Connect with us

Nasional

Diskusi Meja Bundar Think 20 Indonesia: Ketahanan Pascacovid-19 Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030

residensi G20 Indonesia tahun ini bertujuan untuk mengatasi beberapa tantangan yang paling mendesak, seperti harga COVID-19 dan perubahan iklim. Kedua hal tersebut membutuhkan kerja sama global yang lebih kuat di antara anggota-anggota G20 di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Peran Indonesia sebagai jembatan antara negara maju dan negara berkembang sangat penting dalam membangun kerja sama global yang lebih baik, penyediaan barang publik dan percepatan pencapaian TPB/SDGs.

Melalui ‘The T20 Indonesia Roundtable Discussion: “Post COVID-19 Resilience in Achieving the Sustainable Development Goals 2030atau Diskusi Meja Bundar Think 20 Indonesia: Ketahanan PascaCOVID-19 dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang diselenggarakan pada 25 Juli 2022, Think 20 membahas tiga isu utama, yaitu Mengatur Target Iklim, Transisi Energi dan Perlindungan Lingkungan, Memajukan Kesehatan Global, Keamanan dan Kesiapsiagaan, serta Percepatan Kerja Sama Global untuk Pembiayaan TPB/SDGs. Diskusi ini merupakan kerja sama antara antara Rockefeller Foundation dan para leader dari Bellagio Center Convening Program dan Asia Impact Leaders Network, Dua pembicara utama, Edi Prio Pambudi (Co-Sherpa G20 Indonesia) dan Wempi Saputra (Deputi Keuangan G20) berbagi wawasan dan perkembangan utama G20 Indonesia. Panelis terdiri dari Bambang P.S. Brodjonegoro (Lead Co-Chairs T20 Indonesia), Hasbullah Thabrany (Lead Co-Chair TF 6 T20 Indonesia/Universitas Indonesia) dan Kuki Soejachmoen (Lead Co-Chair TF 3 T20 Indonesia/Indonesia Research Institute for Decarbonization ). Sesi diskusi dimoderatori oleh Riatu Mariatul Qibthiyyah (Executive Co-Chairs T20 Indonesia).

Mengarusutamakan Pembiayaan Campuran untuk Pembiayaan TPB/SDGs

Bambang menyebutkan bahwa peran organisasi filantropi dalam pembiayaan pembangunan sangat penting untuk pemulihan ekonomi. “Dukungan dari organisasi-organisasi filantropi untuk pembiayaan pembangunan sangat dibutuhkan. Terutama, mengingat fakta bahwa semua keuangan publik; keuangan lunak dan konvensional, memiliki beberapa keterbatasan. Dan mungkin, masih ada ruang dari pendanaan filantropi yang diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi pada tingkat yang lebih cepat tetapi sekaligus berkelanjutan” kata Bambang.

Advertisement

Senada dengan ini, Deepali Khanna, Vice-President Kantor Wilayah Asia Rockefeller Foundation, mendukung pernyataan Bambang dengan menyebutkan betapa pentingnya dan mendesaknya pembiayaan pembangunan dalam mendukung pemulihan global. “Waktu untuk mengerjakan solusi pemulihan global adalah sekarang.
Dengan KTT G20 yang dijadwalkan di Indonesia, kami dapat mengusulkan sistem pembiayaan pembangunan dengan tujuan tidak tetap. Ini akan membantu kita menjadi lebih tangguh terhadap tantangan pembangunan yang sedang berlangsung dan yang akan datang. Artinya, waktunya untuk bekerja, ya, sekarang.” kata Deepali.

Sebagai Lead co-chair Task Force 9 Global Cooperation for SDGs Financing (Gugus Tugas 9 Kerja Sama Global untuk Pembiayaan TPB/SDGs), Bambang menyatakan, “Salah satu isu penting yang coba kami promosikan adalah pembiayaan campuran. Dalam rekomendasi T20 kami, kami mengusulkan agar pembiayaan campuran harus digunakan secara luas bukan hanya dalam isu-isu yang berkaitan dengan dampak sosial atau seperti Kesehatan dan pendidikan tetapi juga dalam banyak aspek lain dan kami ingin pembiayaan campuran menjadi  arus utama pembiayaan pembangunan” kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menyatakan kemungkinan bahwa pembiayaan campuran dapat mendukung kesiapsiagaan dan ketahanan pandemi, “Misalnya, salah satu area prioritas Indonesia adalah arsitektur pembiayaan kesehatan global, dengan pembiayaan publik yang tidak akan cukup untuk menutupi, terutama ketika berbicara tentang membangun kesiapsiagaan pandemi dan membangun ketangguhan, maka pembiayaan campuran sangat dibutuhkan untuk pembangunan ini” ungkap Bambang.

Mengatur Target Iklim, Transisi Energi, dan Perlindungan Lingkungan

Advertisement

Edi Prio Pambudi menjelaskan isu transisi berkelanjutan sebagai salah satu fokus utama G20, terutama mengenai keamanan energi. “Pada KTT G20 Bali, Presidensi mengusulkan untuk meluncurkan kesepakatan global tentang percepatan transisi energi, menempatkan keamanan energi sebagai inti dari transisi berkelanjutan. Pendekatan ini mencakup dekarbonisasi sumber energi, diversifikasi rantai nilai, dan mendukung akses ke teknologi dan mineral penting yang diperlukan untuk mempercepat investasi dan sistem energi bersih dan rendah emisi yang bermanfaat.” kata Edi. Lebih lanjut, Wempi Saputra juga menekankan agenda G20 menuju keuangan berkelanjutan dan transisi energi berkelanjutan, dengan mengakui betapa pentingnya mendukung pemulihan ekonomi. “Agenda G20 juga bertujuan untuk mencapai agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris. Dalam hal ini, kami menggarisbawahi peran penting keuangan berkelanjutan dalam mencapai pemulihan ekonomi global yang lebih hijau atau tangguh dan lebih inklusif. Di bawah kepresidenan Indonesia G20 tahun ini. Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral berkomitmen untuk mendukung transisi yang tertib, adil, dan terjangkau menuju emisi gas rumah kaca yang rendah dan ekonomi yang tahan terhadap iklim.” ucap Wempi.

Di samping itu, Kuki menyatakan bahwa Policy Brief T20 Gugus Tugas 3 juga lebih memperhatikan Pembiayaan Iklim dan Harga Karbon pada peran G20 dalam meningkatkan kapasitas bank pembangunan nasional dan dana iklim nasional terutama di negara berkembang. Rekomendasi tersebut juga menunjukkan bahwa G20 dapat membantu dalam membangun platform bersama untuk pusat investasi energi terbarukan dan pembiayaan ekonomi sirkular. Selain mengatasi masalah energi, iklim, dan lingkungan, kita membutuhkan teknologi alternatif, “Kita akan membutuhkan banyak teknologi, akses ke teknologi yang sudah ada dan bagaimana mengembangkan teknologi tepat guna untuk situasi dan keadaan bangsa yang berbeda, kita juga perlu memperhatikan kapasitas manusia serta institusi, tetapi dari semua itu kita membutuhkan keuangan yang baik. Pembiayaan publik tidak akan cukup dan kami membutuhkan banyak dukungan dari pihak lain termasuk filantropi dan sektor lainnya,” tandas Kuki.

Memajukan Kesehatan, Keamanan, dan Kesiapsiagaan Global

Selain itu, Hasbullah juga menyebutkan penyebaran cepat virus baru yang bermutasi dan juga ketidakadilan vaksin telah memakan korban jutaan nyawa secara global, “Jika kita melihat sifat virus, mereka mampu bermutasi dan kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan. Seperti yang kita lihat sekarang, jumlah infeksi menurun karena keberhasilan vaksinasi. Namun, jika kita melihat distribusinya, kita bisa melihat melalui data bahwa ada disparitas keterjangkauan dan akses vaksinasi,” kata Hasbullah.

Advertisement

Selanjutnya untuk membangun keamanan dan kesiapsiagaan kesehatan global yang kuat, kita membutuhkan pendanaan dari skema lain seperti yayasan filantropi. Namun, mekanismenya harus diperhatikan, “Pendanaan itu penting dan perlu, tetapi ada beberapa masalah seperti siapa yang akan mengelola, badan pengatur seperti Bank Dunia, dan sebaliknya, bagaimana dana tersebut akan disalurkan, dan apa dasar kebutuhannya, bagaimana dana tersebut memenuhi kebutuhan medis dan bagaimana dana tersebut akan dibebaskan dari kepentingan politik karena sektor kesehatan tidak boleh terpengaruh,” kata Hasbullah. Hasbullah juga menyebutkan tentang pembangunan sistem peringatan dini untuk kesiapsiagaan pandemi di masa depan, “Yang dapat kita pelajari dari pandemi ini adalah kita dapat melihat virus baru yang dapat bermutasi dan menyebar dengan cepat, Indonesia telah mengidentifikasi sekitar 23 penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah atau bahkan pandemi. Tapi kami masih kurang dalam diagnostik. Kita juga perlu menjaga alat diagnostik apa yang dimiliki masing-masing negara, terutama negara berpenghasilan menengah ke bawah, yang mampu mendeteksi dan menginformasikan negara lain, itu menjadi penting,” kata Hasbullah.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan6 menit ago

Melalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital

Pemerintahan8 menit ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan2 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan3 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan3 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan6 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan6 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport7 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan7 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi7 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport1 minggu ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport1 minggu ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport1 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif3 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Sport2 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi2 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis1 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Bisnis1 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

SHR Miner
Internasional3 minggu ago

Editor’s Note: Outstanding Guest Post Payment from SHR Miner Representative

Pemerintahan3 minggu ago

Diskominfo Tangsel Bersama Karang Taruna Bambu Apus Hadirkan Pelatihan Literasi dan Konten Digital

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Nasional2 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan3 minggu ago

Tangsel Digital Academy Hadir di Pesantren, Benyamin Davnie Dorong Santri Kuasai AI dan Literasi Digital

Populer