Connect with us

Lifestyle

Selain Batuk Kronis, Apa Saja Gejala PPOK yang Lain? • Hello Sehat

Mendeteksi PPOK sejak awal bisa menjadi kunci untuk mengendalikan penyakit ini. Untuk itu, mengetahui gejalanya menjadi hal yang penting untuk diketahui. Selain batuk, apa saja gejala PPOK yang mungkin muncul?

Mengenal gejala PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK adalah penyakit paru yang disebabkan oleh dua penyakit, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Penyakit ini merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan tetapi dapat dikendalikan agar kondisinya tidak semakin memburuk. Ketika Anda memiliki masalah pada paru-paru, salah satu gejala yang sering muncul adalah PPOK.

Sama seperti penyakit lainnya, batuk juga merupakan salah satu gejala PPOK. Batuk jangka panjang sering menjadi tanda khas dari PPOK. Meski begitu, kondisi ini bukanlah satu-satunya gejala PPOK yang mungkin Anda rasakan. Terdapat beberapa gejala lain yang dapat timbul seiring dengan kondisi kerusakan paru yang mengalami perkembangan.

Gejala-gejala PPOK tersebut biasanya tidak selalu datang bersamaan. Gejalanya bisa saja muncul secara perlahan dengan gejala lanjutan yang akan muncul ketika kerusakan paru telah terjadi secara signifikan. Gejala penyakit ini juga bisa bersifat episodik dan bervariasi intensitasnya, artinya tidak selalu muncul pada orang dengan PPOK.

Advertisement

Apabila Anda memiliki faktor risiko alias penyebab yang membuat Anda berpotensi menderita PPOK, ditambah lagi batuk yang tak kunjung sembuh, bisa jadi itu adalah gejala PPOK. Apabila ditemukan pada tahap awal, PPOK bisa dikendalikan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah lagi pada paru-paru. Itu sebabnya mempelajari gejala dan tanda-tandanya akan sangat berguna bagi Anda.

Batuk kronis: gejala pertama

Batuk adalah gejala PPOK yang biasanya muncul pertama kali mendahului gejala lainnya. Menurut Mayo Clinic, batuk yang membandel selama tiga bulan (atau lebih) dalam setahun untuk setidaknya dua tahun, mengindikasikan seseorang memiliki PPOK. Batuk Anda bisa muncul setiap hari, meskipun tak ada gejala penyakit lain yang menyertai, seperti pilek atau flu.

Batuk adalah cara tubuh menyingkirkan lendir dari saluran udara dan paru-paru serta membersihkannya dari iritan lain, seperti debu. Sebenarnya, tubuh memproduksi lendir sehari-hari dalam jumlah wajarnya. Lendir yang keluar saat batuk pada orang normal biasanya bening alias tidak berwarna.

Advertisement

Akan tetapi, pada orang dengan PPOK, lendir yang mereka keluarkan saat batuk sering kali berwarna kuning sebagai tanda adanya infeksi. Kondisi batuk ini biasanya akan memburuk di pagi hari, begitu juga saat berolahraga atau merokok.

Gejala PPOK lain yang umum ditemui

PPOK merupakan penyakit kronis. Seiring berjalannya waktu, kondisi PPOK mungkin saja ikut berkembang apabila tidak serius menjalani pengobatan. Ketika penyakit ini berkembang, mungkin saja gejala PPOK yang Anda rasakan tidak lagi hanya batuk.

Beberapa gejala umum PPOK berikut ini mungkin saja Anda dapatkan. Gejala ini dapat dialami mulai dari PPOK tahap awal sampai dengan tahap menengah.

Mengi

Advertisement

PPOK menyebabkan peradangan pada paru-paru Anda dan mempersempit saluran udara yang ada di dalamnya. Saat udara dipaksa melewati saluran udara yang sempit atau tersumbat di paru-paru, maka Anda mungkin akan dapat mendengar suara seperti siulan ketika membuang napas. Inilah yang disebut mengi.

Pada penderita PPOK, mengi paling sering disebabkan oleh lendir berlebih yang menyumbat saluran napas. Kondisi ini juga berkaitan dengan pengerasan otot yang mempersempit saluran udara. Mengi juga bisa menjadi gejala asma dan pneumonia.

Sesak Napas (Dispnea)

Seiring membengkak, menyempit, dan rusaknya saluran udara di paru-paru akibat peradangan, Anda akan menjadi semakin sulit untuk bernapas atau mengatur napas. Gejala ini akan sangat mudah dikenali ketika terjadi peningkatan aktivitas fisik. Gejala ini dapat membuat Anda kesulitan menjalankan rutinitas harian, seperti berjalan, melakukan pekerjaan rumah sederhana, berganti pakaian, atau bahkan mandi. Bahkan, yang paling buruk, Anda bisa sesak napas saat beristirahat. Anda jelas membutuhkan bantuan medis untuk mengatasi hal ini.

Advertisement

Kelelahan

Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda tidak akan dapat mendapatkan oksigen yang cukup bagi darah dan otot Anda. Tanpa oksigen yang diperlukan, fungsi tubuh akan melambat dan terjadilah kelelahan. Anda juga bisa kelelahan karena paru-paru Anda bekerja dengan lebih keras untuk memasok oksigen dan membuang karbondioksida. Akibatnya, Anda akan kehabisan energi.

Sering mengalami infeksi pernapasan

Paru-paru penderita PPOK memiliki gangguan. Itu sebabnya mereka biasanya memiliki kesulitan lebih besar dalam membersihkan paru-paru dari bakteri, virus, polutan, debu, dan iritan lainnya. Hal itu mengakibatkan mereka berisiko terkena infeksi pari, seperti pilek, flu, dan pneumonia. Meski sulit menghindari infeski ini seluruhnya, menjaga kebersihan dan mendapatkan vaksinasi secara rutin, seperti vaksin influenza dan vaksin pneumonia, dapat mengurangi risiko Anda.

Advertisement

Gejala PPOK Tingkat Lanjut

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Banyak gejala PPOK dialami pada tahapan awal. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit ini, mungkin saja ada  gejala lain yang akan muncul. Gejala itu bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Gejala-gejala tingkat lanjut ini juga berpotensi membawa Anda pada kondisi eksaserbasi PPOK. Menurut situs Mayo Clinic, eksaserbasi didefinisikan sebagai episode memburuknya gejala yang berlangsung selama beberapa hari. Berikut adalah beberapa gejala PPOK tingkat lanjut yang perlu Anda waspadai.

1. Sakit kepala

Ketika Anda mengalami PPOK, paru-paru Anda mengalami kesulitan melepaskan karbondioksida dan menghirup oksigen. Sakit kepala karena PPOK terjadi akibat tingginya kadar karbondioksida yang ada dalam tubuh dan kekurangan oksigen. Kondisi ini biasanya akan memburuk saat pagi hari.

2. Pembengkakan telapak dan pergelangan kaki

Seiring paru-paru menjadi semakin rusak selama perkembangan penyakit ini, Anda bisa saja mengalami pembengkakan di telapak dan pergelangan kaki. Hal ini terjadi karena jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru yang rusak. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

Advertisement

3. Penyakit kardiovaskuler

Meskipun kaitannya tidak sepenuhnya dipahami, PPOK bisa meningkatkan risiko masalah yang berhubungan dengan jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah salah satu dari gejala ini. Stadium lanjut juga bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena serangan jantung dan stroke.

4. Penurunan berat badan

Jika telah menderita PPOK untuk jangka waktu lama, Anda bisa memperhatikan bahwa Anda telah mengalami penurunan berat badan. Energi ekstra yang digunakan jantung atau paru-paru untuk tetap berusaha menjalankan fungsi normalnya, dapat membakar lebih banyak kalori daripada yang didapatkan tubuh, yang menyebabkan Anda mengalami penurunan berat badan.

Penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK menyebabkan kerusakan paru yang tidak dapat dipulihkan. Sekali, paru-paru Anda rusak karena PPOK, maka akan selamanya begitu. Sekalipun tidak dapat disembuhkan, gejala PPOK dan kerusakan lebih lanjut bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.

Gejala yang tidak kunjung membaik, begitu pula dengan munculnya tanda-tanda lebih lanjut dari penyakit ini, merupakan indikasi bahwa pengobatan tidak bekerja. Segera hubungi dokter jika Anda tidak merasakan kemajuan dengan obat-obatan atau terapi oksigen yang mungkin Anda dapatkan. Melakukan pengobatan terhadap gejala PPOK yang muncul sejak dini merupakan cara terbaik untuk meringankan gejala dan memperpanjang kelangsungan hidup jika Anda menderita penyakit ini.

Advertisement

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional5 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Populer