Kabupaten Tangerang
Carlos Pena Ingin Persita Tangerang Dominasi Pertandingan

Mengapa filosofi bermain begitu penting bagi sebuah tim sepak bola? Sebab filosofi itulah yang menjadi kompas utama, penentu arah, sekaligus pembentuk identitas tim di atas lapangan. Sebuah tim tanpa filosofi ibarat kapal tanpa nakhoda—mudah terombang-ambing oleh lawan dan situasi pertandingan. Dengan filosofi yang jelas, setiap pemain memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana bersikap dalam tekanan, serta nilai apa yang harus dijunjung ketika berjuang bersama.
Di Tangerang, Persita dikenal memiliki karakter permainan yang khas: keras, gigih, dan pantang menyerah hingga peluit akhir berbunyi. Ciri ini telah lama menjadi identitas tim Ungu, sesuatu yang melekat dalam sejarah dan kultur sepak bolanya. Kini, semangat itu coba dipadukan dengan pendekatan modern yang dibawa oleh pelatih Carlos Pena sejak awal musim.
Pena datang dengan filosofi kepelatihan yang menekankan disiplin taktik, penguasaan bola, dan transisi cepat. Perpaduan antara gaya keras khas Persita dengan sentuhan strategi modern ala Pena diharapkan dapat menghadirkan tim yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dalam membaca permainan. Inilah proses pembentukan identitas baru Persita: sebuah tim yang tetap setia pada akar perjuangan, namun berani beradaptasi dengan tuntutan sepak bola masa kini.
“Saya seorang pelatih yang ingin mendominasi pertandingan, saya ingin mendominasinya dengan bola dan juga penguasaan bola,” ujar Coach Pena dalam sesi wawancara eksklusif hanya di Youtube Persita.
Berani saat menguasai bola juga diinginkan oleh Pena saat Pendekar Cisadane bermain. Tentu sebuah peluang harus dibuat dan bisa dimaksimalkan dengan baik.
“Saya ingin tim saya bermain berani dengan bola, untuk membuat peluang. Saya suka tim yang berani bermain di sebuah pertandingan,” lanjutnya.
Keberanian Pendekar terlihat saat mampu berhasil mengembalikan keadaan ketika berhadapan dengan tuan rumah Persijap Jepara. Tertinggal satu gol dan bermain dengan 10 pemain tak membuat Pendekar menyerah dan bisa meraih kemenangan dua gol di paruh kedua.
“Sebagai pelatih anda harus beradaptasi dengan pemain yang anda miliki, dan pada akhirnya anda memiliki idea. Yang terpenting adalah beradaptasi dengan pemain yang anda miliki dan berusaha mengeluarkan yang terbaik dari mereka,” lanjutnya.
“Dan ketika anda hanya memikirkan sosok tertentu saja dalam dunia kepelatihan dan tak mempertimbangkan pemain yang dimiliki itu tidak akan berjalan dengan panjang,” ujar Pena.
Pada intinya tugas pelatih adalah untuk memotivasi pemain agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di setiap kesempatan. Pendekatan itu yang selalu dilakukan oleh Pena dalam setiap sesi latihan.
“Jadi yang terpenting adalah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemain, mengenal mereka, dan mencari tahu apa yang bisa mereka lakukan. Membentuk dan dekat dalam hubungan dengan pemain agar bisa bagi mereka untuk meningkatkan level bermain dan ini adalah saya sebagai seorang pelatih,” paparnya.
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Nasional2 minggu agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober
Sport1 minggu agoDramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2
Jabodetabek4 hari agoWakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia





























