Connect with us

Lifestyle

Coronavirus Bermutasi Menjadi Tipe Virus Baru, Apakah Berbahaya?

Seperti virus-virus pada umumnya, coronavirus penyebab wabah COVID-19 juga bisa bermutasi dan mengalami perubahan tertentu. Laporan terbaru bahkan menyebutkan bahwa virus yang dinamai SARS-CoV-2 ini bermutasi menjadi dua strain virus baru. Salah satu strain disebut-sebut lebih agresif dibandingkan coronavirus asalnya.

Mutasi menyebabkan perubahan pada susunan genetik virus. Ini merupakan salah satu hambatan yang dihadapi para ilmuwan dalam mempelajari virus dan vaksinnya, tidak terkecuali pada kasus COVID-19. Walau demikian, tidak bisa dipungkiri, coronavirus yang bermutasi juga dapat memberikan petunjuk dalam mengatasi wabah ini.

Temuan para ilmuwan tentang coronavirus yang bermutasi

Akhir Februari lalu, sekelompok ilmuwan dari Tiongkok mengambil sampel coronavirus dari 103 pasien COVID-19 yang berada di kota Wuhan. Mereka mempelajari susunan genetik virus tersebut, lalu menemukan beberapa perbedaan di dalamnya.

Advertisement

Perbedaan susunan genetik SARS-CoV-2 membuat virus tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis strain, yakni tipe L dan tipe S. Menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal National Science Review, coronavirus yang bermutasi menjadi tipe L disinyalir lebih agresif dibandingkan coronavirus tipe S.

Sebanyak 70 persen dari total sampel virus merupakan coronavirus tipe L. Akan tetapi, kasus COVID-19 akibat coronavirus tipe L ternyata mengalami penurunan sejak awal Januari. Strain coronavirus yang saat ini lebih umum ditemukan adalah tipe S.

Coronavirus tipe S mempunyai karakteristik yang lebih lemah dibandingkan tipe L. Para ilmuwan menduga hal ini terjadi karena campur tangan manusia. Karantina dan upaya pencegahan mungkin telah menghambat penularan coronavirus tipe L sehingga virus ini kalah jumlah dibandingkan coronavirus tipe S.

Temuan ini memberikan sudut pandang baru bagi dunia dalam memahami karakteristik SARS-CoV-2 dan pola penyebarannya pada manusia. Meski demikian, para ilmuwan masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh.

Advertisement

Pendapat ilmuwan lain tentang coronavirus yang bermutasi

laboratorium coronavirus

laboratorium coronavirus

Nathan Grubaugh, ahli epidemiologi dari Yale School of Public Health, AS, menyatakan dirinya ragu terhadap temuan para ilmuwan asal Tiongkok tersebut. Menurutnya, mutasi pada sampel coronavirus pada penelitian ini terlalu kecil dan tidak berdampak apa pun.

Coronavirus adalah virus berukuran besar dengan rantai kode genetik yang amat panjang. Susunan genetik satu virus saja sudah mengandung sekitar 30.000 molekul genetik. Perbedaan kecil pada salah satu kode tersebut tidak bisa disebut signifikan.

Grubaugh juga mengatakan bahwa untuk mengenali mutasi suatu virus yang menyebar ke seluruh dunia, diperlukan usaha yang besar dan waktu yang lama. Bahkan, satu tim ilmuwan mungkin harus melakukan penelitian selama bertahun-tahun guna memastikan satu strain coronavirus betul-betul bermutasi.

Saat ini, terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa SARS-CoV-2 bermutasi menjadi virus yang berbahaya. Coronavirus tipe L mungkin terkesan agresif karena peneliti saat itu mengambil sampel virus dari pasien di Wuhan yang belum lama terjangkit COVID-19.

Advertisement

Jika pengambilan sampel dilakukan ketika wabah baru muncul, sampel virus kemungkinan besar tidak akan acak. Ini sebabnya coronavirus tipe L seakan jauh lebih banyak dibandingkan tipe S. Akhirnya, hasil penelitian menunjukkan seolah coronavirus bermutasi menjadi virus yang agresif.

Padahal, para pasien saat itu tertular kedua strain virus yang belum terseleksi campur tangan manusia. Karantina dan upaya pencegahan belum dilakukan secara maksimal sehingga dampak infeksi virus seakan sangat berbahaya dan mematikan.

Apakah mutasi membuat coronavirus menjadi berbahaya?

coronavirus dan paramyxovirus

coronavirus dan paramyxovirus

Istilah ‘mutasi’ sering kali dikaitkan dengan virus berbahaya dan penyakit mematikan. Padahal, mutasi adalah fenomena yang wajar dalam siklus hidup virus. Mutasi virus bahkan hampir tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap suatu wabah.

Berdasarkan susunan genetiknya, virus terbagi menjadi virus DNA dan virus RNA. Kedua jenis virus bisa mengalami mutasi, tapi virus RNA seperti SARS-CoV-2 biasanya lebih sering mengalami mutasi dan tidak memiliki mekanisme untuk mencegahnya.

Advertisement

Mutasi pada dasarnya merupakan fenomena yang alamiah. Tidak hanya coronavirus, sel tubuh manusia pun juga bisa bermutasi. Mutasi terkadang menguntungkan bagi sel dan virus, tapi ada pula jenis mutasi yang merugikan.

Berbeda dengan anggapan kebanyakan, mutasi justru membantu para ilmuwan dalam melacak asal SARS-CoV-2. Sebagai contoh, sekelompok ilmuwan di Brasil mempelajari sampel SARS-CoV-2 dari beberapa kasus dan menemukan perbedaan yang unik.

Virus yang mereka ambil dari satu pasien di Brasil memiliki susunan genetik yang mirip dengan virus dari pasien di Jerman. Sementara itu, virus dari pasien kedua mirip dengan virus yang diambil di Inggris. Namun, virus pada pasien Jerman dan Inggris ternyata tidak berkaitan satu sama lain.

Alih-alih membahayakan, coronavirus yang bermutasi bisa jadi merupakan jawaban dari akhir wabah COVID-19. Bahkan, penelitian yang mumpuni mungkin saja akan membantu para ilmuwan dalam mencari vaksin maupun obat bagi COVID-19.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan4 jam ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan4 jam ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan4 jam ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan5 jam ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan6 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan6 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport7 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport8 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport8 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport8 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif8 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini23 jam ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional1 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif1 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif1 hari ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional1 hari ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional1 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional1 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional1 hari ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional1 hari ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer