Connect with us

Lifestyle

Perhatikan, Ini Gejala Hiperakusis Pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Suara kipas angin, obrolan teman, hingga denting jam mungkin terdengar biasa dan dapat ditolerir oleh telinga Anda. Namun, anak dengan telinga sangat sensitif mungkin mengganggap bunyi tersebut sangat mengganggu. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis hiperakusis. Penasaran bagaimana gejala hiperakusis pada anak? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Gejala hiperkusis pada anak yang perlu Anda perhatikan

Hiperakusis adalah kondisi langka yang terjadi karena telinga sangat peka terhadap suara. Biasanya, hiperakusis terjadi akibat cedera kepala atau terkena suara keras. Namun, beberapa dengan kondisi juga dikaitkan dengan kondisi tersebut, seperti sindrom Williams, tinitus (telinga berdenging), dan penyakit Meniere.

Kondisi telinga super sensitif ini dapat menyerang segala usia. Hanya saja lebih umum terjadi pada anak-anak. Sayangnya, hiperakusis pada anak cukup sulit untuk didiagnosis. Sebab gejala tidak hanya ditunjukkan secara fisik, tapi juga perilaku.

Advertisement

Masalah pendengaran ini dapat menggangu aktivitas sehari-sehari anak. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan kualitas hidupnya di masa depan akan memburuk.  Supaya lebih mudah diwaspadai, perhatikan beberapa gejala hiperkusis pada anak, seperti:

Gejala fisik

Bagi orang dengan pendengaran yang normal, bunyi mesin cuci, mesin vakum, atau tawa anak-anak tidak akan mengganggu. Responsnya akan berbeda pada anak yang peka dengan suara. Mungkin mereka akan menunjukkan gejala hiperakusis secara fisik seperti:

  • Hiperakusis dapat menimbulkan ketidaknyaman bahkan rasa sakit. Ini membuat anak-anak mungkin sering mengeluh kesakitan di area kuping atau terlihat terus-menerus memegangi telinga.
  • Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan membuat anak menutupi tangannya di telinga atau menjauh dari sumber suara.
  • Anak terlihat kaget saat mendengar suara tersebut pertama kalinya

Gejala perilaku

Jika hiperakusis terjadi pada bayi, tentu ia tidak bisa pergi menjauhi sumber suara yang mengganggu atau mengeluh. Begitu pun anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dengan baik sehingga membuat Anda sulit menangkap maksud perkataannya. Pada situasi ini si kecil, gejala hiperakusis pada anak akan merubah perilakunya, seperti:

  • Tiba-tiba berteriak, menangis, atau tantrum
  • Merasa ketakutan, cemas, dan depresi
  • Tiba-tiba tepuk tangan, berlari, dan bersembunyi
  • Menolak untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti berangkat ke sekolah karena tidak merasa tenang di kelas atau datang ke pesta yang ramai dengan kembang api atau suara obrolan yang mengganggu

Bagaimana merawat hiperakusis pada anak?

Kondisi yang mengganggu aktivitas anak ini bisa diatasi dengan menjalani perawatan dokter. Perawatan ini meliputi terapi konseling untuk mengurangi kepekaan telinga anak. Terapi ini berjalan selama tiga bulan sampai dua tahun. Anak akan diberi generator suara yang harus dipakai setiap hari. Alat ini akan memainkan suara lembut dan juga kebisingan. Ini akan mengurangi gejala hiperakusis yang terjadi pada anak.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua dalam merawat si kecil yang memiliki hiperakusis. Beri tahu kondisi anak pada pihak sekolah dan orang-orang di sekitar anak.

Hindari kebiasaan anak untuk menutup telinga dengan tangan, bantal, atau benda apa pun saat gejalanya muncul. Menutup telinga akan meningkatkan sensitivitas telinganya sehingga dapat memperparah gejala hiperakusis pada anak. Cara terbaiknya adalah memindahkan anak untuk menjauhi sumber suara dan menenangkannya. Latih anak untuk terbiasa mendengarkan benda atau peralatan di sekitarnya yang mengeluarkan suara lewat permainan.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional2 jam ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport4 jam ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport5 jam ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport11 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport22 jam ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport1 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport1 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport1 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional3 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional3 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional3 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer