Connect with us

Lifestyle

Bagaimana Mengatasi Sakit Kepala karena PPOK? • Hello Sehat

Banyak sakit kepala yang sebenarnya terjadi karena masalah kesehatan lain. Masalah kesehatan yang menjadi gangguan utama pada kondisi kesehatan seseorang. Sakit kepala seperti ini, disebut dengan sakit kepala sekunder. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dapat menyebabkan sakit kepala sekunder. Jika Anda menderita PPOK, menentukan penyebabnya dapat membantu mengatasi sakit kepala karena PPOK atau bukan adalah hal yang penting karena adanya potensi komplikasi yang mengancam nyawa.

Sakit kepala karena PPOK, bagaimana bisa terjadi?

PPOK adalah penyakit yang menyerang organ paru-paru. Penyakit ini muncul karena akibat sekumpulan kondisi yang menyebabkan gangguan pernapasan. Oleh karena penyakit ini menyerang paru-paru, hal ini menyebabkan organ vital pernapasan ini mengalami kesulitan dalam mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida.

Ketika darah tidak mendapatkan cukup oksigen, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar organ lain tetap mendapatkan oksigen, yang akan menyebabkan melambatnya fungsi jaringan. Kondisi di mana kurangnya jaringan tubuh terhadap asupan oksigen disebabkan dikenal dengan hipoksia.

Advertisement

Sementara itu, ketika jaringan kekurangan oksigen, tubuh Anda juga akan mengembangkan suatu kondisi yang disebut dengan hiperkapnia. Hiperkapnia adalah kondisi di mana tubuh Anda menyimpan terlalu banyak karbondioksida. Kedua hal itu diakibatkan menurunnya fungsi paru pada orang dengan PPOK sehingga mengalami kesulitan dalam menangkap oksigen dan melepaskan karbondioksida.

Sakit kepala karena PPOK bisa terjadi akibat kekurangan oksigen yang dikombinasikan dengan berlimpahnya kadar karbondioksida di dalam tubuh. Sakit kepala karena PPOK bisa terjadi di pagi hari saat bangun tidur akibat terlalu banyak karbondioksida dalam darah. Menurut American Thoracic Society, ketika Anda memiliki PPOK dan bangun dalam keadaan sakit kepala, Anda mungkin saja mengembangkan risiko terkena sleep apnea.

Gejala sakit kepala karena PPOK

Oleh karena sakit kepala merupakan gangguan yang umum, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara sakit kepala karena PPOK atau bukan. Umumnya, sakit kepala yang terjadi bisa bervariasi kondisinya.

Biasanya, sakit kepala karena PPOK terjadi di pagi hari. Anda juga bisa mengalami gangguan pernapasan lain saat bangun tidur dan kekurangan oksigen.

Advertisement

Namun, karena sakit kepala adalah kondisi yang juga umum terjadi akibat kondisi kurang tidur, bisa jadi Anda keliru mengartikan sakit yang Anda rasakan, sekalipun Anda mengalami gangguan tidur karena PPOK yang Anda derita. Itu sebabnya penting mengetahui gejala lain yang menyertai untuk memastikan gelaka sakit kepala karena PPOK.

Jika Anda mengalami beberapa gejala lainnya berikut ini, kemungkinan sakit kepala yang Anda alami disebabkan oleh PPOK. Gejala tersebut meliputi:

  • nyeri dada
  • mengi
  • sesak napas ekstrem
  • tersedak saat bangun tidur
  • napas cepat

Gejala lain bisa timbul akibat hipoksia, yang juga bisa terjadi pada saat yang sama dengan sakit kepala PPOK. Ini termasuk peningkatan denyut jantung dan kenaikan tekanan darah. Anda juga bisa mengalami bintik-bintik kulit berwarna merah atau ungu akibat kekurangan oksigen.

Bagaimana cara mengatasi sakit kepala karena PPOK?

Mengatasi rasa sakit adalah tujuan utama dalam pengobatan banyak jenis sakit kepala. Berhubung sakit kepala PPOK berkaitan dengan hipoksia, tindakan pertama untuk mengatasi sakit kepala karena PPOK yang harus dilakukan adalah meningkatkan asupan oksigen Anda. Hal ini dapat dicapai melalui terapi oksigen.

Pengobatan ini membutuhkan resep dokter. Terapi oksigen paling sering dilakukan dengan menggunakan tabung oksigen. Oksigen dari tabung itu kemudian akan dihantarkan melalui selang hidung, masker wajah, atau selang yang dipasang ke dalam batang tenggorok (trakea). Setelah mendapatkan asupan oksigen yang cukup, gejala sakit kepala yang Anda rasakan seharusnya akan berangsur-angsur menghilang.

Advertisement

Beberapa penderita PPOK juga mengalami sleep apnea. Kondisi ini harus segera diobati. Kondisi sleep apnea ditandai dengan terjadinya napas yang sangat pendek atau bahkan berhenti sama sekali saat Anda tidur. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan hipoksia dan sakit kepala sebagai akibatnya.

Salah satu cara mengobati sleep apnea adalah dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP). CPAP membantu menjaga saluran napas tetap terbuka sehingga asupan oksigen diharapkan bisa masuk dengan baik.

Mengatasi sakit kepala karena PPOK (atau karena sebab apa pun) juga bisa meningkatkan kualitas hidup. Jika Anda mengalami sakit kepala PPOK yang cukup rutin, mungkin ini saatnya berkonsultasi kepada dokter Anda mengenai pendekatan pengobatan terbaik untuk mengatasi rasa nyeri. Namun, yang harus diperhatikan, terlalu sering menggunakan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas bisa membuat tubuh menjadi kebal terhadap efeknya. Bahkan, NINDS menganjurkan untuk tidak menggunakan obat pereda nyeri lebih dari dua kali dalam seminggu untuk alasan ini.

Metode lain yang mungkin dapat membantu dalam meredakan nyeri sakit kepala meliputi:

Advertisement
  • latihan pernapasan (seperti yang terdapat dalam meditasi dan yoga)
  • meminum teh peppermint
  • tidur lebih banyak
  • berolahraga secara teratur
  • menghindari pemicu PPOK, seperti asap rokok, bahan kimia, dan debu

Mengatasi sakit kepala karena PPOK lebih rumit daripada sekadar menggunakan obat bebas pereda nyeri. Seperti halnya dengan jenis sakit kepala sekunder lainnya, nyeri yang Anda alami akan semakin jarang terjadi jika penyebab utamanya diobati.

Mengobati PPOK bisa menjadi suatu tantangan, terutama karena kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Tujuan yang utama adalah untuk memperbaiki fungsi paru. Ini tidak hanya akan membantu Anda lebih mudah bernapas, tetapi juga dapat mengurangi gejala dan komplikasi—termasuk sakit kepala—yang Anda alami.

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan penyebab lain dari sakit kepala. Hanya karena Anda menderita PPOK bukan berarti sakit kepala yang Anda alami pasti berkaitan dengan PPOK. Jika Anda tidak yakin apakah PPOK yang menjadi penyebabnya, periksakan sakit kepala Anda ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Sport3 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport15 jam ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport18 jam ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport20 jam ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport22 jam ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional2 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional3 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport4 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional2 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer