Politik
Jika Masyarakat Tolak Politik Uang, Maka Demokrasi Tangsel Maju dan Berkembang

Tahun ini masyarakat Tangsel akan menggelar demokrasi lima tahunan. Namun masyarakat harus kompak menolak politik uang agar terpilih pemimpin yang sesuai pilihan rakyat.
Demikian pendapat konsultan politik dari Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzaman, Minggu (8/3).
“Tidak dipungkiri masyarakat Tangsel masih mengedepankan politik uang. Namun politik uang itu sebetulnya harus ditolak. Masyarakat harus kompak menolak politik uang,” ujar Veri.
Dia berkeyakinan, jika masyarakat menolak politik uang, maka Tangsel akan melahirkan pemimpin atau walikota yang betul-betul berasal dari keinginan dan sesuai harapan masyarakat.
Politik uang juga lanjut dia, akan sangat berpengaruh terhadap biaya tinggi yang harus dikeluarkan kontestan pilkada.
“Contohnya saja di Kota Tangsel ada 1800 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jika cawalkot ingin menang lalu menggunakan money politics, dan bila satu TPS dikalikan Rp 4 juta, sudah berapa cost politik yang harus dikeluarkan calon walikota,” tandasnya.
Tentu saja biaya itu sangat tinggi. Karena itu, masyarakat harus kompak menolak keras money politics. “Kalau masyarakat bisa menolak itu, kami yakin proses demokrasi di Kota Tangsel akan lebih maju dan berkembang,” pungkas Veri. (tp/kt)
Serba-Serbi5 hari agoKalender Februari 2026 Lengkap
Serba-Serbi5 hari agoKalender 2026 Pdf Free Download
Nasional5 hari agoBandara Internasional Banyuwangi Perkuat Peran sebagai Bandara Ramah Anak dan Ramah Lingkungan
Serba-Serbi5 hari agoAwal Puasa Ramadhan 1447 H Muhammadiyah Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026
Banten5 hari agoJajaran Pengurus Bank Banten RUPS Luar Biasa Tahun 2026
Banten5 hari agoKomisi V DPRD Banten dan Dindik Bahas Program Sekolah Gratis di APBD 2026
Banten5 hari agoBank Banten Kelola Penuh Keuangan BLUD RSUD Balaraja
Jabodetabek6 hari agoJakarta Madrasah Award 2026, MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Raih Penghargaan Bergengsi



















