Connect with us

Bisnis

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Industri makanan dan minuman di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kementerian Keuangan mencatat industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,51 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II 2026.

Pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan. Konsumen kini semakin mempertimbangkan pilihan makanan dan minuman yang dinilai lebih sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi industri makanan dan minuman di Indonesia sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terus menghadirkan inovasi.

Seiring perkembangan industri, kebutuhan terhadap bahan baku, formulasi, serta berbagai solusi yang adaptif juga semakin meningkat. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai aspek di sepanjang rantai industri makanan dan minuman, mulai dari pengembangan bahan baku hingga inovasi produk.

Advertisement

Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Ruang Kolaborasi Industri

Salah satu platform yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem tersebut adalah Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026.

Fi Asia Indonesia 2026 digelar pada 16–18 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.

Pameran ini mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat akses terhadap inovasi, memperluas jaringan, dan membuka peluang bisnis baru.

Tahun ini, Fi Asia Indonesia 2026 hadir dalam skala yang lebih besar. Jumlah area pameran meningkat dari 7 hall pada 2024 menjadi 11 hall pada 2026.

Advertisement

Perluasan tersebut memberikan ruang lebih besar bagi pelaku industri untuk bertemu, mengeksplorasi berbagai inovasi, serta membangun peluang bisnis dan kemitraan.

Fi Asia Indonesia 2026 juga memperkuat kolaborasi internasional dengan menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions. Sejumlah negara dan kawasan yang berpartisipasi, termasuk beberapa peserta baru, antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

GAPMMI Dorong Adaptasi Industri Makanan dan Minuman

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Ir. Adhi S. Lukman, mengatakan pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu diikuti kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi terhadap kebutuhan yang terus berkembang.

Menurut dia, tantangan industri tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, serta jaringan mitra yang lebih luas.

Advertisement

“Pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap kebutuhan yang semakin berkembang. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra yang lebih luas,” ujar Adhi.

Ia menilai dibutuhkan platform yang dapat mempertemukan industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih adaptif dan berdaya saing.

Adhi menambahkan, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah area khusus yang dapat membantu pelaku industri mengeksplorasi kebutuhan dan perkembangan pasar.

Salah satunya Natural Ingredients Pavilion, yang memberikan pilihan lebih luas terhadap sumber bahan baku alami dan organik.

Advertisement

Ada pula Beverage Ingredients Pavilion yang memberikan kesempatan kepada pelaku industri untuk mengeksplorasi bahan baku bagi pengembangan produk minuman.

Sementara itu, New Business Pavilion menjadi ruang bagi pelaku industri untuk menemukan berbagai solusi, bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan yang mendukung kebutuhan industri di masa mendatang.

Riset dan Teknologi Jadi Bagian Penting Pengembangan Industri

Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, mengatakan pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu diiringi penguatan inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset.

Menurutnya, pengembangan bahan baku melalui riset dapat membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Advertisement

“Riset dalam bidang pangan terutama pengembangan bahan baku membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan formulasi yang tetap memenuhi kualitas, keamanan, dan nilai gizi,” jelas Puspo.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat lahirnya inovasi di sektor pangan.

Menurut Puspo, Fi Asia Indonesia 2026 dapat menjadi ruang untuk menjembatani perkembangan pengetahuan, sains, dan hasil riset dengan kebutuhan nyata industri.

Platform tersebut juga menjadi kesempatan bagi peneliti, pemasok bahan baku, penyedia teknologi, dan pelaku industri dari Indonesia maupun berbagai negara untuk bertukar wawasan serta pengalaman.

Advertisement

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan bahan baku dan solusi yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan industri pangan ke depan.

Hadirkan Beragam Fitur Inovasi

Untuk membantu pelaku industri memahami perkembangan, tren, dan inovasi terbaru, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features.

Fitur tersebut meliputi Innovation Zone, Innovation Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching Service, serta Academic to Commercial Showcase.

Regional Portfolio Director – ASEAN Informa Markets, Ms. Rose Chitanuwat, mengatakan perkembangan industri makanan dan minuman tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan terhadap bahan baku inovatif.

Advertisement

Menurutnya, pelaku industri juga perlu memahami perkembangan tren, teknologi, serta perubahan ekspektasi konsumen.

“Perkembangan industri makanan dan minuman saat ini tidak hanya ditandai oleh kebutuhan akan bahan baku yang inovatif, tetapi juga oleh semakin beragamnya tren, teknologi, dan ekspektasi konsumen yang perlu dipahami oleh pelaku industri,” kata Rose.

Karena itu, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan berbagai special features yang dirancang untuk memberikan perspektif lebih luas mengenai perkembangan industri sekaligus menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pengunjung.

Peluang Inovasi bagi Pelaku Industri

B2B Sales Manager PT Santos Premium Krimer, Niko N. Songko, melihat berbagai special features tersebut sebagai nilai tambah bagi exhibitor maupun pelaku industri.

Advertisement

Menurut Niko, keikutsertaan dalam Fi Asia Indonesia 2026 memberikan kesempatan untuk memperkenalkan inovasi, mendapatkan insight dari sesama pelaku industri, serta melihat berbagai peluang penerapan produk dan solusi.

“Bagi kami, kesempatan untuk memperkenalkan inovasi, mendapatkan insight dari sesama pelaku industri, serta melihat berbagai peluang penerapan produk dan solusi menjadi salah satu nilai penting dari keikutsertaan kami di Fi Asia Indonesia 2026,” ujar Niko.

Ia menilai keberadaan berbagai special features juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat perkembangan industri dari perspektif yang lebih luas.

Melalui Fi Asia Indonesia 2026, seluruh pelaku dalam ekosistem makanan dan minuman diharapkan dapat menemukan inspirasi, memperluas akses terhadap inovasi dan solusi, memperkuat kolaborasi, serta membuka peluang baru bagi perkembangan industri makanan dan minuman Indonesia.

Advertisement

Mengenai Food Ingredients (Fi) Asia

Food Ingredients (Fi) Asia pertama kali diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara di Singapura pada 1997, kemudian Thailand pada 2002.

Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Food Ingredients (Fi) Asia pada 2010.

Kini, Food Ingredients (Fi) Asia berkembang menjadi salah satu platform pameran bahan dan teknologi industri makanan dan minuman di kawasan Asia.

Penyelenggaraan Fi Asia di Indonesia dan Thailand dilakukan secara bergantian sebagai bagian dari upaya mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Advertisement

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport1 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis4 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis4 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis4 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis4 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis5 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis5 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis5 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis5 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis5 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis5 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis5 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis5 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis5 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis5 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan5 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional5 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan6 jam ago

Benyamin Davnie Paparkan Prioritas RAPBD Tangsel 2027: Penanganan Banjir, Rumah Tidak Layak Huni hingga Stunting

Sport6 jam ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer