Connect with us

Lifestyle

Perbedaan Sakit Pinggang Haid dan Hamil, Cari Tahu di Sini!

Sakit pinggang bisa dirasakan oleh pria dan wanita. Namun, wanita memang cenderung lebih rentan mengalaminya terutama saat haid dan mengandung. Nah sayangnya, cukup banyak wanita yang tidak tahu perbedaan antara sakit pinggang yang disebabkan oleh haid dan yang menjadi gejala kehamilan.

Padahal, kemampuan membedakan keduanya penting agar Anda bisa cepat mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. Agar tidak terkecoh, kenali perbedaan sakit pinggang karena haid dan hamil dengan membaca artikel di bawah ini.

Perbedaan penyebab sakit pinggang haid dan hamil

Penyebab paling umum dari nyeri pinggang adalah otot yang menegang (terkilir), biasanya akibat habis melakukan aktivitas fisik berat seperti mengangkat barang atau olahraga. Namun khususnya bagi wanita, sakit pinggang cenderung lebih rentan terjadi saat haid dan ketika hamil.

Advertisement

Nah pertama-tama, Anda perlu pahami dulu apa perbedaan antara penyebab sakit pinggang karena haid dan yang muncul sebagai gejala hamil.

Penyebab sakit pinggang saat haid

Sakit pinggang saat haid menandakan otot-otot rahim sedang berkontraksi cukup kuat untuk meluruhkan jaringannya, yang kemudian Anda kenal sebagai darah mens. Sakit pinggang menjadi salah satu pertanda PMS alias nyeri haid yang terjadi karena perubahan hormon tubuh selama siklus menstruasi.

Nyeri pinggang biasanya mulai dapat dirasakan dalam 1-2 hari sebelum menstruasi ketika kadar prostaglandin meningkat di lapisan rahim. Kadarnya akan paling tinggi pada hari pertama haid. Peningkatan prostaglandin inilah yang memicu rahim berkontraksi agar meluruhkan dindingnya.

Sakit pinggang yang terjadi selama haid biasanya bersifat ringan. Namun, semakin banyak prostaglandin yang diproduksi, efek sakit pinggang akan semakin kuat dan bahkan mungkin menjalar hingga ke punggung dan sekujur kaki. Pada beberapa kasus, intensitas nyerinya bisa sangat hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid hebat biasa disebut sebagai dismenore.

Advertisement

Penyebab sakit pinggang saat hamil

Sakit pinggang pun juga menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Perbedaan penyebab utama dari kemunculan sakit pinggang saat hamil sebetulnya tidak begitu kontrasi dengan yang terjadi akibat siklus haid.

Nyeri pinggang yang terjadi pada awal trimester pertama umumnya disebabkan oleh perubahan hormon sebagai persiapan kehamilan. Saat tubuh mulai menghasilkan lebih banyak progesteron, otot tuba falopi menjadi lemas sehingga sel telur yang sudah dibuahi bisa masuk ke rahim.

Keluhan sakit pinggang saat hamil juga sekaligus menandakan sedang terjadinya proses implantasi, ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Implantasi terjadi sekitar seminggu setelah ovulasi atau sekitar 6-12 hari setelah pembuahan.

Seiring usia kandungan bertambah besar, beberapa ibu hamil pun tetap masih dapat merasakan nyeri pinggang. Biasanya hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon relaksin yang lebih banyak sehingga  ligamen dan struktur yang mengikat tulang dengan persendian di bagian panggul jadi meregang.

Advertisement

Peregangan ini membuat jaringan otot tidak mampu mendukung beban dan postur tubuh sebaik sebelum hamil. Akibatnya, ibu hamil dapat lebih sering merasakan sakit pinggang.

Selain itu, nyeri pinggang saat hamil juga dapat disebabkan oleh:

  • Gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan sembelit di awal kehamilan.
  • Bertambahnya berat badan sepanjang masa kehamilan.
  • Pusat gravitasi tubuh yang berubah. Perut yang semakin membesar menyebabkan postur menjadi condong ke depan atau belakang. Otot-otot pinggang yang menahan beban tubuh jadi tertarik sehingga kemudian melemah dan cepat lelah.
  • Saraf terjepit saat hamil karena berat kandungan yang semakin bertambah makin memberikan tekanan berlebih pada persendian panggul.
  • Perubahan posisi bayi dalam kandungan juga dapat menambah tekanan pada saraf panggul sehingga menyebabkan nyeri pinggang saat hamil.

Perbedaan gejala sakit pinggang haid dan hamil

Lantas jika Anda sedang harap-harap cemas menanti apakah kali ini tamu bulanan yang datang atau justru calon buah hati, bagaimana membedakannya?

Anda bisa menyadari perbedaan antara sakit pinggang akibat haid dan hamil dari memerhatikan gejala yang Anda rasakan.

Gejala sakit pinggang akibat haid

Sakit pinggang yang terjadi saat menstruasi biasanya juga akan disertai oleh gejala nyeri haid lain, berupa:

Advertisement
  • Kram tumpul di area perut bawah, tetapi berlangsung terus menerus tanpa jeda
  • Rasa nyeri berdenyut yang mengelilingi area pinggang dan punggung, yang menyebar ke punggung paha sampai ke kaki.
  • Mual, muntah.
  • Rasa lelah dan lemah.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Pingsan, jika nyerinya sangat hebat.

Seiring berjalannya hari, kadar prostaglandin kemudian akan menurun menuju akhir siklus menstruasi Anda. Kram perut dan sakit pinggang biasanya akan mereda saat kadar prostaglandin menurun dan haid selesai.

Gejala sakit pinggang saat hamil

Dikutip dari Spine Health, rasa sakit pinggang saat hamil bisa menjadi semakin parah dan dapat mengganggu kemampuan bekerja atau melakukan kegiatan tertentu.

Gejala-gejala nyeri pinggang saat hamil umumnya berupa:

  • Nyeri yang konstan atau dapat pula hilang timbul pada satu sisi bokong atau kaki.
  • Nyeri tajam dan sensasi panas di pinggang.
  • Nyeri dari bokong ke bagian bawah belakang paha dan menjalar ke kaki.
  • Pegal sampai terasa kram sampai kaki.
  • Sakit atau nyeri di bagian panggul atau tulang ekor.
  • Rasa baal atau kesemutan seperti tertusuk-tusuk, atau bahkan kelemahan pada kaki yang terkena.

Sakit pinggang bisa terasa pegal dan tumpul pada awalnya lalu terasa menusuk dan tajam seperti kram. Nyeri juga mungkin datang dan pergi. Lambat laun, rasa sakitnya dapar membuat Anda jadi sulit bergerak dan berdiri tegak.

Cara mengatasi sakit pinggang haid dan hamil tetap sama meski banyak perbedaan

Sakit pinggang yang dirasakan wanita baik saat haid dan ketika hamil punya banyak perbedaan. Meski demikian, cara mengatasi keduanya tetap sama. Anda bisa melakukan berbagai cara berikut ini untuk mengatasi sakit pinggang dengan aman:

1. Minum obat pereda nyeri

Sakit pinggang taraf ringan bisa diatasi dengan minum obat pereda nyeri. Namun, tentu ada perbedaan dari jenis obat yang bisa Anda minum untuk mengatasi sakit pinggang karena haid dan saat hamil.

Advertisement

Saat haid, Anda masih dibolehkan minum obat jenis non-steroid anti-inflamasi (NSAID) seperti ibuprofen atau pun naproxen. Sementara itu, ibu hamil hanya disarankan untuk minum paracetamol. Konsumsi ibuprofen atau aspirin harus dihindari sepanjang masa kehamilan.

2. Kompres dan pijat pinggang

Mengompres pinggang dengan menggunakan waslap hangat atau heating pad dapat membantu meredakan nyeri yang dirasakan baik saat haid maupun hamil.

Cobalah tempelkan kompres hangat atau dingin pada pinggang selama 10-15 menit sampai nyerinya mereda. Beri jeda sekitar 15 menit sebelum menempelkannya lagi jika diperlukan.

Sebagai selingan, coba pijat pelan bagian pinggang yang sakit untuk mengatasi sakit pinggang baik saat haid maupun saat hamil. Namun jika Anda hamil, hindari memijat bagian perut keras-keras.

Advertisement

3. Istirahat

Tidak begitu banyak perbedaan dalam cara mengatasi sakit pinggang saat hamil dan haid. Anda hanya perlu mengistirahatkan tubuh Anda dengan menghindari dulu melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat selama 2-3 hari.

Selama istirahat, penting juga untuk memerhatikan postur tubuh. Posisi tubuh yang condong ke depan bisa meregangkan tulang belakang Anda. Usahakan untuk menjaga postur tubuh yang tepat saat berdiri, berjalan, duduk, dan tidur.

4. Peregangan sederhana

Di sela waktu istirahat, coba untuk sesekali bangkit melakukan gerakan peregangan sederhana atau yoga khusus ibu hamil untuk meredakan sakit pinggang. Alternatifnya, Anda bisa mencoba cara mengatasi sakit pinggang dengan olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang.

Peregangan atau olahraga ringan yang teratur bisa memperkuat dan melenturkan otot. Hal ini juga sekaligus meredakan stres pada tulang belakang yang menyebabkan sakit pinggang.

Advertisement

5. Akupunktur

Penelitian telah menunjukkan bahwa akupuntur tergolong efektif untuk meredakan nyeri punggung bawah selama haid dan kehamilan. Sebelum melakukannya, jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika Anda hamil.

6. Minum air putih yang cukup

Minum air putih dapat membantu tubuh agar tidak terasa kembung saat haid atau hamil. Coba untuk minum air hangat yang dapat meredakan kram serta sakit pinggang haid dan hamil karena air hangat dapat meningkatkan aliran darah serta mengendurkan otot.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan3 jam ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan3 jam ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan12 jam ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan2 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional2 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional2 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional3 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional3 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan3 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan3 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan3 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan3 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport3 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport3 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif3 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional4 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport5 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Obituari3 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Nasional2 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Populer