Nasional
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Ia merupakan cicit Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Pesantren Tebuireng.
Gus Kikin dipercaya meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng. Ia tercatat sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020.
Selain memimpin Pesantren Tebuireng, Gus Kikin aktif dalam organisasi NU. Ia dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 dan pada 2026 menjadi salah satu tokoh yang diusung sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Kelahiran dan Silsilah Gus Kikin
Gus Kikin lahir pada Ahad, 17 Agustus 1958, dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.
Dari jalur ibu, nasab Gus Kikin bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari. Nyai Khoiriyah merupakan istri KH Ma’shum Ali, ulama ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. Dari garis ini, Gus Kikin merupakan bagian dari keluarga besar keturunan pendiri NU tersebut.
Sementara dari jalur ayah, nasab Gus Kikin bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang, yang menikah dengan Nyai Hj Khadijah.
Dari garis ayah tersebut, Gus Kikin masih memiliki hubungan keluarga dengan KH Anwar Manshur, pengasuh Pesantren Lirboyo dan salah satu ulama sepuh NU.
Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah dan dikaruniai dua orang anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.
Riwayat Pendidikan Gus Kikin
Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.
Ia kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka.
Di luar pendidikan formal, Gus Kikin juga memperoleh pendidikan pesantren. Ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, pesantren yang didirikan ayahnya.
Ia juga pernah belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng
Gus Kikin mulai dipercaya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sejak 2020. Ia meneruskan kepemimpinan Gus Sholah yang sebelumnya mengembangkan Tebuireng hingga memiliki sejumlah cabang di berbagai daerah.
Menurut riwayat yang dimuat NU Online, proses penyiapan Gus Kikin sebagai penerus Gus Sholah telah dilakukan sejak 2016 melalui musyawarah keluarga yang melibatkan keturunan KH M Hasyim Asy’ari.
Sebagai pengasuh, Gus Kikin juga aktif mendorong pengembangan kemandirian santri dan ekonomi pesantren. Salah satunya terlihat dari dukungannya terhadap program pengembangan kewirausahaan dan UMKM digital di lingkungan Pesantren Tebuireng.
Kiprah di Nahdlatul Ulama
Sebelum memimpin PWNU Jawa Timur, Gus Kikin memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi NU.
Ia pernah menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur pada periode 2008-2022. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.
Di tingkat pusat, Gus Kikin juga pernah dipercaya sebagai Ketua PBNU Bidang Ekonomi. Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat dalam berbagai pembahasan mengenai pemberdayaan ekonomi warga NU dan pengembangan ekonomi pesantren.
Pernah Berkarier di Dunia Pelayaran dan Bisnis
Sebelum aktif sepenuhnya dalam dunia pesantren dan organisasi NU, Gus Kikin memiliki pengalaman di sektor profesional.
Ia pernah berkarier di PT Djakarta Lloyd, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik. Dalam periode 1980-1992, ia pernah tercatat sebagai Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan.
Pada 1997, Gus Kikin kemudian mendirikan BBS Group, sebuah kelompok usaha yang bergerak di berbagai sektor.
Ia juga pernah menjabat Ketua Bidang Energy Kadin Jawa Timur pada 2000-2013.
Gus Kikin Diusung sebagai Calon Ketua Umum PBNU
Perjalanan Gus Kikin memasuki babak penting pada 2026 ketika PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur menugaskannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.
NU Online melaporkan bahwa pencalonan tersebut bukan berasal dari keinginan pribadi Gus Kikin. Ia menyatakan menerima penugasan tersebut sebagai amanah dari PWNU dan PCNU se-Jawa Timur.
Pada Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, nama Gus Kikin kemudian memperoleh dukungan sangat kuat dari peserta muktamar.
Dalam tabulasi bakal calon Ketua Umum PBNU pada Senin, 31 Agustus 2026, Gus Kikin menempati peringkat pertama dengan 472 suara. Empat nama lainnya yang masuk lima besar adalah KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Shochib dengan 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf dengan 258 suara, dan KH Nusron Wahid dengan 207 suara.
Lima nama tersebut kemudian dibawa ke Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk dimusyawarahkan setelah memperoleh persetujuan Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar.
Dengan demikian, per 31 Agustus 2026 Gus Kikin merupakan salah satu dari lima calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dan menjadi calon dengan perolehan suara tabulasi tertinggi, tetapi pada tahap tersebut belum dapat disebut sebagai Ketua Umum PBNU terpilih karena keputusan akhir masih berada dalam proses musyawarah AHWA.
Sikap Gus Kikin dalam Muktamar ke-35 NU
Di tengah proses pemilihan Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menegaskan pentingnya menjaga persatuan warga NU.
Dalam keterangannya kepada NU Online pada 29 Agustus 2026, Gus Kikin menyampaikan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, NU harus tetap rukun. Menurutnya, kebersamaan merupakan hal paling penting dalam Muktamar.
Sikap tersebut sejalan dengan pandangannya mengenai pentingnya kembali menjadikan Qanun Asasi sebagai pedoman utama organisasi NU. Gus Kikin menilai Qanun Asasi yang dirumuskan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari memiliki kedudukan penting sebagai dasar perjalanan organisasi.
Profil Singkat Gus Kikin
- Nama: KH Abdul Hakim Mahfudz
- Nama populer: Gus Kikin
- Lahir: 17 Agustus 1958
- Ayah: KH Mahfudz Anwar
- Ibu: Nyai Hj Abidah Ma’shum
- Istri: Nyai Hj Lelly Lailyah
- Anak: Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan
- Pengasuh: Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
- Pengasuh Tebuireng ke-8: sejak 2020
- Ketua PWNU Jawa Timur: masa khidmat 2024-2029
- Mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur: 2008-2022
- Mantan Ketua PBNU Bidang Ekonomi
- Pengalaman profesional: PT Djakarta Lloyd dan BBS Group
- Caketum PBNU 2026-2031: diusung PWNU Jatim
- Perolehan tabulasi Muktamar ke-35: 472 suara, tertinggi dari lima nama yang masuk tahap AHWA.
Pemerintahan2 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan2 minggu agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Pemerintahan2 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Banten3 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional1 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan1 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi








































