Connect with us

Lifestyle

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Kelepasan kentut di tempat umum merupakan hal yang memalukan, terlebih bila kentut Anda memiliki aroma tak sedap. Mungkin beberapa kali Anda bisa mengungsi ke tempat yang sepi, namun bila dalam satu hari rasa ingin buang angin ini datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa yang menyebabkan Anda jadi kentut terlalu sering? Apa jenis makanan pemicu sering kentut? Simak penjelasannya berikut ini.

Kentut alias buang angin, atau yang dalam bahasa ilmiah biasa dikenal dengan flatus, terjadi karena usaha perut dan usus untuk menghancurkan makanan jadi energi. Namun sering kali terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan kentut jadi terlalu sering, hingga lebih dari 20 kali (batas wajar) dalam satu hari.

Penyebab kentut

Gas dalam usus dapat dihasilkan seiring dengan proses pencernaan menghancurkan bakteri yang terdapat dalam makanan. Namun, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan meningkatnya aktivitas bakteri dan tubuh jadi lebih sulit menyerap makanan, di antaranya:

  • Sindrom malabsorbsi. Hal ini terjadi karena penurunan produksi enzim pada pankreas, adanya gangguan pada kantong empedu, ataupun pada jaringan usus.
  • Berkembangnya bakteri dalam usus. Terjadinya peningkatan perubahan jenis bakteri yang juga menyebabkan timbulnya rasa mual, buang angin dalam frekuensi yang sering, diare, dan perut penuh dengan angin.
  • Buang angin terlalu sering juga bisa jadi indikasi atau gejala dari beberapa penyakit, seperti diabetes, gangguan makan, pembengkakan pada usus besar, pankreatitis autoimun, dan sebagainya.

Apa saja makanan yang jadi pemicu sering kentut?

Selain peningkatan aktivitas bakteri, sering buang angin juga dipicu oleh konsumsi beberapa makanan tertentu. Jenis makanan pemicu sering kentut itu di antaranya:

  • Makanan yang mengandung rafinosa, yang terdiri dari galaktosa, glukosa dan fruktosa. Makanan seperti kubis, brokoli, dan asparagus biasanya mengandung rafinosa. Kandungan rafinosa dalam dosis banyak juga ditemukan pada kacang.
  • Amilum. Kebanyakan amilum terdapat pada kentang, jagung, dan gandum. Makanan jenis ini menghasilkan gas saat dihancurkan dalam usus besar.
  • Fruktosa, yang banyak ditemukan pada beberapa buah dan minuman manis seperti minuman bersoda dan jus buah dalam kemasan.
  • Sorbitol (gula pengganti), yang banyak ditemukan dalam permen bebas pemanis dan permen karet.
  • Serat. Serat terdiri dari serat yang mudah larut dan serat tak mudah larut. Serat mudah larut mengandung lebih banyak gas dan ia takkan hancur hingga ia mencapai usus besar. Sedangkan serat tidak mudah larut dengan mudah terserap saat melalui usus dan hanya menghasilkan sedikit gas.

Kapan kentut yang terlalu sering ini harus diperiksakan ke dokter?

Anda sebaiknya segera periksakan ke dokter bila Anda buang angin dalam frekuensi yang sering disertai timbulnya gejala:

  • Rasa kram pada perut yang mengganggu
  • Perubahan pada kebiasaan usus besar
  • Diare
  • Sembelit
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bagian kanan.

Bagaimana menghentikan masalah sering buang angin?

Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menangani frekuensi buang angin yang tinggi ini antara lain:

  • Dengan membuat buku harian yang berisi makanan minuman apa saja yang Anda konsumsi dalam satu hari. Langkah ini juga dapat membantu Anda mengelompokkan antara makanan yang aman dikonsumsi dengan yang tidak.
  • Jika langkah di atas tidak berhasil, Anda bisa dengan mengawali minggu Anda dengan makanan yang diketahui kandungannya aman bagi tubuh Anda dan menambah jenis makanan baru setiap 2 hari sekali.
  • Secara umum, hindari perilaku makan berlebihan. Selain dapat memicu kegemukan, hal ini juga bisa memicu kentut yang sering.

Langkah-langkah di atas mungkin takkan total menyembuhkan keseringan buang angin Anda, namun dapat mengurangi gejala yang akan dirasakan.

Sedangkan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah adanya gas berlebihan dalam tubuh Anda antara lain:

  • Melakukan diet sederhana sambil mengidentifikasi makanan apa saja yang berpotensi menghasilkan banyak gas pada tubuh Anda serta,
  • Tak perlu terburu-buru saat mengunyah makanan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan4 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional6 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport10 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport11 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis13 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis13 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis13 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis13 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis13 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis13 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis13 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis13 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis13 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis13 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis13 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis13 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis13 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis13 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan14 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional14 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer