Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alasan pemerintah memberlakukan moratorium perizinan kelapa sawit, sementara di sisi lain mendorong dilakukannya replanting atau perejamaan tanaman sawit.
“Moratorium kita lakukan agar produktivitas kita naik terlebih dahulu, 1 hektar kalau biasanya 3 atau 4 ton ya bisa naik menjadi 6 ton, yang suda 6 ton bisa naik menjadi 9 ton. Engga usah memperbesar lahan terus, menaikkan produktifitas dulu,” kata Presiden Jokowi saat membuka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018 dan 2019 Price Outlook, di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Senin (29/10) siang.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengaku bangga karena Indonesia adalah kita produsen terbesar minyak kelapa sawit di dunia. Artinya, dengan produksi kelapa sawit yang mencapai 42 juta ton/tahun, Indonesia adalah produsen terbesar bahan yang dipakai banyak orang di dunia dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Namun di sisi lain, Presiden mengaku pusing kalau mendengar keluhan mengenai turunnya harga sawit dari para petani/produsen. “Supaya tahu saja, saya kirim menteri ke Uni Eropa, kke Perancis, ke Belgia, enggak tahu sudah berapa puluh kali untuk urusan agar kita tidak diboikot pasar kita di Uni Eropa,” ungkap Presiden seraya menambahkan, saat bertemu dengan Perdana Menteri atau Presiden negara lain pun dirinya selalu minta agar ekspor kelapa wasit Indonesia tidak dihentikan.
Menurut Presiden, 42 juta ton itu jumlah yang sangat besar sekali, dan itu pasarnya pasar hampir 70%-80% untuk ekspor pasar dunia yang tidak bisa kita atur-atur. Justru pasar yang ngatur, dimana saat pasar melihat supply kita kebanyakan, maka harga akan diturunkan.
“Engga bisa negara membuat kebijakan untuk harga kelapa sawit naik, itu engga bisa karena itu sudah harga pasar internasional,” tegas Presiden.
Harus Peremajaan
Untuk itulah, tegas Presiden Jokowi, pentingnya dilakukan moratorium perizinan baru untuk tanaman kelapa sawit. Hal ini dilakukan agar produktivitas naik lebih dahulu.
Selain itu, Presiden mengingatkan, sejak tahun lalu dirinya sudah meminta harus ada peremajaan, replanting, harus yang sudah tua-tua sudah 25 tahun, 35 tahun tinggi-tinggi diremajakan, ganti yang muda-muda, dan ini harus dimulai petani.
Terkait dengan peremajaan ini, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah memberikan subsidi. Ia menekankan, agar prosedur pencairan subsidi replanting disederhanakan.
“Jangan ruwet-ruwet. Petani segera dapat, saya minta bulan depan ini sudah cepet,” tegas Presiden seraya menambahkan. dirinya sudah mendengar ini ruwet sekali.
Presiden meminta agar prosedur pencairan subsidi replanting itu jangan banyak-banyak, 1 prosedur sudah cukup. “Yang penting akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga meminta kepada Menko bidang Perekonomian agar kebun-kebun kelapa sawit segera disertifikatkan. Asal lahannya bukan lahan sengketa, Presiden Jokowi meminta agar segera diberikan sertifikatnya.
Kepala Negara juga mengingatkan agar memaksimalkan kemajuan teknologi untuk praktek keberlanjutan industri kelapa sawit agar tidak terus dikritik dari LSM kiri-kanan dan atas-bawah.
Ia memberi contoh mulai dari biji kelapa sawit yang terus dikembangkan yang unggul dengan teknologi supaya tahan hama, supaya buahnya berbuah lebih banyak.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono. (sk/fid)
Sport2 minggu agoBali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoLaga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC
Sport2 minggu agoHasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten7 hari ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang









