Connect with us

Lifestyle

Makanan Dengan Indeks Glikemik Rendah, Apa Artinya?

Pernahkah Anda mendengar indeks glikemik pada makanan? Sebagian besar orang termasuk Anda mungkin masih asing dengan istilah ini. Sebenarnya, indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan seberapa cepat makanan yang Anda makan diubah menjadi glukosa, yaitu cikal bakal energi.

Nah, indeks glikemik (IG) ini memengaruhi kestabilan gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah lebih baik bagi gula darah dibanding dengan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Namun, apa itu makanan dengan indeks glikemik rendah? Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu makanan dengan indeks glikemik rendah?

Untuk kelangsungan hidup, tubuh memerlukan energi dari makanan, paling utama berasal dari karbohidrat. Setiap kali Anda mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat, molekul dalam makanan dipecah menjadi glukosa dan akan merangsang pelepasan hormon insulin dari pankreas.

Setelah itu, glukosa yang ada di dalam darah dikirim ke berbagai sel, disimpan pada otot menjadi glikogen, atau disimpan pada sel lemak sebagai energi nantinya. Pada proses ini akan ada perubahan pada kadar gula darah dan hormon insulin dalam tubuh.

Advertisement

Makanan yang mengandung karbohidrat memiliki indeks glikemik yang berbeda-beda, yaitu, indeks glikemik tinggi, sedang, dan juga rendah. Indeks glikemik ini ditandai dengan angka dari 1 sampai 100.

Semakin tinggi indeks glikemik, berarti proses diubahnya makanan menjadi glukosa (gula darah) menjadi sangat cepat, begitu pula sebaliknya.

Makanan dengan IG rendah memiliki angka di bawah 55. Artinya, angka tersebut menunjukkan bahwa karbohidrat dalam makanan lebih lambat dipecah menjadi glukosa sehingga kadar gula darah hanya mengalami sedikit peningkatan dan terjadi secara bertahap.

Memilih makanan dengan IG rendah dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak tinggi dengan cepat dan tingkat insulin yang terus meninggi. Melakukan diet dengan mengonsumsi makanan ini berarti menghindari Anda dari berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.

Advertisement

dengan IG rendah memiliki angka dibawah 55. Artinya, angka  tersebut menunjukkan bahwa karbohirat dalam makanan lebih lambat dipecah menjadi glukosa sehingga setelah konsumsi makanan tersebut, kadar gula darah hanya mengalami sedikit peningkatan dan terjadi secara bertahap.

Memilih makanan dengan IG rendah dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak tinggi dengan cepat dan tingkat insulin yang terus meninggi. Melakukan diet dengan mengonsumsi makanan ini berarti menghindari Anda dari berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.

Apa saja makanan yang memiliki indeks glikemik rendah?

Makanan dengan indeks glikemik rendah biasanya mengandung serat tinggi, mengandung sedikit gula atau tanpa gula, dan hanya mengalami sedikit proses. Dilansir dari Dr. Axe, secara garis besar ada dua klasifikasi karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana (mengandung satu atau dua gula sederhana, seperti fruktosa atau suktosa) dan karbohidrat kompleks (terdiri dari rantai panjang gula sederhana, yaitu glukosa).

Advertisement

Selain itu, makanan rendah glikemik juga dipengaruhi oleh kepadatan nutrisinya, beberapa di antaranya:

  • Hampir semua sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, selada, atau sawi dengan nilai IG rendah, yaitu 1 sampai 7.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian dengan nilai IG sekitar 1 sampai 17, seperti kacang kedelai, gandum utuh, beras merah, oatmeal, kacang almond, walnut, atau biji labu. Sekarang ini banyak makanan camilan yang dibuat dari kacang-kacangan, terutama kedelai. Selain rendah glikemik, camilan tersebut juga dapat menunda lapar sehingga cocok untuk mengendalikan berat badan.
  • Buah segar dengan IG sekitar 4 sampai 14, seperti apel, buah beri, ceri, lemon, dan jeruk.
  • Lemak sehat dengan IG 0 karena sama sekali tidak mengandung karbohidrat, seperti minyak zaitun, minyak almond, dan buah alpukat.

Walaupun makanan yang sudah disebutkan indeks glikemik rendah, kandungannya bisa saja berubah. Beberapa faktornya adalah proses pengolahan (dimasak, dipanggang, digoreng) dan juga kematangan makanan, terutama pada buah.

Artikel Berjudul ” Makanan Dengan Indeks Glikemik Rendah, Apa Artinya? ” Bersumber dari Situs Hello Sehat.

Source

Advertisement
Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer