Nasional
Cek Fakta: [BERITA] Termakan Hoaks Alat Kelamin Besar, Mertua Laporkan Menantunya ke Polisi
![[BERITA] Termakan Hoaks Alat Kelamin Besar, Mertua Laporkan Menantunya ke Polisi](https://kabartangsel.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_1361.png)
Kabar bohong alias hoaks, tidak hanya ada dalam dunia politik atau kaum elite. Pada keseharian warga biasa, hoaks juga menjadi momok yang menakutkan, bahkan mengancam perpecahan keluarga.
Setidaknya, itulah yang terjadi di Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Aparat Polsek Maron sempat menerima laporan kasus warga yang termakan hoaks. Sito (55) warga setempat, melaporkan menantunya sendiri bernama Basar ke polisi.
Dalam pelaporannya, Basar disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian putri Sito bernama Jumatri.
Sebab, Jumatri diyakini meninggal dunia karena tak mampu menahan sakit akibat kemaluan sang suami yang terlampau besar.
“Laporan itu masuk ke kami tanggal 20 Maret lalu. Jadi, ketika anaknya meninggal, ada dugaan karena ukuran kelamin suami tak wajar. Ayahnya tahu hal itu dari seseorang,” kata Kapolsek Maron Ajun Komisaris Sugeng Supriantoro melalui keterangan tertulis yang didapat Suara.com, Rabu (27/3/2019).
Setelah menerima laporan, Sugeng mengakui memerintahkan anak buahnya untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan, agar Basar tak menjadi sasaran amuk keluarga Jumatri.
Sugeng menuturkan, polisi lantas mempertemukan antara Sito dan Basar agar persoalan mendapat kejelasan.
“Rabu (20/3) pekan lalu kami pertemukan kedua pihak dan disaksikan kepala desa. Di sana, Basar bisa membuktikan tuduhan itu salah. Ya dia menunjukkan ’bukti’-nya ya ke mertuanya, memang ukurannya biasa-biasa saja, tak seperti dituduhkan warga,” katanya.
Setelah pertemuan itu, Sito langsung mencabut laporannya di kepolisian dan kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai.
“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran warga di wilayah hukum kami maupun ddi mana saja. Bahwa segala informasi itu harus dicek kebenarannya, jangan mudah termakan hoaks,” pesan Kapolsek.
Sementara itu, penyebab kematian menurut pemeriksaan, anak Sito yakni, Jumitra itu meninggal karena sakit epilepsi.
Dan sakit itu sudah lama dialami korban sejak kecil.
Jadi, murni karena sakit bukan karena isu alat kelamin suaminya terlalu besar.




REFERENSI :
http://jabar.tribunnews.com/2019/03/27/duga-anaknya-meninggal-gara-gara-alat-kelamin-menantu-terlalu-besar-mertua-lapor-polisi?
https://jatim.suara.com/read/2019/03/27/134336/ukuran-kelaminnya-dibilang-tak-wajar-basar-dilaporkan-mertua-ke-polisi
https://www.liputan6.com/regional/read/3927057/termakan-hoaks-alat-kelamin-besar-mertua-laporkan-menantunya-ke-polisi
https://radarbromo.jawapos.com/2019/03/27/gara-gara-ukuran-kelamin-dinilai-terlalu-besar-menantu-dipolisikan-mertua
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Nasional2 minggu agoProfil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
Nasional2 minggu agoProfil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri
Nasional2 minggu agoPernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional2 minggu agoSuyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Pemerintahan2 minggu agoKadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan
































