Nasional
Balas Dendam Yang Sempurna, Zverev Juara Final ATP 2018

Kabartangsel.com – Sejarah tercipta di perhelatan Final ATP 2018. Untuk kali pertama, Alexander Zverev meraih gelar juara usai mengalahkan petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic.
Bermain di The O2 Arena, London, Senin (19/11) dini hari WIB, Djokovic dibuat menyerah dua set langsung. Dalam waktu 80 menit, Zverev menang 6-4 dan 6-3.
“Bagi saya gelar kali ini terasa istimewa. Di sini (Final ATP) saya bermain melawan petenis-petenjis terbaik dunia. Ini sangat luar biasa,” ucap Zverev yang dikutip dari laman resmi ATP.
Alexander Zverev dan Novak Djokovic (Dok. ATP)
“Memenangkan gelar ini setelah mengalahkan dua petenis terbaik, Roger Federer dan Novak Djokovic jelas menjadi suatu kebanggaan. Saya sangat senang dengan momen ini,” ujar petenis 21 tahun tersebut.
Zverev mengikuti jejak pendahulunya, Boris Becker. Sebelum Zverev, Becker merupakan petenis asal Jerman terakhir yang menjuarai turnamen Final ATP pada 1995 lalu.
Di sisi lain, Djokovic gagal menambah trofi keenamnya di turnamen ini. Meski demikian, ia tetap puas karena bisa mempertahankan ranking satu dunia di akhir tahun 2018.
“Menyelesaikan tahun ini di peringkat pertama dunia merupakan salah satu tujuan besar saya. Secara keseluruhan, ini musim yang membanggakan,” ujar Djokovic.
“Di laga ini saya sepertinya terlalu percaya diri. Pada akhirnya saya tidak bermain dengan baik dan tidak ada yang suka dengan kekalahan. Ada perasaan kecewa, namun setelah keluar dari ini (Final ATP) ada sisi positif yang bisa Anda renungkan,” tutur petenis Serbia tersebut.
Untuk Zverev, kemenangan ini tak hanya mengantarkannya ke trofi juara Final ATP. Dia sekaligus membalaskan dendamnya atas Djokovic usai dikalahkan di babak penyisihan grup. (bep/JPC)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober








































