Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, Solopos.com yang berada di lokasi kejadian menyatakan suara yang terdengar seperti tembakan bukan dari tembakan polisi namun suara tersebut bersumber dari petugas kepolisian yang memukul tameng. Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Ade Safri Simanjuntak turut menegaskan hal serupa, yakni tidak ada tembakan dari petugas kepolisian dan pembubaran aksi sudah sesuai teknis operasional.
Selengkapnya pada penjelasan!
= = = = =
KATEGORI: Konten yang Menyesatkan
= = = = =
SUMBER: Facebook
https://archive.vn/j1EeG

= = = = =
NARASI:
“Gaak panteesss…
Digajih pake uang Rakyat kok kerjanya nakut2in Rakyat coba cari sensasi itu yg kreatif dikit napa.. 🤔
OVER ACTING Solo kemarin..,polisi pake nembak” utk bubarkan aksi kemarin. Karena Gibran sdh bilang..akan copot semuanya pimpinan kepolisian di Solo jika selama dia jadi walikota ada yg lakukan aksi demo. Gibran haramkan aksi demo apapun di Solo.”
= = = = =
PENJELASAN:
Akun bernama Masitoh Januar Ali memposting sebuah video situasi saat aksi bela Palestina di Solo. Situasi saat itu terdengar suara yang diklaim suara tembakan dari polisi. Dalam postingan juga terdapat narasi bahwa tembakan dari polisi tersebut bertujuan untuk membubarkan aksi.
Setelah ditelusuri, melansir dari solopos.com yang berada di lokasi, suara itu bukan tembakan melainkan suara petugas kepolisian memukul tameng atau shield yang mereka bawa. Untuk membubarkan massa polisi membuat suara-suara seperti knalpot motor yang digas berulang kali sampai akhirnya peserta aksi yang dilakukan pada Jumat 21 Mei 2021 mundur ke arah barat.
Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Kombespol Ade Safri Simanjuntak saat dikonfirmasi oleh Kompas juga menjelaskan bahwa tidak ada tembakan saat membubarkan aksi bela Palestina di Solo dan proses pembubaran aksi sudah sesuai teknis operasional.
“Itu sudah teknis operasional. Intinya tidak ada penembakan dalam pembubaran kerumunan melanggar prokes kemarin. Mau tembakan ke atas dan seterusnya, semuanya tidak ada tembakan,” tegasnya melansir dari Kompas.com.
Aksi itu dibubarkan oleh aparat kepolisian karena dinilai mengabaikan protokol kesehatan dan berpotensi menyebarkan Covid-19.
“Pemberitahuan 80 orang, massa aksi ini hampir 600 orang,” ujar Ade melansir dari Kompas.com.
Dengan demikian, klaim bahwa suara seperti tembakan di postingan video Facebook adalah tembakan dari polisi untuk membubarkan massa aksi bela Palestina di Solo tidak benar. Suara tersebut bersumber dari petugas kepolisian yang memukul tameng dan suara knalpot motor yang digas berulang-ulang. Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Kombespol Ade Safri Simanjuntak juga menegaskan bahwa tidak ada tembakan dari petugas kepolisian dan pembubaran aksi sudah sesuai teknis operasional sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
REFERENSI:
Terdengar Letusan Mirip Tembakan Saat Polisi Bubarkan Demo Palestina Di Solo, Ternyata…
https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/23/144500165/-hoaks-polisi-gunakan-tembakan-saat-bubarkan-aksi-bela-palestina?page=all#page2
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional6 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik











