Connect with us

Tokoh

Biografi KH Zulfa Mustofa PJ Ketua Umum PBNU

KH Zulfa Mustofa Pj Ketua Umum PBNU (Foto HD)
Dr. (H.C.) K. H. Zulfa Mustofa

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. M. Nuh, mengumumkan bahwa KH Zulfa Mustofa resmi menjadi Ketua Umum (Ketum) PBNU. Hal itu merupakan salah satu hasil dari Rapat Pleno PBNU Kelompok Sultan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (9/12/2025). Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan KH Zulfa Mustofa bertekad akan menjalankan amanah yang diputuskan dalam rapat pleno.

“Malam ini sebagaimana kita semua ketahui rapat pleno telah menetapkan alfaqir, menetapkan diri saya sebagai Penjabat Ketua Umum. Saya juga menyampaikan, tidak mau menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi saya ingin menjadi solusi jam’iyyah ini di masa depan. Saya mengajak pengurus NU, mari kita bersatu kembali di rumah besar ini,” ujarnya.

Biografi KH Zulfa Mustofa

Dr. (H.C.) K. H. Zulfa Mustofa (lahir 7 Agustus 1977) adalah seorang ulama terkemuka Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (PJ) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebelumnya, ia dikenal luas sebagai Wakil Ketua Umum PBNU dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan dakwah, pendidikan, dan penguatan organisasi ulama di Indonesia.

Dikenal sebagai pribadi yang tenang, berwibawa, dan dekat dengan para santri serta jamaah, KH Zulfa Mustofa menempati posisi strategis dalam dunia keulamaan nasional berkat rekam jejaknya yang panjang di pesantren, organisasi, hingga majelis ilmu.

Advertisement

Latar Belakang dan Keluarga

KH. Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ia berasal dari keluarga besar ulama yang memiliki akar kuat di Jawa Tengah dan Banten. Ayahnya, KH. Muqarrabin, berasal dari Pekalongan, sementara ibunya, Nyai Hajjah Marhumah Latifah, berasal dari Kresek, Tangerang, sekitar 12 kilometer dari Tanara.

Ibunda KH Zulfa merupakan putri dari Nyai Hajjah Maimunah, yang juga merupakan ibunda dari ulama besar Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Dengan demikian, KH Zulfa Mustofa adalah cucu kemenakan dari Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama Nusantara paling berpengaruh di dunia Islam.

Garis keilmuan keluarga inilah yang membentuk karakter keulamaan KH Zulfa Mustofa sejak kecil.

Pendidikan

Pendidikan Dasar

KH Zulfa Mustofa menempuh pendidikan dasar di Jakarta hingga kelas 3 SD, tepatnya di SD Al-Jihad, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat naik kelas 4 SD, ia pindah ke Pekalongan dan menamatkan sekolah dasar di sana.

Advertisement

Pendidikan Pesantren

Jenjang berikutnya ia lanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon. Memasuki kelas 2 Tsanawiyah, ia pindah untuk melanjutkan pendidikannya di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan pesantren dan lahirnya banyak ulama besar.

Selama masa mondok di Kajen, ada dua guru yang sangat berpengaruh dalam perjalanan intelektualnya:

  • KH. A. Sahal Mahfudh – ulama besar, pemikir fikih sosial, dan mantan Rais ‘Aam PBNU.

  • KH. Rifa’i Nasuha – guru dari KH Sahal yang dikenal sangat berwibawa.

Pengaruh kedua tokoh inilah yang membentuk fondasi keilmuan fikih dan manhaj keulamaan KH Zulfa Mustofa.

Pada tahun 1996, setelah menyelesaikan pendidikan madrasah aliyahnya, ia kembali ke Jakarta saat bulan Ramadan.

Advertisement

Keinginan besar KH Zulfa Mustofa untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah, baik ke Al-Azhar Mesir maupun ke Makkah, tidak dapat terwujud karena ayahnya wafat tepat pada malam Idul Fitri.

Kepergian ayahnya membuat KH Zulfa Mustofa mengambil tanggung jawab besar: menggantikan posisi ayahnya sebagai pengajar di berbagai majelis taklim. Saat itu usianya baru 19 tahun, namun ia mengasuh sekitar lima majelis taklim yang sebelumnya dipimpin ayahnya.

Pada tahun 2000, ia kemudian mendirikan majelis taklim sendiri bernama Darul Musthofa, yang berkembang menjadi salah satu pusat pengajian yang diminati jamaah.

Kehidupan Pribadi

KH. Zulfa Mustofa menikah dengan Hulwatin Syafi’ah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai beberapa anak. Kehidupan keluarganya dikenal sederhana dan dekat dengan tradisi pesantren.

Advertisement

Karir dan Jabatan Organisasi

Sebagai ulama muda yang produktif, berpengaruh, dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, KH Zulfa Mustofa telah memegang sejumlah amanah penting, antara lain:

  • PJ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) – Desember 2025

  • Mutasyar PBNU

  • Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta

  • Wakil Majelis Pertimbangan MUI Pusat

  • Wakil Ketua Umum PBNU

  • Ketua Komite Fatwa BPJPH Kementerian Agama

Posisi-posisi ini menunjukkan peran kuat KH Zulfa dalam bidang fatwa, kebijakan syariah, organisasi keulamaan, serta penguatan ekosistem halal nasional.

Karya-Karya

Sebagai intelektual pesantren, KH Zulfa Mustofa juga menulis beberapa karya ilmiah keislaman. Dua karyanya yang dikenal luas adalah:

  1. Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu
    Sebuah kitab yang membahas prinsip-prinsip penting dalam dunia fatwa dan pedoman bagi para penuntut ilmu.

  2. Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i
    Kitab yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kaidah dan ucapan Imam al-Syafi’i.

Kedua kitab ini menjadi rujukan penting bagi kalangan santri dan pengkaji fikih.

Advertisement

Sebagai ulama generasi kini, Dr. (H.C.) K. H. Zulfa Mustofa adalah salah satu figur penting dalam dunia Islam Indonesia. Kiprahnya dalam PBNU, MUI, hingga lembaga fatwa menjadikannya tokoh strategis dalam berbagai isu keagamaan nasional. Garis keilmuan pesantren yang kuat, kepemimpinan yang teduh, serta kontribusinya di berbagai bidang membuatnya termasuk salah satu ulama yang berpengaruh bagi perkembangan Islam moderat di Indonesia.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional19 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional19 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional2 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan2 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer