Lifestyle
Cara Menghilangkan Keloid di Telinga yang Efektif Lewat Tindakan Medis

Keloid adalah pertumbuhan jaringan kulit berlebih yang sering muncul setelah luka pulih. Penebalan kulit akibat keloid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, salah satunya telinga. Biasanya, hal ini dapat terjadi setelah Anda memasang tindik di telinga dan mengakibatkan luka pada kulit. Lantas, adakah cara menghilangkan keloid di telinga? Berikut penjelasannya.
Apa saja penyebab keloid di telinga?
Meski terlihat sepele, memasang anting atau tindik di bagian telinga bisa memicu pertumbuhan keloid. Kenapa bisa terjadi?
Ketika luka bekas tindikannya sembuh, jaringan kulit yang lama akan digantikan dengan jaringan parut fibrosa. Jaringan parut ini otomatis tumbuh pada setiap luka, gunanya untuk menggantikan kulit yang terluka. Nah, tapi terkadang tubuh Anda membuat terlalu banyak jaringan parut sehingga lama-kelamaan memicu keloid.
Pada telinga, keloid biasanya diawali dengan munculnya tonjolan bulat kecil di sekitar area tindik. Jaringan keloid ini dapat tumbuh dengan cepat pada sebagian orang, tapi ada juga yang membutuhkan waktu berbulan-bulan setelahnya.
Selain karena tindik, keloid di telinga juga dapat disebabkan oleh jerawat, cacar air, dan gigitan serangga. Bekas operasi di telinga juga rentan memicu pertumbuhan jaringan parut yang berkembang menjadi keloid.
Berbagai cara menghilangkan keloid di telinga
Keloid cukup sulit dihilangkan. Bahkan ketika Anda berhasil menghilangkan keloid, di mana pun letaknya, keloid ini bisa kembali tumbuh dan menebal di permukaan kulit.
Namun tenang dulu, ini bukan berarti Anda tidak bisa menghilangkan keloid di telinga, lho. Berikut ini beberapa cara menghilangkan keloid di telinga:
1. Operasi

Operasi adalah salah satu cara menghilangkan keloid di telinga yang efektif. Dokter tentu akan memberikan bius lokal terlebih dahulu sebelum membuang jaringan parut yang bersarang di telinga Anda.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa prosedur operasi ini tentu akan memberikan luka baru di telinga Anda. Cara ini memang dapat membantu mengangkat keloid di telinga, tapi juga berisiko menumbuhkan jaringan parut alias keloid yang baru.
Itulah sebabnya, Anda tidak bisa hanya bergantung dengan operasi lokal ini saja untuk menghilangkan keloid. Setelah operasi selesai, dokter biasanya akan meminta Anda menggunakan anting tekanan untuk mengurangi luka dan mencegah keloid baru.
Anting tekanan ini harus dipasang selama 16 jam sehari selama 6-12 bulan supaya hasilnya maksimal. Tak heran bila nantinya telinga Anda akan terasa tidak nyaman dan tertekan saat menggunakannya.
2. Suntik kortikosteroid

Selain lewat jalur operasi, cara menghilangkan keloid di telinga bisa dilakukan dengan menyuntikkan obat kortikosteroid. Obat ini akan langsung disuntikkan ke keloid Anda untuk membantu menyusutkan dan meredakan nyeri.
Suntik kortikosteroid ini perlu dilakukan secara rutin setidaknya 3-4 minggu sekali sampai keloidnya mengempis. Menurut American Academy of Dermatology, prosedur medis yang satu ini berhasil menyusutkan keloid hingga 50-80 persen.
3. Krioterapi

Jika Anda mempunyai keloid di telinga yang ukurannya kecil tapi sudah terjadi selama kurang dari 3 tahun, maka cobalah prosedur krioterapi. Krioterapi adalah suatu cara menghilangkan keloid di telinga dengan memanfaatkan suhu dingin.
Jaringan keloid yang ada di telinga Anda akan dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair, kemudian diangkat sedikit demi sedikit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mengungkapkan bahwa krioterapi dapat mengecilkan ukuran keloid hingga 50 persen.
Anda mungkin membutuhkan minimal 3 kali perawatan krioterapi, tergantung dari seberapa besar pertumbuhan jaringan parut di telinga Anda. Hasilnya akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan suntik steroid.
4. Laser

Tidak sedikit orang yang mengandalkan prosedur laser untuk menghilangkan keloid di telinga. Perawatan ini dilakukan dengan cara menyinari keloid untuk mengecilkan dan memudarkan warnanya.
Seperti kebanyakan perawatan lainnya, terapi laser tidak bisa dilakukan sendiri dan perlu prosedur medis lainnya supaya lebih maksimal.
5. Krim retinoid

Pertumbuhan jaringan parut alias keloid sering kali tampak lebih hitam dibandingkan kulit di sekitarnya. Untuk memudarkan warnanya, dokter mungkin akan meresepkan krim retinoid.
Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology tahun 2010, penggunaan dua jenis retinoid, yaitu tretinoin dan isotretinoin, terbukti ampuh mengecilkan ukuran keloid yang mengganggu. Selain itu, bahan aktif di dalam krimnya juga dapat mengurangi rasa gatal yang muncul di area kulit sekitar keloid.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional6 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik






































