Connect with us

Nasional

[BENAR] Penjelasan terkait Unggahan yang Berisi Berita Berjudul “Tanahnya Dipatok Rp3.500 per Meter, Warga Demo Bawa Foto Jokowi “Hoax Ganti Untung”

[BENAR] Penjelasan terkait Unggahan yang Berisi Berita Berjudul “Tanahnya Dipatok Rp3.500 per Meter, Warga Demo Bawa Foto Jokowi "Hoax Ganti Untung"

Menjawab pertanyaan dari anggota Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoaks (FAFHH) di media sosial Facebook, yang mempertanyakan kebenaran unggahan dan isi berita tersebut. Faktanya, isi berita dan foto yang ada di dalam berita tersebut adalah benar adanya dengan peristiwa demonstrasi yang terjadi di Kabupaten Takalar, Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 6 Maret 2019.

======

Kategori : KLARIFIKASI

======

Advertisement

Sumber : Media Sosial Facebook dan Menjawab pertanyaan dari anggota Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoaks (FAFHH)

======

Penjelasan :

Banyak warganet yang mengunggah sebuah berita dari media daring Gelora.co yang berjudul Tanahnya Dipatok Rp3.500 per Meter, Warga Demo Bawa Foto Jokowi “Hoax Ganti Untung”, sejak beberapa hari yang lalu di media sosial Facebook dengan beragam narasi yang menyindir ucapan Jokowi saat debat capres kedua pada bulan Februari 2019.

Advertisement

Bahkan, seorang anggota dari Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoaks (FAFHH) yang ada di Facebook, mempertanyakan kebenaran dari informasi yang ramai beredar tersebut.

Berikut isi berita yang ditayangkan oleh Gelora.co, pada tanggal 10 Maret 2019 :

Sebuah pamflet diikat pada dua batang bambu. Disandarkan pada sebuah pikap putih, di tengah aksi demosntrasi warga Desa Kale ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, di depan kantor BPN Takalar.

Pamflet itu bertuliskan “Hoax Ganti Untung”. Kemudian ada foto Joko Widodo berjas lengkap dengan dasi, diberi silang merah oleh demonstran.

Advertisement

Aksi itu sebagai bentuk protes warga, yang merasa dibohongi terkait pembebasan tanah untuk proyek bendungan Pamukkulu di Takalar.

Kata “Ganti Untung” itu, merujuk pada pernyataan Jokowi saat debat capres lalu. Yang mengatakan, tidak ada ganti rugi lahan, yang ada hanya ganti untung.

Sehingga warga menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu, karena harga yang sangat murah, yakni Rp3.500 permeter.

“Katanya ganti untung tapi tanah kami hanya mau dipatok dengan harga Rp3.500 permeter, itu tidak manusiawi,” ucap Muallim, Rabu (6/3/2019) di depan kantor BPN Takalar.

Advertisement

“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan, persoalan tanah kami yang sangat murah,” tambahnya.

Hal tersebut dilakukan setelah adanya keputusan Mahkamah Agung beberapa hari lalu, mengenai harga tanah di desa tersebut.

Diketahui, sebelum ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Takalar, warga berunjukrasa di depan kantor gubernur Sulawesi Selatan.

Faktanya, isi berita dan foto yang ada di dalam berita tersebut adalah benar adanya dengan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Takalar, Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 6 Maret 2019.

Advertisement

Berdasarkan penelusuran di alat pencarian Google, referensi berita yang ditayangkan oleh Gelora.co itu berasal dari berita yang dibuat oleh Makassar.tribunnews.com dengan judul “Warga Kale Kokmara Tolak Putusan Pengadilan Soal Harga Ganti Rugi Lahan Bendungan Pammukulu” pada hari Kamis (7/3/19).

Berikut isi dibuat oleh Makassar.tribunnews.com :

Warga Kale Kokmara berunjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Takalar, Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (6/3/2019) sore.

Warga memprotes pengabulan kasasi BPN Takalar di Mahkamah Agung yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Takalar terkait harga ganti rugi lahan warga 50.000 per meter.

Advertisement

Akibat unjuk rasa ini, pembangunan Bendungan Pammukkulu di Kale Kokmara, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang saat ini dalam tahap proses pengerjaan dan pembebasan lahan terancam tidak dilanjutkan.

Kordinator Lapangan (korlap) aksi Muallim Bahar menjelaskan, dia bersama warga menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu. Warga juga menuntut agar harga Rp 3.500 per meter dinaikkan menjadi Rp 50.000 per meter.

“Kami menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu selama harga 50.000 per meter tidak disepakati. Harga pembebasan lahan setelah pengabulan kasasi BPN Takalar hanya 3.500 rupiah per meter. Itu kan tidak manusiawi,” tegas Muallim saat orasinya. Rabu (6/3/19) sore.

“Dulu di Pengadilan Negeri Takalar, uang ganti rugi lahan warga untuk pembangunan bendungan Panmukulu disepakati 50.000 per meternya. Tapi BPN Takalar mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan menang. Kini kami dapat ganti rugi hanya 3500 per meternya,” kata salah satu peserta aksi, Susi.

Advertisement

Menanggapi hal ini, Caleg DPR RI dari partai Gerindra, DR Hj Patmawati S Kp M Kes menyatakan wacana ganti untung yang dilontarkan presiden Jokowi beberapa waktu lalu tidak berlaku bagi warga Kale Kokmara.

“Jokowi kan sudah bilang, bahwa semua proyek infrastruktur, pembebasan lahannya dilakukan dengan model ganti untung,” kata Patma kepada awak media, Rabu (6/2/2019) sore.

“Lah, sekarang, di proyek bendungan Pammukkulu, lahan warga hanya dihargai Rp 3.000 per meternya,” tambah Patma.

“Pengadilan Negeri Takalar sudah memutus harga yang layak sebagai win-win solution beberapa waktu lalu. Kalau memang “ganti untung”, harusnya sudah tidak ada lagi upaya hukum dari pemerintah setelah warga menang di Pengadilan Negeri Takalar. Jika begini, yang mau untung rakyat atau pemerintah?” tutup Patma.

Advertisement

Referensi :

http://makassar.tribunnews.com/…/warga-kale-kokmara-tolak-p…

https://www.gelora.co/…/tanahnya-dipatok-rp3500-per-meter-w…

http://makassar.tribunnews.com/…/didemo-warga-kale-komara-k…

Advertisement

https://turnbackhoax.id/wp-admin/post.php?post=20551&action=edit

Copyright ©

Advertisement
Sport16 jam ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan1 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis2 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten3 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport5 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport5 hari ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten5 hari ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan6 hari ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional6 hari ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport6 hari ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport6 hari ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan7 hari ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport7 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Obituari1 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport7 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer