Pemeriksaan spesimen per hari ini sebanyak 17.757 total 446.918 spesimen yang telah diperiksa. Hasilnya terdapat penambahan kasus positif sebanyak 1.241 total 34.316. Penambahan kasus terbanyak ada di 5 provinsi yakni Jawa Timur 273 kasus, Sulawesi Selatan 189 kasus, DKI Jakarta 157 kasus, Jawa Tengah 139 kasus, dan Kalimantan Selatan 127 kasus.
Jubir Pemerintah untuk COVID-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan penambahan kasus positif tersebut disebabkan karena tracing dilakukan lebih agresif sehingga sebagian besar penambahan spesimen dikirim oleh Puskesmas atau dinas kesehatan bukan rumah sakit.
“Ini bukti bahwa tracing agresif akan mengungkap begiru banyak kasus positif dan selanjutnya diisolasi sebaik-baiknya,” ujar Rabu (10/6).
Selain itu ada 15 provinsi melaporkan kenaikan di bawah 10 dan 6 provinsi tidak ada kenaikan. Pasien sembuh per hari ini bertambah 715 total 12.129, pasien meninggal bertambah 36 total 1.959.

Protokol kesehatan harus diterapkan dan dipatuhi di semua sektor. Salah satu yang harus diperhatikan adalah jaga jarak. Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet menunjukkan jaga jarak yang aman adalah sampai dengan 1 meter. Hal tersebut merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai 85%.
“Ini yang harus kita lakukan bersama-sama karena dengan cara inilah kita bisa menghindar dari penularan COVID-19,” kata dr. Achmad. (rls)
Pemerintahan7 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Techno3 hari agoTrafik Data Indosat Melonjak 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Techno3 hari agoAplikasi WhatsApp Resmi Hadir di Smartwatch Garmin
Hukum3 hari agoRespons Layanan 110, Polres Tangsel Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalin di Pamulang
Bisnis2 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis2 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis2 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Techno2 hari agoKolaborasi dengan NVIDIA, Indosat Hadirkan AI hingga Pelosok Indonesia









