Connect with us

Lifestyle

Kehamilan Kembar Tidak Terdeteksi, Bagaimana Bisa?

Menanti kelahiran buah hati tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap calon ibu. Namun, saat tiba waktunya bayi lahir, ibu terkejut ketika mendapati ternyata ia melahirkan sepasang bayi kembar. Padahal, selama ini sang ibu meyakini bahwa ia hanya mengandung satu anak. Bagaimana bisa kehamilan kembar tidak terdeteksi? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa yang menyebabkan kehamilan kembar tidak terdeteksi?

Meskipun saat ini kita hidup di era dengan teknologi yang mutakhir, ternyata masih ada beberapa kasus langka di mana kehamilan kembar tidak terdeteksi, baik oleh ibu dan dokter.

Hal tersebut kemungkinan besar dapat terjadi pada ibu hamil yang tinggal di daerah terpencil, kurang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memeriksakan kehamilan, atau faktor kesehatan lainnya.

Advertisement

Fasilitas dan tenaga medis yang kurang memadai

Di dunia ini, tidak semua orang bisa mendapatkan akses terhadap fasilitas dan tenaga medis yang layak. Ibu hamil mungkin tidak mengetahui apakah ia tengah mengandung dua bayi, bahkan setelah memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Menurut situs World Health Organization, sekitar 4 dari 10 wanita hamil di dunia tidak mendapatkan perawatan dan pemeriksaan semasa kehamilan. Hal ini tentunya meningkatkan risiko kesalahan dalam mendeteksi kehamilan.

Selain karena tidak adanya pusat kesehatan terdekat yang dapat dikunjungi oleh ibu hamil, ada hal-hal tertentu yang menyebabkan kehamilan kembar tidak terdeteksi. Bisa jadi diakibatkan oleh fasilitas pusat kesehatan yang tidak lengkap, atau tenaga medis mungkin kurang tepat dalam membaca hasil tes USG.

Ibu hamil enggan memeriksakan diri

Selain kurangnya fasilitas kesehatan yang tersedia, masih banyak ibu hamil yang merasa tidak butuh melakukan pemeriksaan kesehatan apapun selama kehamilan.

Advertisement

Di negara-negara berkembang, seperti di Indonesia, masih cukup banyak ibu yang tinggal di daerah yang memilih ke dukun bayi ketimbang bidan atau dokter kandungan.

Padahal pemeriksaan rutin selama kehamilan tak hanya bida mendeteksi bayi kembar atau tidak. Namun, hal ini juga penting dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin.

Menurut data World Health Organization, pemeriksaan rutin saat hamil dapat mencegah masalah saat persalinan hingga kehamatian janin saat lahir.

Bagaimana supaya kehamilan kembar bisa terdeteksi?

Kehamilan kembar yang tidak terdeteksi berpotensi mengakibatkan penanganan yang kurang tepat. Hal ini tentunya berisiko membahayakan keselamatan ibu dan bayi.

Advertisement

Jadi, pastikan Anda memilih prosedur pemeriksaan sesuai standar dan rajin berkonsultasi ke dokter, supaya kehamilan kembar dapat terdeteksi secara akurat.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu dilakukan:

USG di waktu yang tepat

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa tes ultrasonografi atau USG selalu menunjukkan hasil yang 100% akurat. Namun, sedikit yang tahu bahwa USG yang dilakukan pada masa-masa awal kehamilan (trimester pertama) belum dapat menghasilkan informasi yang tepat.

Apalagi jika dalam kasus kehamilan kembar ini. Bila Anda melakukan USG di awal trimester pertama, ukuran janin masih sangat kecil dan detak jantungnya belum begitu terdengar.

Advertisement

Maka itu, sebaiknya lakukan USG ketika kehamilan Anda memasuk trimester kedua atau setelah usia kehamilan 8 minggu. Biasanya, ketika itu detak jantung sang janin sudah lebih kencang dan bisa terdeteksi oleh gelombang USG.

Menggunakan jenis tes USG yang lebih jelas

Tes USG terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari tampilan yang dihasilkannya. Kesalahan dalam mendeteksi jumlah bayi biasanya terjadi pada tes USG 2 dimensi, di mana dokter biasanya hanya dapat melihat kandungan dari satu sisi saja.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, sebaiknya coba tes USG 3D atau 4D. Karena USG jenis ini dapat menangkap foto dengan hasil yang lebih jelas dan nyata, kemungkinan untuk kehamilan kembar tidak terdeteksi sangatlah kecil.

Rajin memeriksakan kandungan ke dokter

Jika Anda mungkin merasa bahwa Anda sedang mengandung bayi kembar, atau mungkin Anda sudah mengetahui hasilnya dari USG, pastikan Anda rutin melakukan check up ke dokter kandungan.

Advertisement

Menurut World Health Organization, pemeriksaan kesehatan saat hamil setidaknya dilakukan sebanyak 8 kali, dengan jadwal seperti berikut:

  • Kunjungan ke-1: saat kehamilan berusia 12 minggu
  • Kunjungan ke-2: saat kehamilan berusia 20 minggu
  • Kunjungan ke-3: saat kehamilan berusia 26 minggu
  • Kunjungan ke-4: saat kehamilan berusia 30 minggu
  • Kunjungan ke-5: saat kehamilan berusia 34 minggu
  • Kunjungan ke-6: saat kehamilan berusia 36 minggu
  • Kunjungan ke-7: saat kehamilan berusia 38 minggu
  • Kunjungan ke-8: saat kehamilan berusia 40 minggu

Bila memasuki minggu ke-40 tapi ibu belum ada tanda-tanda persalinan juga, sebaiknya saat minggu ke-41 periksakan diri lagi ke dokter.

Kehamilan kembar memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding kehamilan biasa. Ada kemungkinan bahwa hamil kembar bisa menimbulkan beberapa komplikasi, seperti kelahiran prematur.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Selama Anda tidak melewatkan jadwal periksa kandunga ke dokter dan selalu berkonsultasi mengenai gejala-gejala atau masalah selama kehamilan, maka bayi kembar di dalam perut Anda akan baik-baik saja.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Nasional7 jam ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer