Connect with us

Lifestyle

Berbagai Hal yang Bisa Memicu Prediabetes Terjadi

Salah satu hal penting yang menandakan seseorang mengalami diabetes adalah kadar gula darah yang tinggi. Namun sebenarnya, ketika Anda baru sekali memeriksa gula darah dan hasilnya itu tergolong tinggi, Anda tidak bisa langsung dibilang diabetes Kondisi ini harus dipastikan lagi dengan berbagai tes medis lainnya. Akan tetapi, mungkin saja saat itu Anda berisiko mengalami prediabetes. Seseorang yang mengalami prediabetes berpeluang lebih besar terkena diabetes nantinya. Maka itu, supaya tidak terkena diabetes, Anda juga mesti tahu dulu apa saja faktor risiko seseorang mengalami prediabetes.

Kadar gula darah ketika terkena prediabetes

Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih dari rata-rata normal tapi tidak sampai setinggi ketika seseorang mengalami diabetes.

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, seseorang yang mengalami prediabetes biasanya ditandai dengan kondisi toleransi glukosa terganggung (TGT) atau gula darah puasanya terganggu (GDPT).

Advertisement

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami GDPT atau TGT, Anda harus melakukan serangkaian pemeriksaan darah terlebih dahulu.

Jadi pada awalnya, dokter akan meminta Anda untuk puasa selama 8 jam. Setelah itu, dokter akan mengambil sampel darah dan mengukur kadar gula darah puasa (GDP) Anda.

Setelah diketahui berapa nilai GDP, Anda akan diminta minum cairan yang mengandung glukosa 75 gram. Kemudian, tes darah kembali dilakukan setelah 2 jam larutan diminum. Tes ini dilakukan untuk mengetahui nilai toleransi glukosa oral (TTGO).

Kadar gula darah  dan toleransi gluksoda oral yang normal, yaitu:

Advertisement
  • GDP: kurang dari 100 miligram/desiliter (mg/dL)
  • TTGO: kurang dari 140 mg/dL

Jika hasil tes Anda menunjukkan nilai GDP normal tapi kadar TTGO 140 hingga 199 mg/dL, artinya tolreansi glukosa Anda terganggu (TGT). Kondisi ini juga menandakan bahwa Anda terkena prediabetes.

Kondisi prediabetes juga terjadi bila kadar TTGO normal sedangkan nilai GDP 100 sampai 125 mg/dL. Kondisi tersebut menandakan bahwa pengaturan gula darah puasa Anda terganggu (GDPT). Maka itu, Anda mengalami prediabetes.

Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut agar Anda masih bisa mencegah diabetes.

Hal apa yang memicu prediabetes terjadi?

Dalam hal ini, faktor risiko dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor-faktor yang tidak dapat diubah atau dikendalikan, serta faktor yang masih bisa diubah. Berikut penjelasan mengenai faktor-faktor risiko prediabetes:

Faktor risiko prediabetes yang tidak dapat diubah

Faktor-faktor yang ada di bawah biasanya merupakan kondisi bawaan lahir, sehingga tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengubah keadaan tersebut. Hal-hal tersebut meliputi:

Advertisement

1. Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, peluang seseorang untuk mengidap prediabetes semakin besar. Beberapa kasus prediabetes banyak ditemukan pada orang-orang berusia di atas 40 atau 45 tahun.

2. Keturunan dan anggota keluarga

Faktor prediabetes lainnya yang paling utama adalah keturunan dari keluarga. Apabila Anda memiliki anggota keluarga dengan hubungan darah langsung yang mengidap diabetes, risiko Anda menderita prediabetes pun lebih tinggi.

3. Diabetes gestasional

Apabila ibu hamil memiliki diabetes gestasional, kemungkinan ibu dan bayi berpotensi memiliki prediabetes. Selain itu, jika Anda melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,1 kg, Anda juga berisiko mengalami prediabetes.

4. Ras

Walaupun hingga saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan penyebabnya, orang-orang dari kelompok ras Afrika-Amerika, Hispanik, Amerika native, Asia-Amerika, dan Kepulauan Pasifik cenderung lebih rentan terkena prediabetes.

Advertisement

Faktor risiko prediabetes yang bisa diubah

Untungnya, masih terdapat berbagai faktor-faktor yang dapat Anda kendalikan. Dengan berfokus pada faktor-faktor di bawah, maka peluang Anda mengidap prediabetes akan turun.

1. Kadar lemak dalam tubuh yang berlebihan

Tubuh dengan kadar lemak berlebihan berpotensi menderita prediabetes. Anda dapat mengubah keadaan ini dengan melakukan diet sesuai anjuran dokter dan rutin berolahraga.

2. Pola makan

Asupan gula dan lemak yang berlebihan ke dalam tubuh juga berisiko meningkatkan kemungkinan Anda terkena prediabetes. Maka dari itu, ganti menu Anda dengan makanan yang sehat dan lebih bernutrisi.

Anda sangat disarankan untuk memperbanyak buah-buahan, sayuran, dan gandum pada makanan sehari-hari. Hindari minuman yang terlalu manis, kue, permen, atau coklat.

Advertisement

3. Tidak aktif bergerak

Faktor risiko prediabetes yang lainnya adalah kurangnya aktivitas yang dilakukan oleh tubuh. Maka dari itu, biasakan untuk beraktivitas setiap hari. Tidak perlu olahraga terlalu berat, Anda dapat mulai dengan berjalan cepat selama 30 menit setiap hari.

4. Pikiran terbebani atau stres

Stres tidak hanya dapat memicu terjadinya masalah pada kadar gula, namun juga memengaruhi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Oleh karena itu, kelola pikiran dan tubuh Anda dengan baik, sehingga stres dapat teratasi. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi masalah ini.

5. Merokok

Zat-zat beracun dalam rokok dapat memengaruhi kerja organ tubuh dan produksi insulin dalam tubuh, sehingga peluang terkena prediabetes lebih besar. Demi kesehatan tubuh Anda, sebaiknya hindari rokok.

6. Minum alkohol

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko prediabetes. Alkohol mengakibatkan radang pada pankreas dan memengaruhi produksi insulin. Ada baiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan minum alkohol, atau lebih baik Anda berhenti total.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport1 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport13 jam ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport16 jam ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport18 jam ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport19 jam ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport24 jam ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport24 jam ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional2 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional3 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport4 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional2 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer