Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tak punya konsep untuk mengatasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indikatornya, angka penurunan kemiskinan yang tidak signifikan setiap tahunnya.
“Jumlah penurunan kemiskinan di Tangsel tidak signifikan dengan jumlah APBD setiap tahunya yang sangat besar bagi Tangsel,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, Li Claudia Chandra.
Alin -sapaan Li Claudia Chandra- mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 ada sebanyak 28.730 jiwa atau sebanyak 1,76 persen. Kemudian pada 2018 terjadi penurunan sampai 1,68 persen atau sebanyak 28.212 jiwa.
“Jika melihat angka itu berarti hanya berkurang sebanyak 518 jiwa. Angka ini jelas tidak signifikan mengingat saat itu total APBD kita sebanyak Rp3,4 triliun,” tandasnya.
Maka itu, Alin medesak agar Pemkot Tangsel harus serius dan sungguh-sungguh menekan angka kemiskinan dan ketimpangan. Apalagi dengan nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 yang direncanakan Rp3,9 miliar, kata Alin, Pemkot seharusnya memiliki konsep yang jelas dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Tangsel.
Konsep yang dimaksud Alin ialah, dimana pemerintah harus mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh masyarakat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, sesuai dengan martabat kemanusiaan.
“Kami menilai bahwa pemerintah Tangsel belum memiliki konsep dalam mengatasi permasalahan kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam pengentasan kemiskinan, menekan ketimpangan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar perempuan yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Tangsel.
Peningkatan kesejahteraan sosial itu juga, menurut Alin harus sejalan pula dengan penguatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.
Dimana pemerintah harus memiliki konsep jelas dalam penguatan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil.
“Perkembangan teknologi saat ini tentunya harus menjadi alat bagi pemerintah untuk bisa meningkatkan daya saing pelaku industri kecil dan menengah, agar terhindar berbagai macam gangguan ekonomi. Dan juga pemerintah harus memiliki strategi jelas menghadapi gangguan itu guna memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Alin juga menyinggung soal transparansi pemerintah dalam penyusunan anggaran. Menurutnya semuanya harus tersampaikan secara transparan kepada masyarakat.
“Kami dari Fraksi Gerindra akan mengawal ketat penyusunan anggaran untuk dijalankan di 2020 nanti. Karena bagi kami peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat adalah segalanya,” pungkasnya. (plp)
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Nasional1 minggu agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober
Sport1 minggu agoDramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2
Sport1 minggu agoHasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama











