Connect with us

Lifestyle

Mengupas Mitos dan Fakta Seputar Sembelit

Banyak anggapan yang beredar di masyarakat seputar sembelit, beberapa di antaranya bisa berupa mitos, meski ada pula fakta. Sebagian orang mungkin percaya pernyataan yang beredar terkait penyebab susah BAB (sembelit) atau cara mengobatinya. Padahal apa yang mereka percayai belum tentu bisa jadi jawaban atas pertanyaan mengenai sembelit itu sendiri.

Faktor umum penyebab susah BAB

Susah BAB atau sembelit bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya juga dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya dehidrasi. Terlalu banyak makan dan kurang minum juga biasanya menyebabkan feses, atau dikenal juga dengan sebutan tinja, menjadi lebih keras.

Susah BAB juga mungkin terjadi kepada orang dengan pola makan yang kurang teratur. Misalnya, jarang sarapan dan baru mulai makan pada siang hari. Padahal, sarapan pagi diperlukan untuk memicu usus berkontraksi demi melancarkan BAB.

Advertisement

Adapun faktor olahraga, kurang makan makanan berserat, dan terlalu banyak konsumsi produk susu juga dapat memicu terjadinya susah BAB.

Mengetahui mitos dan fakta sembelit

Bila susah BAB melanda, beberapa orang akan langsung mencari cara melancarkan BAB dengan minum banyak air dan makan serat. Padahal cara itu belum tentu bisa mengobati sembelit. Selain kedua hal tersebut, masih ada info-info seputar sembelit yang perlu Anda ketahui kebenarannya.

Berikut adalah mitos dan fakta seputar susah BAB yang sering beredar di masyarakat.

1. Banyak minum air bisa sembuhkan susah BAB

Pernyataan ini mitos. Minum banyak air bukanlah salah satu cara untuk menyembuhkan susah BAB. Minum banyak air hanya dapat mencegahnya. Air berfungsi melunakkan feses, sehingga memudahkan buang air besar atau BAB.

Advertisement

Susah BAB terjadi karena feses menjadi keras, tersumbat, dan menumpuk. Ketika seseorang minum banyak air dengan anggapan bisa menyembuhkan sembelit, air hanya memberikan efek kembung. Air memang akan diserap oleh usus dan dibuang melalui urine atau air seni.

Dalam keadaan susah BAB, saya menganjurkan untuk menambahkan 2-4 gelas air putih dari porsi biasanya untuk menghindari dehidrasi.

2. Makan makanan berserat bisa mengobati susah BAB

Mitos, sama seperti air, makanan berserat berkontribusi untuk melancarkan sistem pencernaan dan BAB, bukan mengobati sembelit. Konsumsi makanan berserat bukanlah cara menyembuhkan, melainkan mencegah susah BAB agar tidak sampai terjadi.

Ketika seseorang susah BAB dan makan banyak serat memang dapat melancarkan sistem pencernaan. Namun, makan terlalu banyak serat justru dapat menimbulkan efek penumpukan feses yang sudah tersumbat. Cara mengobati susah BAB sebenarnya adalah dengan minum obat pencahar.

Advertisement

3. Minum kopi bisa mengatasi sembelit

Pernyataan ini mitos. Kopi mengandung kafein dan tidak memiliki efek melancarkan pencernaan. Susah BAB bisa disembuhkan dengan obat pencahar yang dapat merangsang gerakan saluran cerna sehingga BAB jadi lancar.

Kafein tidak membuat usus menjadi aktif bergerak. Kafein justru membuat lambung yang sudah asam menjadi lebih asam. Ketika larutan asam itu masuk ke pencernaan, usus bisa teriritasi, apalagi saat perut kosong. Dampaknya, daya serap usus menjadi berkurang lagi karena dindingnya teriritasi oleh zat yang terlalu asam.

Kopi hanya berdampak pada kenaikan asam lambung dan iritasi usus. Kopi bukan jawaban untuk meringankan gejala susah BAB.

4. Susah BAB disebabkan oleh faktor usia

Fakta. Susah BAB memang bisa disebabkan oleh faktor usia. Ketika usia semakin tua, saluran cerna sudah tidak selentur saat usia Anda masih muda.

Advertisement

Terlebih, orang dengan usia lanjut cenderung jarang berolahraga. Olahraga menjadi faktor penting untuk menjaga kelenturan usus untuk melakukan gerakan peristaltik.

Oleh karenanya, usus jadi kurang lentur atau elastis di usia lanjut sehingga tak jarang orang lanjut usia mengalami susah BAB.

5. Sembelit disebabkan oleh stres

Ini juga fakta. Kondisi susah BAB bisa disebabkan oleh stres. Stres dapat memengaruhi kerja sistem saraf pusat dengan cara menyebabkan kondisi depressed atau “tertekan”. Hal ini menghambat sistem saraf pusat untuk dapat bekerja secara optimal.

Usus dikontrol secara parasimpatis (tidak disadari oleh pikiran kita) melalui sistem saraf pusat. Dalam kondisi stres, kerja peristaltik usus jadi tidak optimal karena adanya gangguan di sistem saraf pusat. Dengan begitu, gerakan usus untuk meremas-remas makanan dan mendorongnya hingga menjadi feses tidak bekerja dengan baik. Inilah yang memicu kondisi susah BAB.

Advertisement

Cara meringankan gejala susah BAB

Susah BAB atau sembelit dapat menyebabkan nyeri di perut. Bila Anda tidak BAB lebih dari 3 hari dan perut terasa kembung, itu bisa menjadi tanda gejala sembelit. Jika sudah demikian, jangan mencari alternatif lain seperti makan pisang, pepaya, atau minum air yang banyak, yang sebenarnya hanya mitos untuk mengatasi sembelit.

Jangan pula menunda pengobatan untuk masalah susah BAB. Menundanya dapat menyebabkan komplikasi, seperti sumbatan usus, wasir, dan radang usus.

Selain memeriksakan kondisi tersebut ke dokter, Anda juga boleh mengonsumsi obat pencahar yang dijual bebas dengan kandungan bisacodyl. Bisacodyl merupakan agen stimulan yang merangsang gerakan usus untuk berkontraksi lebih aktif dan melancarkan BAB.

Konsumsi obat pencahar ditambah dengan makan makanan berserat juga disarankan, sehingga obat dapat bekerja optimal untuk menyembuhkan susah BAB.

Advertisement

Source

Sport18 jam ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport18 jam ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport18 jam ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport18 jam ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional2 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan2 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan3 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan3 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan5 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan5 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional5 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional5 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional6 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional6 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport3 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Nasional7 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport3 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Nasional3 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Populer