Kabartangsel.com — Sebanyak 50 orang pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendatangai kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daeran (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kedatangan pelaku IKM meminta pemda dan dewan menggunakan seluruh produk IKM dalam semua kegiatan pemerintahan.
Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah, Djaka Badranaya mengatakan, UIN Ciputat hanya memfasilitasi keinginan pelaku IKM agar dewan dan pemkot Tangsel menggunakan produk IKM, mengingat anggaran biaya langsung untuk makan dan minum dikegiatan pemerintah daerah cukup besar.
“Ini merupakan komitmen dari perguruan tinggi yang bekerja sama dengan masyarakat dalam hal ini pelaku UMKM. Kita juga melakukan work shop, dari sana muncul aspirasi untuk memperkuat UKM di Tangsel,” ujarnya ketika ditemui, Rabu (13/12) dalam rangka Audensi pelaku IKM .
Djaka menjelaskan, dari 23 ribu pelaku UMKM yang terdapat pada Dinas Koperasi, seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pelaku IKM, karena IKM di Tangsel sudah dapat mensejahterakan warga Tangsel. ia menilai selama ini pelaku IKM sudah berjuang, namun masih banyak kekurangan. Antara lain pada izin administrasi, pemasaran dan permodalan.
Bedasarkan Produk Domestik Regional Bruto Tangsel, peredaran uang di Tangsel sebesar Rp 60 Triliun pada tahun 2016 dengan jumlah penduduk sebanyak 1,6 juta jiwa yang merupakan pasar bagi UKM.
“Pertanyaannya uang yang beredar di Tangsel sebesar Rp 60 Triliun dengan pangsa pasar 1,6 juta penduduk apakah mengalir ke UMKM. oleh karena itu mereka berusaha untuk mendapatkan pasar itu,” tambahnya sembari disambut riuh tepuk tangan pelaku IKM.
Koordinator pelaku UKM Tangsel, Djaini bin Mursin mengharapkan, tujuan dari pertemuan tersebut adalah menjadikan induatri lokal berjaya didalam negara sendiri. Sehingga kegiatan yang mengunakan makan dan minum dapat menggunakan produk IKM.
“Walaupun pernah dilakukan produk UKM, tapi belum terakomodir semua, sehingga produk UKM yang hadir hari ini dapat dimanfaatkan dalam kegiatan makan dan minum dj DPRD,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengharapkan agar wakil rakyat mendorong pemerintah agar dapat memajukan IKM, terlebih jika ada perda yang mewajibkan penggunaan produk IKM disemua kegiatan.
“Paling tidak ada kebijakan yang berpihak kepada pelaku IKM di Tangsel,” tambahnya.
Ketua DPRD Tangsel Mohamad Ramlie menjelaskan dari dasar pembentukan Undang-Undang 51 tahun 2008 tentang pembentukan kota Tangsel, ada upaya pemerintah untuk mensejahterakan pelaku UKM. ia juga sempat menceritakan pengalamannya 8 bulan lalu harus ke Jakarta Selatan untuk menikmati bir pletok.
“Kegiatan hari ini langsung kita tanggapi. Saya sangat tertarik nanti di DPRD makan, minim dan snacknya dari UMKM itu bagus, karena kami kan wakil rakyat,” ucapnya.
Untuk merealisasikan hal itu, ia meminta kepada staf protoker Setwan untuk menggunakan produk UMKM dikegiatan makan dan minum, sehingga dapat menghidupakan UKM. Bahkan ia akan mendorong Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany untuk mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah makan dan minumnya menggunakan produk UKM Tangsel.
“Dalam kebijakan, kami selalu mendukung pemerintah kota dalam hal menghidupkan UMKM. Nanti kan kalau UMKM jalan masuk APBD, itu kan bagus,” tambahnya seraya meminta pelaku IKM melengkapi persyaratan administrasi untuk masuk ke Setwan.
Lebih lanjut agar dapat menikmati langsung produk UMKM, ia akan meminta pemkot mendirikan pusat oleh oleh kota Tangsel, sehingga produk UKM dapat menjadi buah tangan bagi orang yang berkunjung ke Tansel.
“Kita dorong itu, karena saya kalau kemana mana pasti beli oleh oleh. Nanti kita juga kepingin orang Banjarmasin pulang bawa bor pletok,”tambah laki laki yang akrap disapa Haji Abi.
Anggota komisi III DPRD Muhamad Azis mengatakan, sejatinya kantor partai Golkar sudah menggunakan produk UKM. Bahkan, sebagai sarana promosi ia meminta setwan menyediakan lemari pendingin dan etalase untuk menampilkan UKM Tangsel yang akan ditempatkan di DPRD.
“Saya minta nanti di tahun 2018 itu sudah ada di Setwan. isinya produk UMKM made in Tangsel. nanti untuk cendramata akan ditaruh di dalamnya,” pungkas anggota dewan dari fraksi Golkar ini seraya meminta agar pelaku IKM menjaga rasa, kualitas dan kebersihan. (hs/fid)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak
Nasional4 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27
Sport4 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Sport2 minggu agoPersijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”














