Pemerintahan
Pemerintahan Kota Tangsel Tetap Berjalan Normal
Kisruh yang melanda Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penangkapan Akil Mochtar selaku orang nomor satu di lembaga tinggi negara itu, dianggap tidak berpengaruh ke Tangerang selatan (Tangsel).
Roda pemerintahan di Tangsel tetap dapat berjalan seperti biasa, karena tidak melibatkan langsung pejabat tinggi daerah setempat.
Demikian disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dedi Rafidi, Minggu (6/10/2013).
Menurut Dedi, sejumlah orang yang tersandung masalah hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus Ketua MK, tidak melibatkan pejabat tinggi daerah Kota Tangsel.
Termasuk dua orang sipil yang terlibat, S berprofesi sebagai pengacara dan TCW (suami Walikota Tangsel) berprofesi sebagai pengusaha.
“Yang berperkara kan profesinya. Bukan birokrat Tangsel, hanya sebagai pengusaha aja. Itu pesan yang disampaikan Ibu Walikota (Airin Rachmi Diany) kepada saya untuk disampaikan ke masyarakat,” kata Dedi.
Menurut Dedi, daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini tengah bersiap-siap merayakan Hari Ulang Tahun ke-5 yang jatuh pada akhir November mendatang.
“Seluruh aparatur Pamong Praja di Kota Tangsel akan terus bekerja maksimal untuk melayani masyarakat. Sebaliknya, masyarakat jangan terprovokasi,” ujar Dedi.(yud/kbr6)
Sport1 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport1 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Nasional2 minggu agoMutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Sport2 minggu agoRanking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sport4 hari agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Tangerang Selatan2 minggu agoRaker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran
Sport2 minggu agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Pemerintahan2 minggu agoProgram Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi




































