Connect with us

Lifestyle

Penyakit Jantung Keturunan Bisa Dicegah Risikonya Lewat 3 Langkah Ini

Apakah ayah Anda pernah terkena stroke? Atau, ibu Anda yang punya penyakit jantung? Apakah kakek atau nenek Anda yang justru pernah terkena serangan jantung? Jika jawabannya adalah “ya” untuk salah satu pertanyaan di atas (atau mungkin lebih), besar kemungkinannya Anda memiliki penyakit jantung keturunan.

Namun, Anda tidak usah khawatir. Baca terus artikel ini untuk cari tahu cara menghindari terkena penyakit jantung jika Anda memang memiliki “bakat”nya.

Risiko penyakit jantung akibat keturunan lebih tinggi pada orang-orang yang gaya hidupnya tidak sehat

Sama seperti karakteristik fisik, risiko penyakit jantung juga bisa diwariskan dari kedua orangtua Anda. Ada banyak jenis penyakit jantung berbeda yang dapat diwariskan dalam silsilah keluarga. Misalnya saja aritmia, kelainan katup jantung, serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.

Advertisement

Risiko Anda untuk mengalami penyakit jantung jika punya gen keturunan bisa lebih tinggi daripada orang lain yang hanya menjalani gaya hidup buruk saja, tapi tidak mewarisi gen pemicu penyakit jantung dari orangtua atau kakek-neneknya.

Terlebih, kemunculan penyakit tersebut bisa terjadi lebih cepat jika Anda punya keturunan penyakit jantung DAN juga menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan makan makanan berlemak dan kurang olahraga. Ditambah lagi, sejumlah faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi dan hipertensi, juga sangat terkait dengan riwayat kesehatan keluarga.

Lantas, bagaimana cara mencegah risiko penyakit jantung keturunan?

Bagi orang-orang yang punya “bakat” penyakit jantung kunci untuk mencegahnya adalah dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, beber spesialis kardiovaskuler, Dr. Vito A. Damay, SpJP(K), M.Kes FIHA FICA, yang juga sekaligus menjadi presenter acara kesehatan di TV nasional.

“Jika orangtua memang punya penyakit jantung, sebenarnya peluang Anda untuk kena penyakit jantung bisa lebih rendah jika terbiasa hidup sehat,” ungkap dr. Vito, ketika diwawancarai oleh tim Hello Sehat di Sudirman, Jumat (28/9). Bahkan, disiplin menjalani pola hidup sehat sedini mungkin dapat mencegah peluang Anda terkena penyakit jantung di kemudian hari.

Advertisement

Namun, apa saja langkah yang harus ditempuh agar hidup tetap sehat dan jauh dari risiko penyakit jantung?

1. Makan makanan yang sehat untuk jantung

Jika Anda punya keturunan penyakit jantung, Anda harus perhatikan baik-baik apa yang Anda makan dan minum setiap hari. Pada umumnya, Anda harus mulai mengurangi asupan makanan tinggi garam, makanan berlemak, makanan berminyak, berkolesterol tinggi, makanan dan minuman manis, hingga makanan dan minuman prosesan yang berpengawet.

Sebagai gantinya, perbanyak makan buah dan sayuran segar serta kacang dan biji-bijian. Juga, pilihlah sumber makanan berprotein tanpa lemak dan makanan yang tinggi omega-3 seperti ikan salmon dan tuna.

Bingung mau mulai dari mana? Ikuti panduan diet Mediteriania yang dinobatkan sebagai diet paling sehat bagi jantung.

Advertisement

2. Olahraga rutin untuk jaga berat badan

Orang yang gemuk atau kelebihan berat badan berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit jantung, khususnya serangan jantung. Pasalnya, tumpukan lemak akan menghambat kerja jantung untuk mengalirkan darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung.

Ditambah lagi, sementara beban kerja jantung bertambah tapi kemampuan meremasnya akan berkurang. Pada akhirnya, jantung tidak dapat mengeluarkan darah pada tiap detak jantung. Saat darah mulai menggenang di jantung, Anda dapat mengalami gagal jantung kongestif.

Untuk mengecek apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal atau malah berisiko obesitas, hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh Hello Sehat atau di bit.ly/indeksmassatubuh. Jika skor BMI Anda sama dengan atau melampaui 30, ini menandakan masalah berat badan serius. Segera konsultasi ke dokter untuk membuat rencana olahraga yang efektif demi menurunkan berat badan.

3. Rutin cek kesehatan

Lebih lanjut dr. Vito menekankan pentingnya cek kesehatan (medical checkup) rutin untuk mendeteksi risiko penyakit jantung keturunan. Segera skrining kesehatan di rumah sakit terdekat mulai dari usia 20 tahun.

Advertisement

Beragam tes kesehatan jantung di rumah sakit yang perlu dijalani oleh orang-orang yang punya “bakat” penyakit jantung adalah cek tensi, EKG jantung, rontgen jantung, dan USG Jantung. Selain itu, Anda mungkin juga perlu menjalani treadmill test sembari dipasangkan EKG jantung untuk memeriksa kondisi jantung saat sedang “dipaksa” beraktivitas fisik, hingga katerisasi jantung untuk mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan arteri jantung.

Jika ternyata hasil medical checkup normal atau risiko Anda rendah, Anda bisa kembali melakukan skrining maksimal 5 tahun kemudian. Namun bagi Anda yang termasuk orang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung karena keturunan, cek lagi keseluruhan kondisi kesehatan Anda dalam 6 minggu hingga 3 bulan setelahnya.

Jangan lupa juga untuk cek kadar kolesterol dan hipertensi per 3 bulan sekali semenjak medical check up pertama untuk melihat apakah ada perbedaan setelah menjalani gaya hidup sehat dan minum obat-obatan (jika sudah diresepkan oleh dokter). Secara umum, skrining kesehatan lanjutan untuk Anda yang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung keturunan adalah tiap 1-2 tahun sekali.

Pada intinya untuk mencegah risiko penyakit jantung turunan adalah dengan gaya hidup sehat. “Jangan merokok dan jangan sampai kegemukan agar tidak sampai kena diabetes, hipertensi, juga kolesterol tinggi.” tandas dr. Vito. Semua itu adalah faktor-faktor yang dapat mempercepat atau meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan12 menit ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan16 menit ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport2 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport3 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional5 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Populer