Bisnis
Nasabah Mekaar Studi Banding Gratis, PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro

Bagi banyak usaha ultra mikro, keterbatasan bukan hanya soal modal, tetapi juga akses terhadap pengetahuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. Di sinilah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menghadirkan perubahan. Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM membantu nasabah yang tergabung dalam program Mekaar membuka cara pandang baru dalam melihat potensi usaha yang mereka miliki.
Berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan kapasitas usaha merupakan fondasi lahirnya kesejahteraan, PNM mengajak para Ketua Kelompok nasabah PNM Mekaar mengikuti Reward Studi Banding. Di sana, para peserta mempelajari bagaimana komoditas sederhana menjadi berbagai produk bernilai tambah. Seperti studi banding di Solo yang mengajarkan cara mengolah singkong menjadi slondok hingga gemblong. Pengalaman belajar secara langsung tersebut membuka ruang bagi lahirnya ide-ide baru yang dapat diterapkan di usaha masing-masing.
Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. PNM menciptakan perubahan dengan memperluas wawasan para pengusaha perempuan ultra mikro agar mampu melihat peluang dari lingkungan sekitarnya, meningkatkan kualitas produk, hingga memperkuat daya saing usaha. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk terus berkembang dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka.
Direktur Utama PNM mengatakan bahwa pengalaman belajar langsung menjadi salah satu cara paling efektif dalam membangun kapasitas usaha yang dibangun dari dapur rumah tangga.
“Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dampak tersebut mulai dirasakan para peserta. Dyah Wulandari mengaku kini memiliki lebih banyak ide untuk mengembangkan usahanya setelah melihat langsung proses pengolahan singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.
“Seneng, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya,” ungkapnya.
Selain memperkaya wawasan bisnis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarpeserta melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Bagi PNM, perubahan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan, tetapi juga dari tumbuhnya jejaring, rasa percaya diri, dan keberanian para perempuan ultra mikro untuk terus berinovasi.
Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM terus menunjukkan bahwa menciptakan dampak berarti menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, PNM tidak hanya membantu nasabah menjalankan usaha hari ini, tetapi juga membangun fondasi agar mereka mampu naik kelas, lebih adaptif terhadap perubahan, dan semakin berdaya saing dalam memperkuat ekonomi keluarga maupun masyarakat.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Nasional2 minggu agoKH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

































