Kabartangsel.com – Tren minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup. Hal ini terlihat dari semakin menjamurnya bisnis kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia. Terutama di kota-kota besar, budaya nongkrong di kedai kopi sudah erat merekat sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Seiring dengan kian digandrunginya budaya ngopi, cara penyeduhan kopi ini pun semakin canggih. Menyeruput kopi dengan teknik manual brewing pun menjadi bagian dari tren atau gaya hidup tersendiri.
“Pengolahan dengan mesin menghasilkan kopi yang kental dan agak sedikit keras. Melalui manual brewing, kopi yang dihasilkan lebih lembut dan memiliki cita rasa yang khas,” ungkap Natanael Charis (Co-Owner MG & Co Eatery) di sela-sela workshop Coffee Journey bagi para penggiat bisnis kopi di Kota Bandung yang digelar oleh Ralali.com, Sabtu (11/11/2017).
Bahkan, setiap kedai kopi yang kekinian tak afdol rasanya apabila tidak menyajikan menu kopi manual brewing. Sesuai namanya, manual brewing adalah teknik menyeduh kopi yang dioperasikan secara manual oleh barista. Oleh karena itu, cita rasa dari seduhan kopi tersebut sepenuhnya tergantung pada racikan tangan sang barista. (fid)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin













