Nasional
Jelang Asian Games ke-18, Renovasi Padepokan Pencak Silat TMII Rampung

Pencak Silat untuk pertama kalinya menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Asian Games XVIII yang akan dimulai pada tanggal 18-8-2018.
Berbagai persiapan dilakukan dengan renovasi Padepokan Pencak Silat Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terpilih menjadi venue pertandingan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku Kepala Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Asian Games XVIII Basuki Hadimuljono mengatakan seluruh venue yang digunakan pada Asian Games ditargetkan selesai akhir Juni 2018.
“Seperti yang sering disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla bahwa sukses Asian Games pada intinya ada tiga, yakni sukses penyediaan venue atau infrastruktur, kedua sukses penyelenggaraan, dan ketiga sukses prestasi olahraga,” kata Menteri Basuki.
Dalam renovasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya, tantangannya adalah belum adanya standar internasional yang dikeluarkan oleh Induk Cabang Olahraga Pencak Silat Internasional untuk pertandingan Pencak Silat Internasional.
Renovasi venue cabang olahraga Pencak Silat, sebagai olahraga bela diri asli dari Indonesia tersebut, meliputi pekerjaan penyelesaian bangunan, hingga penerapan berbagai standar internasional yang diadaptasi dari venue cabang olahraga lainnya.
Perubahan yang terjadi pada venue Padepokan Pencak Silat Indonesia di TMII antara lain pada bangunan yang sebelumnya tanpa sistem tata udara, menjadi bangunan tertutup dengan sistem tata udara yang baik.
Perubahan lainnya adalah dengan menambahkan sistem tata suara dengan standar penyelenggaraan event. Selain untuk mempersiapkan pertandingan pada Asian Games ke-18, juga dimungkinkan penggunaan Padepokan Pencak Silat untuk acara lain di kemudian hari.
Perubahan utama adalah penambahan sistem pencahayaan dengan menggunakan standar broadcast yang digunakan pada venue pertandingan olahraga indoor lainnya dengan kekuatan luminansi sebesar 1.500 Lux, yang sudah menjadi standar untuk penyiaran televisi dengan kualitas high definition (HD).
“Pada masa libur cuti bersama ini, renovasi telah berhasil diselesaikan. Kami selesaikan renovasi ini sesuai target bahkan lebih cepat. Gedung sudah selesai 100% termasuk tes lampu. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan tambahan berupa perapian jalan masuk dan pengecatan gapura padepokan,” kata Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto.
Dengan renovasi yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR ini diharapkan Padepokan Pencak Silat Indonesia di TMII mampu menjadi acuan baku untuk pembangunan venue cabang olahraga Pencak Silat di Indonesia agar prestasi atlet Pencak Silat Indonesia terus meningkat dan mampu mengharumkan negara Indonesia di kancah internasional. (rls/fid)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis1 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi


































