Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar bonus demografi yang puncaknya akan ada di kurang lebih tahun 2030, betul-betul bisa dimanfaatkan, dan Indonesia bisa melakukan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara besar-besaran.
“Kuncinya adalah langkah perbaikan, reformasi di pendidikan, dan pelatihan vokasi yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar para Rapat Terbatas tentang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5) siang.
Presiden menegaskan, pemerintah ingin sebuah hal yang konkret. Kepala Negara ingin agar betul-betul pelatihan itu menghasilkan SDM yang kelihatan ter-upgrade skill-nya, sehingga anggaran yang dikeluarkan betul-betul bisa bermanfaat yang konkret.
Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menaker Hanif Dhakiri, Menristekdikti M. Nasir, Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. (sk)
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport3 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional7 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport3 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga
Sport3 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional1 minggu agoLSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar








