3) Salah satu artikel mengenai foto yang dibagikan, Southeast Asia Globe: “Perbatasan Kamboja-Thailand, 1979: “Saya tinggal di hutan bersama sekelompok gerilyawan Kamboja ketika saya menemukan wanita ini menggendong bayinya. Mereka tidak melihat banyak orang asing pada waktu itu dan anak-anak hampir takut melihat saya. ”Foto: Roland Neveu
======
REFERENSI
(1) Beberapa artikel lain yang terkait,

* RichardHowe(dot)com: “… Monumen Kamboja(BARU pada 2017). “Monumen ini didedikasikan untuk dua juta orang Kamboja yang menderita dan mati di tangan rezim Khmer Merah. Kami menghormati semua orang yang selamat dari genosida ini yang ketahanannya membuat mereka menemukan awal yang baru di Lowell, diperkuat melalui tradisi, ketekunan, dan cinta. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2muAKqH / http://archive.fo/Ggaxh (arsip cadangan).
–

* The Sun: “LOWELL – Kerumunan orang diintensifkan di luar Balai Kota pada hari Minggu, banyak orang dengan tangan terentang tinggi dengan harapan bahwa ponsel mereka akan menangkap momen yang telah lama ditunggu-tunggu. Obrolan, sebagian besar di Khmer, menambah kegembiraan teraba.
Dalam hitungan detik, pejabat kota dan lainnya akan mengungkap sebuah monumen yang mengakui populasi Kamboja di masa lalu dan sekarang. Ratusan orang, kebanyakan dari mereka adalah warga Kamboja dan Amerika-Kamboja, bersorak keras ketika kain krem dilepas dari monumen setinggi 7 kaki, 6.000 pound. Wajah-wajah dipenuhi dengan keajaiban ketika mereka memindai struktur dari atas ke bawah, dan seorang wanita menghapus air mata saat dia merekam adegan di depannya. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2mr0Avz / http://archive.fo/avlRo (arsip cadangan).

(2) http://archive.fo/O7XT6, arsip cadangan SUMBER.

(3) Permintaan post oleh salah satu anggota FAFHH.
Pemerintahan4 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan3 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan4 hari agoTARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel
Pemerintahan4 hari agoMelalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
Nasional3 hari agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Pemerintahan3 hari agoHUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba











