Sebagai upaya penguatan kolaborasi pusat dan daerah, pada Jumat pagi (25/09) Tim Taskforce Kemenkes sambangi RSUD Kabupaten Tangerang selaku RS Rujukan COVID-19 di area Kabupaten Tangerang. Kunjungan dilakukan untuk mengetahui upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan COVID-19 dan juga untuk mendengarkan kondisi yang ada di lapangan. Tim Taskforce digawangi oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg Vensya Sitohang, M.Epid dan turut serta juga perwakilan dari lintas unit teknis terkait penanganan COVID-19.
Pada kesempatan tersebut Vensya mengatakan bahwa pada masa era adaptasi kebiasaan baru tidak ada kata lain selain mematuhi protokol kesehatan. Namun demikian kita juga perlu memastikan apakah masyarakat sudah benar–benar patuh dalam menjalani aspek protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena memang dengan mereka (masyarakat) patuh, nanti ujungnya yang ke arah rumah sakit yang kritis dan sebagainya itu bisa di kurangi” pungkas Vensya.
Lebih lanjut Vensya mengatakan, di level masyarakat (melalui kepatuhan pada protokol kesehatan) dan di level tenaga kesehatan perlu ada keseimbangan. Sehingga harapannya pada aspek pelayanan kesehatan, para tenaga kesehatan dan petugas medis tidak perlu merasakan kondisi yang saat ini yaitu penumpukan pasien sehingga perlu upaya dan kerja keras.
Peningkatan kapasitas pelayanan COVID-19
Berdasarkan penjelasan dari Direktur RSUD Kab. Tangerang drg Naniek Isnaini, pada awalnya perawatan pasien COVID-19 dilakukan di gedung edelweis dengan kapasitas 7 kamar dan 11 tempat tidur. Namun seiring dengan melesatnya kebutuhan perawatan pasien COVID-19, maka pihak rumah sakit berinisiatif untuk mendesain ulang beberapa sarana gedung menjadi tempat pelayanan dan rawat inap pasien COVID-19 yang memadai.
“Sehingga saat ini tersedia 62 tempat tidur (6 ICU dan 56 ruang perawatan isolasi). Rencananya minggu depan kami akan menambah menjadi 10 tempat tidur untuk ICU” terang Naniek.
Selain itu, lanjut Naniek, sebagai upaya proteksi kepada nakes dan pasien RSUD telah dilakukan berbagai hal. Dari segi proteksi nakes dengan pemberian APD sesuai standar, penyediaan penginapan, skrining PCR secara berkala hingga pemberian makanan tambahan dan vitamin.
Sementara agar pasien tetap terlindungi dari paparan COVID-19, pihak rumah sakit meberlakukan beberapa kebijakan. Diantaranya diberlakukan larangan besuk, pembatasan jumlah kunjungan rawat jalan, pemberian masker bagi pengunjung hingga pemberian masker dan pakaian dan sendal khusus bagi pasien cuci darah.
Namun disisi lain, RSUD Kabupaten Tangerang saat ini sangat membutuhkan reagen PCR, mengingat stoknya sudah makin menipis. Selain pihak rumah sakit itu juga memerlukan optiflow (sejenis alat bantu pernapasan) untuk ditempatkan di ruang ICU. Sementara untuk APD level III masih cukup tersedia.
Apresiasi Kemenkes
Upaya peningkatan pelayanan mendapatkan apresiasi dari tim Taskforce Kemenkes. Walaupun saat ini kondisi pelayanan perawatan COVID-19 RSUD Kabupaten Tangerang sudah mendekati penuh .
“Kami mengapresiasi pelayanan RSUD Kabupaten tangerang yang telah meningkatkan pelayanan COVID-19 dengan menambah kapasitas ruang perawatan. Walaupun kita pahami kapasitasnya sudah hampir 100 persen” ujar dr. Asral Hasan, Kasubdit Pelayanan Kegawatdaruratan Dit. Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes.
Selain itu Kemenkes juga mendorong pihak RSUD Kab. Tangerang agar dalam waktu dekat menambah ruang isolasi. Disisi manajemen rumah sakit juga perlu memperhatikan perlindungan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis.
“Kami mendukung upaya perlindungan kepada nakes dengan menyediakan rumah singgah. Namun juga perlu diperhatikan jam kerja nakes agar tidak terlalu di forsir dengan mengatur pembagian kerjanya” ujar Asral.
Menutup diskusi, Asral menerangkan bahwa saat ini pihaknya memiliki persediaan ventilator mobile apabila dibutuhkan dan mempersilahkan kepada pihak RSUD Kabupaten Tangerang untuk mengajukan permintaan optiflow kepada Kemenkes. (rls/fid)
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026














