Connect with us

Lifestyle

Memahami Kolesistektomi, Saat Kantong Empedu Diambil Melalui Operasi

Setiap tubuh manusia menghasilkan empedu yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan serta lemak. Sayangnya, aliran empedu di dalam tubuh tidak selamanya berjalan mulus. Adanya batu empedu yang terbentuk di dalam kantong empedu bisa menghambat kerja cairan tersebut. Kalau sudah begini, salah satu cara yang bisa dilakukan yakni melalui proses operasi. Kolesistektomi adalah operasi pengangkatan kantong empedu yang bermasalah.

Penasaran mengenai informasi lengkap seputar operasi ini? Berikut penjelasanya.

Kolesistektomi adalah prosedur operasi kantong empedu

kolostomi adalah

Kantong empedu adalah organ kecil yang terletak di perut bagian kanan atas, tepatnya di bawah organ hati. Normalnya, kantong empedu bertugas untuk menyimpan cairan empedu yang telah diproduksi oleh hati.

Advertisement

Selanjutnya, segala proses pencernaan serta pemecahan lemak merupakan bagian dari fungsi empedu, yang sudah dilepaskan dari kantong empedu sebagai tempat penyimpanannya. Meski kelihatannya lancar, tapi aliran normal empedu bisa saja terganggu karena adanya sumbatan batu empedu.

Jika tidak segera diatasi, penyumbatan batu empedu bisa membuat pengidapnya kerap mengeluhkan rasa sakit atau tidak nyaman di perut bagian kanan atas. Ketika kantong empedu tidak lagi berfungsi semestinya, bahkan sampai menimbulkan rasa sakit, dokter mungkin menyarankan agar melakukan operasi kolesistektomi.

Kolesistektomi adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat kantong empedu guna mengatasi masalah pada organ tubuh ini. Namun jangan khawatir, karena cairan empedu bisa tetap menjalankan fungsinya dengan baik meski tanpa adanya kantong empedu.

Karena organ hati masih akan memproduksi cairan ini, tapi tidak “singgah” atau disimpan terlebih dahulu di dalam kantong empedu. Artinya, cairan empedu yang dikeluarkan hati akan langsung digunakan oleh tubuh.

Advertisement

Bagaimana prosedur operasi kolesistektomi berlangsung?

Ada dua pilihan cara pada operasi kolesistektomi, meliputi:

1. Operasi kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Sumber: Science Photo Library

Operasi kolesistektomi terbuka adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan cukup besar, yakni sekitar 5-7 inci pada perut. Dokter biasanya akan merekomendasikan operasi ini bila Anda memiliki beberapa kondisi khusus.

Misalnya mengalami masalah kantong empedu yang terbilang parah, gangguan perdarahan, kelebihan berat badan, atau sedang berada di trimester akhir kehamilan. Pernah memiliki jaringan parut maupun komplikasi lainnya sebelumnya dari operasi di area perut.

2. Operasi kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholescystectomy)

Sumber: Elawoman

Operasi kolesistektomi dengan metode laparoskpi adalah menggunakan bantuan dari kamera berukuran kecil dan alat bedah khusus. Dokter memasukkan kamera tersebut ke dalam perut dengan membuat empat buah sayatan kecil, sehingga kemudian bisa dengan mudah dilihat melalui monitor guna mengangkat kantong empedu.

Kedua jenis operasi kolesistektomi ini melibatkan pemberian anestesi atau obat bius sebelumnya. Jadi, jangan cemas karena Anda akan sepenuhnya tidak sadarkan diri, sehingga sama sekali tidak merasakan sakit.

Bagaimana proses pemulihan setelah operasi kolesistektomi?

kentut setelah operasi

kentut setelah operasi

Usai menjalani semua rangkaian operasi pengangkatan kantong empedu, selanjutnya Anda akan menjalani masa pemulihan tergantung dari jenis operasi yang dilakukan.

Advertisement

Operasi kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Waktu pemulihan pada operasi kolesistektomi terbuka cenderung agak lama. Biasanya, Anda diminta untuk berada di rumah sakit selama 3-5 hari setelah operasi selesai.

Bukan hanya itu, masa pemulihan total juga membutuhkan waktu cukup lama, yakni sekitar 6-8 minggu sampai Anda bisa benar-benar beraktivitas kembali.

Hal ini dikarenakan operasi kolesistektomi terbuka adalah prosedur pembedahan yang melibatkan sayatan cukup besar, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama sampai sembuh total.

Operasi kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholescystectomy)

Ketimbang operasi kolesistektomi terbuka, operasi dengan metode laparoskopi adalah prosedur yang tidak memakan banyak waktu pemulihan. Setelah prosedur ini dilakukan, hanya dibutuhkan 1-2 hari untuk tetap berada di rumah sakit.

Advertisement

Setelah itu, dokter bisanya akan menganjurkan Anda untuk tidak melakukan aktivitas berat dulu selama kurang lebih 2 minggu. Pasalnya, rasa sakit pada operasi kolesistektomi dengan laparoskopi umumnya jauh lebih ringan daripada operasi terbuka.

Adakah risiko di balik operasi kolesistektomi?

obat sakit perut

obat sakit perut

Operasi kolesistektomi sebenarnya adalah prosedur yang terbilang aman untuk dilakukan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada sedikit kemungkinan risiko yang mengintai, seperti:

  • Penggumpalan darah
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Kebocoran empedu
  • Cedera pada organ atau jaringan di dekatnya, seperti hati, saluran empedu, dan usus kecil
  • Pembengkakan
  • Kerusakan pada pembuluh darah di sekitarnya
  • Pneumonia
  • Masalah jantung

Meski begitu, penting untuk tetap mengobati penyumbatan cairan empedu akibat adanya batu empedu. Sebab jika tidak segera diatasi, batu empedu bisa menimbulkan masalah kesehatan lainnya yang lebih serius.

Mulai dari peradangan kantong empedu (cholecystitis), peradangan pancreas (pankreatitis), atau peradangan pada saluran empedu (cholangitis).

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Nasional5 jam ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport2 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer