Nasional
Kemenkes RI dan Inggris Jajaki Kerja Sama Penanganan Stroke

Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan melakukan pertemuan secara virtual dengan Kedutaan Besar Inggris dan Health Education England pada Kamis (23/6). Pertemuan membahas program konkrit peningkatan kapasitas SDM kesehatan, khususnya di bidang penanganan stroke.
Penjajakan ini sejalan dengan agenda transformasi SDM Kesehatan di 9 area intervensi untuk penyakit katastropik dalam rangka menurunkan beban Jaminan Kesehatan Nasional, antara lain stroke, kanker, jantung, diabetes melitus, ginjal, hati, kesehatan ibu dan anak, tuberkulosis, dan penyakit infeksi.
Kerja sama kesehatan Kemenkes RI dengan Pemerintah Inggris dimulai sejak 2 tahun lalu. MoU Kesehatan ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan Inggris pada tanggal 20 Juni 2020. Dalam rencana kerja bersama/joint action plan yang disepakati oleh kedua pihak memuat program tentang peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Program atau kegiatan kerja sama ini akan mengintegrasikan antara kebutuhan transformasi layanan primer dan layanan rujukan. Manajemen penyakit stroke dilakukan terintegrasi antara layanan primer sebagai upaya pencegahan, seperti melakukan skrining stroke oleh dokter dan perawat di Puskesmas dan integrasi layanan rujukan seperti pengembangan modul berstandar internasional penanganan stroke untuk menjadi acuan seluruh RS rujukan nasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Sugianto, MSc, PH mengatakan Health Education England telah menyusun serangkaian kegiatan beserta dengan timeline untuk implementasi kerja sama di bidang stroke. Peningkatan kapasitas SDM kesehatan melalui kerja sama RI-Inggris akan difokuskan sejalan dengan agenda transformasi SDM kesehatan di 9 area intervensi untuk penyakit katastropik untuk menurunkan beban JKN.
“Manajemen penyakit stroke harus dilakukan terintegrasi antara layanan primer sebagai upaya pencegahan, dan layanan rujukan dalam melakukan penanganan stroke yang lebih komprehensif,” katanya.
Dirut RS PON dr. Mursyid mengatakan pihaknya ingin mengusulkan kerja sama yang potensial dengan mengadakan program capacity building.
“Program capacity building untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis, gelar kedokteran, penelitian akademik, pengembangan modul standar dan pelatihan penanganan stroke, jejaring kolaboratif, penelitian kolaboratif,” ucapnya.
Direktur Poltekkes Jakarta III Kementerian Kesehatan Yupi Supartini, S.Kp, MSc mengungkapkan peningkatan kapasitas SDM kesehatan ini sejalan dengan strategi Poltekkes dalam mengadakan kelas internasional untuk studi keperawatan.
“Kami mengusulkan program untuk fokus pada pelatihan atau pertukaran dosen dan kunjungan profesor, mengembangkan pelatihan modul asuhan keperawatan stroke dan fisioterapis, serta mengembangkan kajian pengobatan stroke dengan kurikulum berstandar internasional,” kata Yupi.
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap
Nasional6 hari agoKonser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran
Banten6 hari agoUntirta Dorong Pengembangan Produk Lokal Banten untuk Ketahanan Pangan Nasional
Nasional5 hari agoMA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah
Hukum22 jam agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Hukum5 hari agoKoalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit
Sport3 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran



































